SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
BERSATU


__ADS_3

Seluruh media meliputi berita kecelakaan yang menimpa Rama Prasetya yang disebabkan oleh paman nya sendiri yang juga sekaligus penyebab kecelakaan orangtuanya 10tahun yang lalu.


yang lebih membuat publik gempar dengan munculnya Rama di kantor polisi yang didampingi kuasa hukumnya.


Keluarga yang mendapatkan kabar Rama yang masih hidup menagis haru, ternyata benar yang Viana katakan Rama masih hidup..


Rama tiba di kantor polisi dengan penjagaan ketat karena banyak sekali awak media yang turut hadir menyaksikan kedatangannya.


" Paman! mengapa Paman melakukan ini?" tanya Rama.


" karena aku membenci kebahagiaan kalian,"


" Paman tidak menyesal"


" Aku sangat menyesal karena gagal membunuhmu dan istrimu" tatap Ramon penuh amarah.


" Aku pastikan paman akan membusuk di penjara" ucap Rama berlalu pergi.


....


Mobil Bima masuk ke kawasan rumah Rama yang disana sudah menunggu seluruh keluarga dengan airmata bahagia karena Rama masih sehat dan dalam keadaan baik-baik saja.


Rama keluar memeluk Oma Irma yang sudah terisak nangis, satu persatu keluarga memeluknya dengan rasa bahagia.


" mana Vi" tanya Rama.


" Vi belum kembali dari kemarin, seperti nya dia marah karena tidak ada yang mempercayai nya" ucap Oma Irma.


" Hubungi Viana" perintah Rama ke Bima.


" tidak aktif" jawab Bima.


" cari keberadaan Viana" perintah Rama.


....


Viana berada disebuah lapangan menembak miliknya, disana sudah berdiri Bisma dan Britania sebagai yang akan menjadi sasaran tembakannya.


Bisma dan Brit sangat ketakutan, bagaimana jika tembakan meleset sudah pasti mereka tewas.


" kalian mau buah apa untuk diletakkan dikepala kalian" tanya Vi.


Bisma dan Brit saling pandang, ini gila seperti ini akan menjadi hari terakhir mereka hidup.


" Aku semakin saja" teriak Bisma semangatt karena buah semangka besar tidak mungkin meleset.


" Aku melon yang besar" ucap Brit ragu.

__ADS_1


haha haha ha.. tawa Viana terdengar ini sungguh konyol orang biasanya menggunakan apel. Dasar manusia licik.


Vi meminta buah yang mereka inginkan, setelah buahnya datang Vi memberikan nya satu persatu.


Bisma sangat kaget semangka nya sudah dibelah kecil sekali, Kalau bisa ditukar sekalian buah pisang saja.


Brit sama terkejutnya Viana sengaja ingin kepalanya tertembak memberikan buah melon tapi sudah dipotong ukurannya seperti buah anggur.


" Bersiaplah, jika kalian bergerak aku tidak bertanggung jawab ya" ucap Viana.


Kedua orang tersebut memejamkan matanya pasrah dengan apa yang terjadi sudah resiko berurusan dengan wanita gila.


Poorrr sebuah tembakan menyentuh rambut Brit..


poorrr tembakan menembus semangka dikepala Bisma yang mengeluarkan air mengenai wajah Bisma.


" Selesai" teriak Viana kesenangan.


Bisma dan Brit membuka matanya bernafas lega.


Mereka pergi meninggalkan tempat tersebut mencari suasana lain.


Viana membawa mereka kesebuah rumah yang terbilang cukup jauh dari pemukiman penduduk tapi terlihat sangat terawat.


Bisma dan Brit hanya mengikuti saja tanpa tahu apa yang ada di dalam, Mita keluar rumah menyambut kedatangan Viana.


Semuanya melihat pemberitaan kembalinya Rama tapi Vi sedang beristirahat mandi di kamar Mita.


" Ada apa buru-buru sekali" tanya Mita.


" Rama mencari Viana mereka menuju kesini" jawab Ammar.


" baguslah, lebih cepat lebih baik" ucap Brit.


" Masalahnya Viana membawa senjatah takutnya nanti Rama melihatnya" ucap Ammar dengan nada tinggi.


Mereka semua diam menunggu Vi keluar tapi lama sekali, ada suara mobil terdengar masuk ke pekarangan.


Mita dan Ammar coba menahan Rama terlebih dahulu sedangkan Bisma berjaga di pintu.


Viana keluar dengan wajah segar dan penampilannya yang sangat cantik, entah kegilaan apalagi yang akan dia lakukan dengan penampilan yang sangat aneh Dimata Brit.


" Mau kemana kamu Viana" tanya Brit.


" jalan-jalan ke mall" ucap Vi tersenyum.


Brit mendekati Viana yang melangkah kedepan dan menjambak rambutnya sampai Viana terguling kelantai, Kemarahan diwajahnya muncul dengan cepat Vi bangun menggulung rambut Brit dan membenturkan kepalanya dilantai sampai mengeluarkan darah.

__ADS_1


Brit melawan gerakan Viana yang mulai menggila, Brit sengaja memancing amarah Viana agar Rama bisa melihat watak asli seorang Viana.


Menyadari perlawanan Brit membuat Viana gelap mata dia mengambil senjatanya yang berada di pinggang duduk diperut Brit dengan senjata diarahkan di kepala Brit.


Rama yang sedang bicara dengan Ammar diluar terjangkit kaget mendengar keributan dari dalam, Bisma yang lebih dulu mengetahui pertengkaran Brit dan Viana coba mendekati tapi dia takut dengan tatapan Viana yang siap membunuh.


Brit tertawa menggenggam membuat Viana semakin murka dan melepaskan tembakan keatas mengenai sebuah bola lampu yang terjatuh tidak jauh dari mereka.


Semua yang diluar cepat lari kedalam karena mendengar ada suara tembakan.


Bisma langsung berteriak memberikan kode ke Viana bahwa ada Rama.


Vi langsung sadar mengambil pecahan bola lampu dan mengiris tipis lehernya, seakan-akan dia yang sekarat dan langsung menatap tajam Brit membalik tubuh mereka sampai Brit yang diatas.


Brit ternyata juga menyimpan senjata langsung mengarahkan ke Arah kepala Viana tapi sayang Viana lebih cerdas darinya dari awal Vi tahu Brit mencuri senjatanya tapi tidak ada peluru didalamnya maka nya Vi membiarkan nya.


Semua masuk melihat keadaan Viana yang sudah mengeluarkan darah dengan senjata didepan kepalanya, keadaan Brit tidak kalah mengenaskan banyak sobekan di bajunya wajahnya sudah babak belur dengan darah mengalir.


Tanpa aba-aba Rama langsung berlari mendorong Brit dari tubuh Viana dan langsung memeluknya, Vi yang melihat wajah Rama langsung tersenyum sambil meneteskan air mata dan menutup mata nya perlahan. Bisma dan Ammar sudah menahan Brit sedangkan Bima cepat berlari mendekati Rama dan Viana mengambil senjata ditangan Vi dan menyembunyikan nya.


" Vi! buka mata kamu Vi, aku kembali sayang" ucap Rama memeluk erat Viana.


Vi mendengar semua ucapan Rama yang mencoba menyadarkan nya tapi dia berpura-pura pingsan untuk menstabilkan emosinya agar tidak diketahui Rama yang penting dia bahagia, penantiannya yang tidak sia-sia.


Mita mendekati Viana dan melihat luka dilehernya, dari goresannya pun Mita sudah tahu jika Vi sengaja melukai dirinya demi mendapatkan perhatian Rama.


" Dasar Viana gila" batin Mita.


Nampak perasaan khawatir di wajah Rama, dia menggakat tubuh Vi keatas ranjang melihat Mita mengobati Vi.


Rama membelai wajah Viana sambil menciuminya, rindu yang teramat dalam kepada istrinya Sampai tidak bisa bicara.


" Viana!" panggil Rama pelan.


" hubby!" ucap Vi membuka matanya sambil menangis.


" Sayang!"


" hubby jahat, tidak menepati janji bilangnya hanya berapa jam tapi hubby pergi lama, hubby tega sama Vi, semua orang bilang hubby meninggalkan Viana" tangis Vi pecah dalam pelukan Rama.


" Maafkan aku Vi, maaf ya sayang, aku tidak menepati janjiku, tapi aku sangat menyayangimu sangat sangat merindukanmu" ucap Rama sambil menghapus air mata Vi..


" bohong, tidak ada yang sayang Vi, semuanya pergi meninggalkan Vi, apa Viana membawa sial ya hubby." ucap Vi


" aku sangat menyayangimu aku sangat mencintaimu, aku lebih menyayangimu lebih dari diriku, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu" ucap Rama mencium kening Vi.


....

__ADS_1


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE....


__ADS_2