SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 KEHADIRAN LAURA


__ADS_3

...Seharusnya update jam 18.00, tapi lupa atur jam....


...Jam 18.00 tidak update lagi....


Bastian duduk bersama Tama di dalam ruangan VVIP, Tama melihat seorang wanita sangat cantik masuk mempersilahkan duduk, sedangkan Tama mengunci pintu.


Laura tersenyum ingin memeluk Tama, tapi langsung ditolak diminta langsung duduk. Laura tertawa melihat Tama yang tidak ingin menatapnya.


"Hai tampan, bagian mana yang ingin dipuaskan. Uang yang kamu berikan sangat besar." Laura menyentuh tangan Tian, tatapan mata Tian tajam.


Laura baru pertama kali melihat seorang lelaki yang menatapnya tajam seperti Tian, kesalahan apa yang Laura lakukan kepadanya sehingga terlihat kemarahan.


"Aku datang bukan untuk meminta kamu melayani aku, karena aku yang akan membawa kamu keluar dari tempat kotor ini."


Laura melepaskan tangan Tian, langsung mengambil minuman di atas meja, Tian langsung mengambilnya sebelum Laura meminumnya, melemparnya sampai pecah berhamburan.


"Apa mau kamu? jika kamu ingin aku keluar dari tempat ini minta Erik datang melamar, menikahi aku, maka aku akan berhenti dari pekerjaan menjijikkan ini Bastian Bramasta." Laura menatap tajam.


"Erik, kenapa harus Erik? kamu tahu dia akan segera menikah?" Tian menundukkan kepalanya.


"Iya aku tahu, dia akan menikahi Bella Bramasta, adik kamu. Jika kedatangan kamu ingin menghentikan aku membatalkan pernikahan sia-sia Tian, walaupun aku gagal mereka tetap tidak akan menikah." Senyum Laura terlihat mengambil sebungkus rokok.


"Apapun alasan kamu, jangan pernah sakiti Billa, secepatnya jauhi Erik."


"Aku mencintai Erik, dari dulu dia selalu aku kagumi. Hubungan kami berakhir, dia terlalu tinggi, sedangkan aku semakin jatuh. Kamu ingin tahu Tian, aku bahkan bertunangan, sampai hamil, tapi lelaki brengsek itu membunuh anakku, hanya Erik satu-satunya orang yang menolong aku."Laura menghidupkan rokok, Tian langsung menggenggam sampai membakar tangannya.


"Erik menolong kamu seharusnya kamu berniat baik, mendoakan Erik bahagia dengan wanita pilihannya."


Tian diam, Laura juga diam tidak ada yang memulai untuk berbicara, Tama hanya duduk jauh dari mereka. Melihat keheningan, Tama memutuskan untuk keluar, meninggalkan keduanya.


Perlahan Tian menatap Laura, membuka jas memasangkan ke tubuh Laura yang langsung melihat ke arah Tian.

__ADS_1


"Berhenti menggunakan baju seperti ini, kamu cantik jangan perlihatkan kecantikan kamu dek." Tian tersenyum melihat Laura.


Laura langsung memeluk Tian, meneteskan air matanya. Laura banyak mendengar cerita soal Tian, dia pengusaha muda, tidak banyak orang yang bisa bertemu dengannya, Tian orang yang sangat berpengaruh dalam keluarga Bramasta.


"Selamatkan aku Tian, bantu aku mendapatkan Erik. Aku tahu Billa adik kamu, tapi aku juga membutuhkan Erik, aku mencintai dia." Laura bicara pelan.


"Maafkan kak Tian Laura, kak Tian tidak akan mampu menyakiti Billa, dia gadis kecil kak Tian yang baik, dia kebahagiaan keluarga Ayah. Kakak akan membawa kamu keluar dari sini, mulai semuanya dari awal." Tian mengusap rambut Laura.


Pintu terbuka dengan kuat, Bella masuk menatap Tian berpelukan dengan wanita malam. Tian langsung berdiri, Bella menatap tajam melihat lelaki yang dicintainya, berada di klub malam saat waktu hampir fajar.


"Bella, kapan kamu kembali?" Tian melangkah mendekati Bella.


Laura menatap Bella tajam, menatapnya penuh ejekan. Bella menarik tangan Tian untuk keluar, Tian langsung melangkah, sesampainya di luar Bella masuk mengunci pintu dari dalam, Tian berteriak meminta Bella membuka pintu.


"Wanita sampah, beraninya kamu menyentuhnya." Bella menunjukkan kemarahan, Laura tertawa langsung berdiri.


"Dia yang datang, tugas aku hanya melayani. Dia yang meminta kepuasan." Laura menunjukkan cek milyaran dari Tian.


"Aku hanya menginginkan Erik, calon suami adik kamu ...." Laura langsung mundur, Bella melempar dengan botol minuman.


Bella langsung maju menyerang Laura, bertarung sudah menjadi hal yang biasa bagi Laura, dia tidak takut melawan Bella yang terkenal sangat kasar.


Keduanya bertarung sama-sama imbang, seluruh botol minuman pecah, meja pecah, barang-barang di dalam ruangan VVIP semuanya hancur.


Bella tidak memberikan ampun, suara teriakan Tian tidak terdengar lagi karena kuatnya suara pertarungan keduanya. Bella melayangkan pukulannya, menendang kuat kepala Laura, mencekik kuat, membenturkan kepala Laura di lantai, menginjaknya kuat.


Laura masih mampu melawan, menarik kaki Bella sampai jatuh, melayangkan pukulan berkali-kali. Bella sudah memutar posisi di atas Laura, memukuli wajahnya sampai babak belur.


Darah mulai keluar, keduanya saling membabi buta, siapa yang mati lebih duluan. Bella sudah gelap mata tidak mempedulikan keadaan Laura lagi, kemarahannya sudah ada di puncaknya, melihat video yang Laura kirimkan soal Billa, hanya hitungan jam video akan segara keluar sampai ke pelosok negeri.


Bella tidak terima karir adiknya hancur, langsung mencari keberadaan Laura, hal yang lebih mengejutkan melihat lelaki yang sangat dia cintai berpelukan dengan wanita yang dia benci.

__ADS_1


Pintu terbuka, Bella mengambil pecahan kaca ingin menusuk Laura. Tangan Tian sudah menahan, darahnya sudah menetes di tubuh Laura. Pakaian Laura sudah berantakan, penglihatannya sudah gelap, hanya bisa melihat Tian dan Bella saling tatap, Bella memiliki tatap marah, sedangkan Tian tatapan kesedihan.


"Lebih baik kamu bunuh kak Tian Bella, jangan sakiti dia Bel." Tian mendorong Bella sampai terjatuh.


Tian mengambil jas menutupi tubuh Laura, memeluknya sambil menangis. Meminta maaf kepada Laura tidak bisa melindunginya.


Erik sudah tiba di dalam ruangan melihat kekacauan, kedatangan Bella di luar rencana mereka, bahkan Wildan tidak mengetahuinya. Ravi juga tiba kaget melihat keadaan Laura, langsung melepaskan jaketnya untuk membungkus tubuh Laura.


"Apa lagi yang di tunggu, cepat kak Tian larikan ke rumah sakit." Ravi menatap Tian yang sudah menangis.


Erik langsung berusaha menghentikan pendarahan, bahkan bajunya penuh dengan darah. Laura menyentuh wajah Erik sambil tersenyum.


"Erik. Aku mencintai kamu, mimpi aku hanya satu bisa memiliki kamu." Laura memeluk leher Erik.


"Iya, kamu harus berjanji untuk kuat, kita bicarakan nanti." Erik menenangkan Laura.


Laura langsung di bawa keluar, Tama yang mengurus kekacauan. Vira tertawa melihat Bella yang masih terduduk di lantai, mengirimkan video kepada Billa soal Erik yang memilih wanita kotor, Winda tersenyum melihat cek mencapai 5 milyaran untuk satu malam.


"Bel, luar biasa mereka mengabaikan kamu yang juga terluka, hanya demi wanita baru." Vira tersenyum menatap wajah Bella yang meneteskan air matanya.


"Vir, bantu aku meluapkan kemarahan ini." Bella menatap Vira.


"Baiklah, ayo kita mengobati patah hati." Winda tersenyum, hanya dirinya yang tidak tahu rasanya patah hati.


"Semuanya mungkin salah paham Bella, jangan seperti aku yang membenci padahal dia tidak bersalah." Vira menatap Bella menyemangati, Bella langsung berdiri melihat wajahnya di kaca langsung memukul kuat sampai pecah.


"Sudahlah, jika jodoh tidak akan tertukar. Tidak punya waktu untuk memikirkannya." Winda menarik Bella untuk melihat luka Bella.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA


__ADS_2