SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
CINTA DAN LUKA TERDALAM


__ADS_3

Rama masih mencoba terus menghubungi Viana, Bima juga sudah bergerak mencari Vi, rasa khawatir Rama sangat besar saat ini.


"Dimana kamu Viana?"


Rama pergi keluar dari rumah sakit membawa mobil sendiri mencari ke perusahaan, Apartemen Viana, panti asuhan yang sering Vi kunjungi, menghubungi Clara juga Sisi bahkan Rama pergi ke bar dan Discotik yang dulu sering Viana kunjungi tapi tidak ada yang mengetahui keberadaan Viana.


Ditempat lain Bima juga mengunjungi Mita dokter pribadi Viana, juga mencari keberadaan Ammar bahkan Bisma tapi Ammar dan Bisma tidak bisa dihubungi, Mita juga tidak tahu keberadaan Viana.


***


Mobil Viana melaju melewati pemakaman dan berhenti diparkiran. Vi langsung keluar membawa Bunga, Viana duduk di depan batu nisan Andri Pratama Arsen.


"Kakak Viana datang, tapi sebentar lagi Vi akan pergi jauh dan tidak akan pernah kembali, kakak jagain Vi dari atas ya, tegur Vi kalau salah, datanglah dalam Viana, Vi sangat merindukan kakak." Air mata Viana terus mengalir membasahi pipinya, Vi meluapkan semua kegelisahan, rasa sesak di dadanya.


"Vi sayang Mommy juga Daddy, Oma juga Vi sayang keluarga kita, Viana tidak ingin ada yang terluka karena Vi."


"Maafkan Viana yang tidak bisa berkunjung lagi kesini, Viana akan memulai hidup baru dengan dunia baru."


"Viana pergi kak Andri! Viana janji akan jaga diri, Viana janji akan jadi orang baik." hiks hiks hiks....


Viana pergi dari pemakaian dengan mata sembab, mereka menuju sebuah rumah sederhana, Bisma turun mobil meninggalkan Viana sendiri.


"Kita bertemu di bandara Bisma, jika kamu tidak datang mungkin itu lebih baik, kamu bisa hidup bebas."


"Aku pasti datang, tunggu aku bos Vi, aku akan mengubah indentitas kita."


Mobil melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, Viana sampai dirumah sakit Oma, di parkiran Viana melihat mobil Rama yang baru sampai. Rama keluar mobil dengan wajah kusam, air mata Vi kembali menetes. Laki-laki yang sangat dia cintai, yang sangat ingin dia peluk tapi tidak bisa dia temui lagi.


"Hubby! Vi sangat mencintai Hubby, maafkan Viana yang memutuskan pergi, berpisah lebih baik dari pada Vi harus kehilangan Hubby. Sudah cukup Vi kehilangan orang yang Vi cintai dan Vi tidak siap kehilangan Hubby."


"Jaga diri ya Hubby, Viana janji akan memakai baju yang sopan, Vi janji akan menjaga ucapan, Viana juga janji akan mengingat semua pesan Hubby. Hubby juga harus janji akan hidup bahagia tanpa Vi.

__ADS_1


"Rama kamu akan menjadi laki-laki terakhir yang aku cintai, kamu akan selalu ada di hatiku, sejauh apapun aku pergi, aku akan membawa cinta ini."


Viana menjalankan mobilnya sambil menghapus air matanya, memperbaiki make up nya dan menuju VCLO.


Reva berlari keluar gedung menuju parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil Vi yang sudah terparkir.


"Hai kak Vi, Mengapa meminta Reva kesini?, kenapa tidak masuk kak."


"Reva berjanjilah akan merahasiakan pertemuan kita ini, dan apapun yang akan kita bicarakan."


"Emhh ..., baiklah kak, Reva janji!"


Viana menyerahkan semua berkas perusahaan VCLO, seluruh pembukuan keuangan, kunci apartemen, semua kartu keuangan Viana.


"Kak Vi jangan pergi! kasihan Rama kak, kalian saling mencintai, setiap masalah ada jalan keluar kak, Reva mohon." Tangan Reva gemetaran beriringan dengan tangisannya, Viana juga menangis sambil memeluk Reva.


"Reva jaga Hubby ku, jika takdir mengizinkan kami bersatu kembali tidak ada yang bisa melawannya, pastikan Rama hidup bahagia."


Reva hanya menggagukan kepalanya dengan air mata yang terus menerus keluar.


Air mata Reva mengiringi kepergian Viana, tidak ada hal yang paling menyakitkan kecuali ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, jika Reva saja hancur lalu bagaimana dengan Rama.


"Takdir! mengapa begitu kejam, mengapa mereka disatukan jika akhirnya harus berpisah." teriak Reva yang memegang dadanya yang sesak.


Viana pergi jauh membawa cinta dan juga luka, air mata menjadi saksi hancurnya kebahagiaan Viana.


***


Tiga bulan **berlalu**....


Rama masih terus mencari Viana, kuliah dan kerja sudah terabaikan. Keluarga ikut bersedih melihat keadaan Rama yang semakin pendiam, jika Rama hancur mereka tidak bisa membayangkan sosok Viana, apa Viana masih hidup?.

__ADS_1


Bima datang kerumah bersama Ammar, kesempatan terakhir mereka bertemu Vi hanya melalui Ammar.


Ammar menjelaskan pertemuan terakhirnya dengan Viana tanpa ada yang terlewati, Ammar juga menceritakan jika sudah mengubah semua identitas orang yang setia ke Viana agar hidup layak.


"Viana bukan orang jahat, dia menyelamatkan saya bahkan banyak orang lainnya, yang membunuh banyak orang selama ini Laura, orang yang membangun dunia gelap bersama Viana, mereka berdua sama kuatnya tapi bedanya Vi cerdas dan baik, sedangkan Laura cerdas tapi ceroboh. Viana kejam hanya kepada orang yang menyakitinya, jika kalian melihat Viana menembak, korbannya belum meninggal Vi hanya membuat mereka lumpuh karena Viana seorang penembak handal. Aku berhasil membersihkan nama Viana tapi untuk keberadaan saya tidak tahu, Vi keluar dari negara ini menggunakan identitas di dunia gelap."


"Rama hiduplah dengan normal, karena Viana pergi demi kebahagiaan kamu, dia takut ada yang menyakiti Keluarganya."


"Bekerja denganku, temukan Viana bawa dia kembali, aku tidak peduli dia seorang pembunuh, wanita gila, psikopat, aku mencintainya dan tidak mengizinkannya meninggalkan aku."


Ammar memberi hormat dan menyetujui perintah Rama, Ammar juga sangat mengkhawatirkan Viana yang mereka tahu Vi pergi bersama Bisma.


Rama sedang sibuk dikantornya dan menemukan berkas dari pengadilan, tangan Rama gemetaran sejak kapan surat ini ada, Viana menggugat cerainya.


Kepala Rama terbentur di meja kerjanya dan menangis pilu, belum sembuh luka ditinggal Vi, sekarang sudah 2bulan surat perceraian di dikirimkan ke kantornya, lama Rama menegelamkan wajahnya di meja, sakit sangat sakit menerima kenyataan seperti ini.


Sudah larut malam Rama terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sisi tempat tidur Viana, tapi yang diharapkan tidak pernah kembali.


Rama melangkah ke kamar mandi mengambil air wudhu melakukan sholat tahajud memohon kebaikan bagi Viana dan dirinya.


"Ya Allah jika perpisahan jalan terbaik darimu hamba ikhlas, hamba percaya sebaik apapun rencana yang aku siapkan, tidak sebaik yang sudah engkau takdir kan, jaga Viana di manapun dia berada."


"Jika Viana jodohku pertemukan kami ya Allah, jika kami tidak berjodoh berikanlah kebahagiaan untuk kami atas ridho mu, berikanlah kami kesabaran dan rasa ikhlas yang lebih besar untuk menerima takdirmu."


"Ampunilah aku jika aku terlalu berlebihan mencintai ciptaan mu ya Allah, tapi dari hati yang paling dalam, aku sangat mencintai nya, sungguh sangat mencintai nya, sehingga perpisahan ini sangat menyakitkan.


***


Doakan malam up ya, menemani tahun baru kalian.


happy new year semuanya, semoga di tahun depan lebih baik lagi dari tahun ini, dan semoga apa yang diimpikan tercapai.

__ADS_1


__ADS_2