
Viana semakin sibuk dengan peluncuran beberapa produk fashion nya yang semakin berkembang, sudah saatnya pesona Viana kembali ke dunia fashion. Viana menggunakan model wanita kelas bawah tapi dihias Vi menjadi seperti model profesional, kesibukan Viana membuat Ravi mulai jenuh karena jarang bertemu Mommy nya. Tapi Ravi punya misi sendiri dia harus menjadi anak yang cerdas dan mandiri agar Daddy nanti bangga padanya. Ravi sudah mulai belajar membaca, menulis, juga menghitung.
Selesai peluncuran seluruh produk Viana bergegas pulang, dia merindukan putranya yang beberapa waktu tidak bertemu dengannya.
Ravi mendengar suara mobil Viana langsung tersenyum lebar, dia menyambut kedatangan Vi sambil berlari dan Viana juga langsung menyambut nya, mengendong bocah cerewet yang sedang aktif.
"Mommy mommy, Ravi sudah bisa membaca, menghitung tapi Mom tulis Ravi jelek sekali, kata Uncle seperti cakaran ayam."
"Bilang sama Uncle pernah guru ayam nulis ya," Ravi dan Viana tertawa bersama membayangkan ayam menulis.
"Lalu apalagi yang Ravi pelajari."
"Disekolah membacanya tidak seperti cerita Uncle, kata Uncle setiap belajar membaca pasti ada bacaan, ini ayah Budi, ini ibu Budi, ini kakak Budi, ini adik Budi tapi disekolah Ravi tidak ada yang membicarakan keluarga Budi Mommy. Aneh ya Mom."
"Jangan dengarkan ucapan uncle, soalnya uncle tidak pernah sekolah."
"Uncle tidak sekolah, ayo Mom suruh
uncle masuk sekolah Ravi."
"Hufff, anakku ikutan eror kalau bicara dengan Bisma." batin Vi.
Kesibukan Viana semakin padat, dia juga berhasil membuka bisnis dan memperkerjakan beberapa pegawai, suatu pencapaian dari nol dan penuh perjuangan, apalagi menjadi single parent.
***
Dihari libur Rama memutuskan beristirahat dirumah, dia berdiri melihat foto pernikahan nya dengan Viana, Oma Irma memperhatikan Rama yang lama berdiri.
"Rama sudah saatnya kamu membuka hati, Viana juga mungkin sudah bahagia."
"Hatiku masih belum siap Oma, bahkan sampai sekarang aku masih merindukannya."
"Kasihan Ririn yang sudah lama menanti kamu, orangtuanya juga menerima kamu dengan baik, belajarlah mencintai Ririn. Oma hanya ingin melihat kamu bahagia dan mempunyai rumah tangga."
"Aku sudah meminta Ririn menyerah, aku benar-benar tidak bisa mengantikan posisi Vi"
Rama pergi ke kamar atas, sejak Viana pergi kamar mereka tidak tersentuh, make-upnya, baju, tas branded, high heels semuanya masih berada pada tempatnya. Rama berbaring disana memejamkan mata merasakan aroma tubuh Viana, mengigat senyuman Vi, sifat manjanya sampai Rama tertidur.
Acara pertemuan para desainer hebat diadakan di Bali dengan mengundang para pengusaha hebat dari berbagai Negara.
Rama melakukan meeting bersama para investor, ayah Ririn juga ada disana setelah selesai meeting mereka mengobrol santai.
"Rama, Mengapa kamu belum juga melamar Ririn."
__ADS_1
"Maaf Om, saya tidak pantas untuk Ririn, status saya juga."
"Kami tidak memandang itu Rama yang penting akhlak dan tanggung jawab, Ririn putri kami satu-satunya, kami hanya ingin laki-laki yang mementingkan agamanya dari segalanya."
Suara panggilan memutuskan pembicaraan mereka, Rama juga langsung kembali ke kantornya dengan melanjutkan kesibukan.
***
Viana masih berada di kamar Ravi, dia binggung apakah harus membawa Ravi ke Bali apa tidak. Vi takut Ravi bertemu Rama kalau mereka ke Indonesia, dengan terpaksa Viana pergi tanpa Ravi selama 1 Minggu.
"Bisma! awasi terus Ravi selama aku pergi, apapun yang terjadi hubungi aku."
Sebelum pergi Viana menciumi Ravi, dengan berat hati untuk pertama kalinya dia meninggalkan Ravi pergi jauh apalagi sampai satu minggu.
Rama, Ririn, dan juga Bima sudah sampai Bali dan langsung menuju hotel yang disiapkan untuk acara, disana Rama menyapa para rekan kerjanya begitu juga Ririn.
Perkumpulan para pembisnis besar, deretan nama para desainer terpajang besar di layar salah satunya Reva pemimpin dari VCLO, Viana yang melihat Reva berdiri sebagai desainer termuda sangat bangga dan tersenyum lebar.
"Pencapaian aku hari ini akan aku persembahkan untuk seorang kakak yang sangat aku rindukan, aku nantikan, aku sudah membuktikan padanya bahwa aku bisa berada di deretan desainer hebat. Kembalilah kak kami semua menunggu, kami merindukanmu, VCLO menantikan kehadiranmu."
Ucapan Reva membuat Viana yang berada didalam kerumunan orang-orang meneteskan air matanya, dia tidak menyangka selama ini VCLO bertahan dan masih berjaya.
Seorang pria paru baya sebagai pemilik dari hotel memberikan sambutan, dipanggil nya putrinya Ririn wanita cantik berhijab juga seorang desainer, dan dipanggilnya seorang CEO muda LOVER naik panggung. Rama naik berdiri disamping Ririn, sebenarnya Rama tidak nyaman di depan banyak orang berdiri disamping Ririn.
Rama langsung menoleh kaget begitu juga Ririn, ingin rasanya Rama memotong pembicaraan ayah Ririn tapi tidak sopan dan bisa mempermalukannya.
Tatapan mata Viana fokus ke Rama, pria yang sudah 5 tahun tidak dia lihat, dan pria yang sangat dia rindukan, wajah Rama sangat mirip dengan Ravi mereka berdua seperti jiplakan yang membuat Viana meneteskan air matanya.
Vi langsung keluar dari kerumunan, menelpon rekan kerjanya untuk menggantikannya. Vi langsung memutuskan untuk kembali ke negaranya.
"Hubby! mengapa rasanya sangat sakit melihat kamu bersanding dengan wanita lain. Aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku lagi ke negara ini."
Rama sama marahnya yang langsung memutuskan pulang tanpa pemberitahuan, Reva juga kesal melihat tindakan ayahnya Ririn yang tidak tahu malu.
***
"Uncle sudah saatnya, ayo kita ke Indonesia Mommy juga ada disana, tahun kemarin uncle gagal menemui Daddy, tahun ini harus bisa menyatukan Mommy dan Daddy.".
"Kalau Mommy kamu tahu, kepala Uncle langsung tidak pada tempatnya."
Dengan rasa takut Viana yang sudah lebih dulu berangkat ke Indonesia, disusul oleh Bisma dan Ravi. Bisma gemetaran saat tiba di Indonesia tapi tidak dengan Ravi yang sudah semangat 45.
"Ayo Uncle kerumah Daddy,"
__ADS_1
Bisma dan Ravi sampai dirumah Rama, Bisma menanyakan keberadaan Rama tapi ternyata Rama keluar kota.
"Daddy tidak ada dirumah Ravi,"
"Ayo kita ke kantornya Daddy,"
"Mau apa, kan Daddy tidak ada di sini."
"Ravi hanya mau tahu,"
Mereka menunju kantor Rama, Bisma memarkirkan mobil diparkiran sambil keluar sebentar membeli minuman untuk Ravi, lewat mobil mewah disamping mobil mereka keluar seorang pria berjas hitam yang sangat tampan. Ravi langsung fokus melihat wajah yang mirip dengannya. Rama melangkah cepat menuju kantornya, dan Ravi langsung keluar dari mobilnya mengejar Rama sambil teriak memanggil daddy.
Rama merasakan kepalanya pusing, beberapa hari ini dia selalu bermimpi mendengar suara anak yang memanggil Daddy.
***
Viana tiba dirumah dan cepat mencari Ravi dia sangat merindukan putranya, tapi yang dicari tidak terlihat. Viana sudah teriak tapi Ravi tidak muncul juga.
"Dimana Ravi." Tanya Vi pada para maid.
"Ke Indonesia nyonya bersama tuan Bisma, katanya nyonya yang minta mereka menyusul."
Tubuh Viana langsung gemetaran, dan terduduk dilantai.
"Bisma brengsek, berani kamu membawa anakku." amarah Viana mengebu-gebu.
****
KARENA BANYAKNYA COMENT RENCANA UP BESOKK AKHIRNYA TAYANG SEKARANG...
HARI INI RENCANANYA UP 6000 KARAKTER DI TIGA NOVEL.
* SUAMIKU MASIH ABG
* BIANKA & THE GIRL
* ISTRI BAYARAN BAR-BAR ( DIAPLIKASI KUNING )
biasanya cuman paling sanggup 3000 kata hari ini full nulis, lagi kerja juga nulis.. bentar lagi ada dapat teguran dari kantor🤣🤣🤣🤣 kerja main hp terus.
TERIMAKASIH KASIH YANG SUDAH BACA..
SILAHKAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN LIKE COMENT DAN VOTE...
__ADS_1