SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 ALHAMDULILLAH SAH


__ADS_3

Di taman belakang yang penuh dengan bunga, dekorasi yang sangat indah berdiri, tenda-tenda kecil berdiri di setiap sudut.


Seluruh keluarga sudah berkumpul, surat menyurat untuk ditandatangani kedua mempelai sudah disiapkan.


Erik berjalan menggunakan baju berwarna putih, jas putih. Senyum Ravi dan Tian terlihat menatap Erik yang sangat tampan menggunakan baju pengantin.


Tangan Erik terasa dingin menunggu Billa keluar, Ammar menepuk bahu Erik untuk tenang.


"Pa,"


"Ada apa tidak perlu teriak?" Ammar langsung kaget.


"Erik harus mengucapkan apa untuk ijab kabul?" Erik nyegir mengaruk tengkuknya.


Tawa Ammar langsung pecah, Bisma juga tertawa mereka melupakan untuk mengajari Erik mengucapkan ijab kabul. Bisma meminta Erik mendengarkan ucapan, satu kali dua kali tiga kali diulang.


"Paham Rik?"


"Cantik." Erik langsung tersenyum.


"Cantik!" Bisma langsung menggunakan nada tinggi.


"Billa cantik Ayah, Erik sudah siap." Erik tersenyum bahagia.


Billa muncul bersama Jum, Reva dan Viana. Reva turun tangan memperbaiki make up Billa, mengganti bajunya. Septi berjalan bersama Vira, Winda dan Bella mengikuti langkah kaki Billa.


"Bisa kita mulai sekarang nak Erik, sudah terlalu lama menunda, rencana pagi sekarang sudah siang. Awalnya tamu khusus keluarga, tapi sekarang hampir seluruh penduduk sekitar sudah hadir."


"Iya maaf pak penghulu, kita bisa memulainya." Erik memegang dadanya, melihat Billa sudah duduk di sampingnya.


Beberapa doa dibacakan, Bisma menyambut tangan Erik. Keduanya bersalaman, Bisma merasakan tangan Erik dingin.


Semua wajah terlihat tegang, ketegangan langsung semakin tegang, saat Bisma meminta Erik memberikan mas kawin surat Ar Rahman.


Erik tersenyum dia bersyukur saat pertama bertemu Yusuf, meminta diajarin surat Ar Rahman. Yusuf mengajari dengan mudah, Erik tidak perlu mengulang-ulang langsung hafal, karena setiap ayat yang Yusuf bacakan terasa nyaman didengar.


Ketegangan langsung menghilang, berubah menjadi senyum kebahagiaan. Suara Erik yang lembut membuat tenang hati, menyejukkan jiwa.


Sampai selesai bacaan ayat, membuat air mata para tamu yang hadir juga meneteskan air matanya, bahkan Bisma sendiri terharu.


Kebahagiaan semakin terasa saat Erik mengucapkan lantang yang langsung disambut penghulu juga para saksi dengan jawaban sah.

__ADS_1


Puji dan syukur dipanjatkan, tangisan haru mulai terdengar. Billa yang duduk di belakang Erik juga menahan air matanya merasakan haru, juga bahagia.


Erik juga berlipat-lipat bahagianya, jika Ravi bahagia sebelum menikah, diuji setelah menikah. Sedangkan Erik diuji sebelum menikah dengan banyaknya masalah sampai acara pernikahan ditunda, diundur, tapi akhirnya Erik bisa menyelesaikan dengan baik, Billa Bramasta sah menjadi nyonya Erik Ardana.


Billa diminta maju untuk mendekati suaminya, Erik menatap Billa sambil tersenyum bahagia, Billa menundukkan kepalanya malu.


Penandatanganan buku nikah, juga surat lainnya, pemasang cincin. Billa juga mencium tangan suaminya, Erik mencium kening Billa penuh rasa cinta, Erik juga meletakkan tangannya di atas kepala Billa, membacakan doa untuk kebahagiaan rumah tangga mereka.


Acara yang paling membuat sedih saat bersalaman dengan kedua orang tua, juga kerabat lainnya.


"Billa, jadilah istri yang baik, menurut dengan suami, jaga ucapan kamu, belajar lebih dewasa sayang. Sekarang Erik yang akan menjaga Billa, dia lelaki yang akan setiap hari kamu lihat, setiap hari bersama kamu."


"Iya Ayah, maafkan Billa jika banyak salah."


"Erik, Ayah yakin kamu lelaki yang pantas untuk Billa, pesan Ayah kamu harus ingat, sekarang kamu bukan seorang Dokter, tapi juga suami, ada hati yang harus kamu jaga."


"Iya Ayah, Billa akan menjadi prioritas utama Erik."


"Satu hal yang paling penting untuk kalian berdua, setiap rumah tangga ada masalah nak, pasti akan ada perdebatan. Jika salah satu salah, jangan memilih meninggalkan, kalian harus saling menggenggam agar tidak pernah dipisahkan. Jika salah satu merasa dirinya salah, jangan ditahan untuk gengsi meminta maaf terlebih dahulu. Komunitas harus baik agar rumah tangga kalian awet, Ayah juga minta cucu yang banyak?" Bisma tertawa, mengusap kepala Putri dan menantunya.


"Ayah, kita lagi serius. Kenapa langsung bahas cucu?"


"Tidak masalah sayang, lebih cepat lebih baik. Iya kan Erik?" Bisma menatap Erik yang tersenyum.


"Billa, baru saja dinasehati sekarang sudah KDRT kepada suami." Jum menggeleng kepalanya.


"Bukan seperti itu Bunda, kak Erik jahil. Billa malu."


"Erik kamu jangan banyak gaya, kamu pikir malam pertama bisa lancar. Mimpi!" Ravi tertawa sambil mencium putranya.


"Sok tahu."


"Tidak percaya, Mommy Daddy, Uncle Bisma Bunda, Uncle Bima Mommy, Uncle Ammar juga, contoh terburuk Ravi Prasetya, harus menunggu berbulan-bulan barulah muncul dua baby gemes."


"Derita kamu itu Ravi."


Erik Billa duduk di tempat yang sudah disediakan untuk menyambut tamu dari daerah setempat, seluruh orang di undang.


Vira membagikan makanan, Winda membagikan souvernir pernikahan, sedangkan Bella memberikan cemilan penutup.


Seluruh keluarga dari yang dekat sampai keluarga jauh datang, Ammar Septi sibuk menyambut tamu, Rama Viana juga ramai tamu dari keluarga, Bisma lebih lagi menyambut tamu dari desa Jum untuk bergabung memeriahkan acara pesta malam, Bima juga mengobrol bersama Ayah Reva yang baru saja ditinggalkan istri tercinta. Reva sibuk berpelukan dengan keluarga besarnya.

__ADS_1


Pesta pernikahan Erik Billa sangat mewah, Mansion yang sangat luas penuh hiasan juga diberikan tempat duduk yang nyaman, makanan yang banyak, pesta Erik jauh lebih mewah dari menikah di hotel.


Suasana Mansion yang terbuka, membuat acara terasa seperti sedang di alam bebas, sejuk, nyaman tapi tidak kalah mewah dengan pesta di gedung.


"Bil, kak Erik capek ingin beristirahat?"


"Billa juga kak, capek berlari."


Erik menggenggam tangan Billa meninggalkan keramaian, masuk ke dalam kamarnya. Erik mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan tubuhnya, setelah mandi membantu Billa membuka kebayanya.


"Kak, jangan dibuka semua, Billa malu."


"Iya sayang, kak Erik hanya membantu." Erik meminta Billa masuk kamar mandi, menyegarkan tubuhnya.


Erik mengunci pintu kamar, langsung tidur di ranjang. Billa tersenyum saat keluar kamar mandi, Billa sudah melihat Erik tertidur.


Cepat Billa menggunakan baju tidur yang sudah disusun di lemari, membaringkan tubuhnya di samping suaminya, tangan Billa memeluk tubuh Erik, memejamkan matanya untuk beristirahat.


Di luar kamar masih heboh, banyak yang mencari pengantin. Jum membuka pintu kamar, tapi terkunci, Jum tersenyum membiarkan pengantin beristirahat.


"Di mana mereka sayang?"


"Jum yakin mereka tidur mas, pasti lelah sekali tubuh dan pikiran mereka, sampai bisa menjadi sepasang suami istri."


"Kamu benar sayang, semoga mereka bahagia diberikan momongan sehingga kita bisa menjadi nenek dan kakek." Bisma merangkul Jum.


"Amin, ya Allah. Semoga anak mereka seperti twins R?"


"Kembar pengantin."


"Iya mas, Jum menginginkan cowok cewek."


"Ravi punya keturunan sayang, Viana Verrel. Kita hanya Bima Bisma, Bella Billa."


"Ya udah, apapun Jum bahagia."


***


...MAAF SEMALAM MEMANG TIDAK UPDATE....


...KENAPA WAKTU UPDATE TIDAK NORMAL LAGI, SUDAH AKU JELASKAN DI ATAS, JUGA ADA DIJELASKAN DI GRUP....

__ADS_1


...AUTHOR SEDANG MENGATUR KEMBALI JADWAL, SEMOGA BISA UP SEPERTI BIASANYA....


***


__ADS_2