SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 FOTO KELUARGA


__ADS_3

Di dalam ruangan, Reva langsung yang mengubah Billa menjadi seorang ratu, Winda juga membantu Maminya mengubah kakak sepupu tua berapa jam dari dirinya menjadi wanita paling cantik.


"Kak Bil, selamat atas Pernikahannya. Winda ingin memberikan hadiah terindah pernikahan, tapi menyusul." Winda memasang lipstik Billa.


"Billa juga belum menyiapkan kado ulang tahun untuk kak Erik."


"Kamu bisa memberikan malam pertama yang tidak bisa dia lupakan." Reva tersenyum melihat Billa tersenyum malu.


"Memangnya apa yang harus dilakukan di malam pertama Mami?"


"Kamu belum menikah Winda, sebaiknya jangan mendengar."


"Belajar Mami, jadi saat malam pertama Winda tidak canggung lagi."


"Kamu ingin menikah Win, Mami setuju calon suami kamu sudah Mami siapkan." Reva tersenyum menatap putri bungsunya.


"Siapa Mami?" Vira dan Bella muncul.


"Yusuf, dia pria yang baik." Reva menatap Winda yang menjatuhkan alat make up.


"Mami, jika bicara asal cuap saja. Winda mencoret nama Yusuf dari daftar suami Winda." Winda langsung melangkah pergi.


Reva tersenyum meminta Vira membantu memperbaiki gaun Billa, memperhatikan bagian yang terlihat tidak nyaman. Billa berdiri dengan gaun berwarna putih, Reva memasangkan mahkota di kepala Billa.


Billa tersenyum melihat dirinya di depan cermin, Jum juga tersenyum melihat putrinya sangat cantik.


"Wow, cantiknya putri Ayah." Bisma masuk menatap Billa merentangkan tangannya.


Billa langsung berjalan masuk ke dalam pelukan Ayahnya, Bisma mencium kening Billa penuh kebahagiaan.


"Kamu bahagia sayang?"


"Iya Ayah Billa bahagia, sangat bahagia. Terima kasih Ayah sudah memberikan yang terbaik untuk Billa." Billa mencium pipi Bisma.


Di kamar bagian pria suara Ravi menggoda Erik tidak ada habisnya, Tian hanya menggeleng kepalanya.


"Rav, kamu seperti orang paling berpengalaman?" Tama melempar Ravi dengan dasi.


"Kak aku mengejek Erik bukan kak Tama, tapi kak Tama yang tersinggung, jangan bilang naksir Binar. Berarti Tama memanggil Tian Kakak ipar." Ravi langsung berlari keluar, bisa remuk tubuhnya jika sampai Tama ngamuk.


Ravi menemui putranya yang sudah menggunakan baju couple dengan Rasih, Bening juga menggunakan baju yang sama dengan Rasih.


"Tampannya anak Daddy, putranya Daddy Ravi." Ravi mengangkat Raka yang tersenyum melihatnya, Ravi mencium wajah Raka berkali-kali.

__ADS_1


Rasih menatap kakaknya langsung tertawa, menendang ingin minta di gendong. Bening yang melihat juga tertawa melihat Raka tertawa.


"Mereka juga bahagia sekali ya Binar, subhanallah Bening cantik sekali senyum mirip kamu Binar." Kasih langsung diam, memalingkan wajahnya menatap Ravi yang langsung membalik badan membelakangi Kasih.


Binar menatap Bening yang senyumnya memang mirip dirinya, Bella muncul meminta seluruh keluarga untuk ke tempat posisi masing-masing, tamu undangan sudah mulai berdatangan.


Kasih menggendong Rasih, Binar menggendong Bening langsung melangkah keluar. Seluruh orang sudah berkumpul, Billa juga berjalan bergabung tersenyum menatap Erik yang memandangnya tidak berkedip.


"Sebelum acara dimulai kita berdoa dulu, semoga langit malam cerah, acara lancar sampai selesai." Bisma memimpin doa.


"Amin." Jawab seluruh keluarga.


"Raka Rasih Bening, Wira diawasi oleh babysister masing-masing, orang diluar ramai, terutama khusus Wira penjagaan diperketat, jika sampai lengah, high heels Windy bisa melayang di udara." Bisma tertawa, diikuti yang lainnya.


"Sebelum keluar kita foto keluarga besar dulu Uncle, sepertinya seru, jika di luar tidak muat." Ravi meminta persetujuan.


"Oke."


Satu kursi Rama duduk bersama Viana, di belakang mereka ada Ravi Kasih, Raka Rasih dalam gendongan orangtuanya, Vira juga berdiri di samping Ravi.


Satu kursi Bima Reva, Wira dipangkuan Bima, di belakang ada Windy dirangkul Steven, di samping Steven Winda, sebelahnya Wildan yang berdekatan dengan Vira.


Keluarga Bisma yang paling banyak, Bisma duduk bersama Jum, Bening berada dalam pelukan Jum, Tian berdiri di belakang bersebelahan dengan Binar dan Bella, di samping Bella ada Billa yang bersebelahan dengan Erik.


Ammar juga duduk bersama Septi, Erwin di belakang berdiri di samping kakaknya Erik yang bersebalahan dengan istri tercinta.


Erik menggenggam tangan Billa, melangkah keluar melihat seluruh persiapan yang sangat luar biasa indahnya.


"Terima kasih Ayah Bunda, Mama Papa juga semua yang terlibat, ini mewah sekali." Billa tersenyum berjalan bersama suaminya menunju kursi pelaminan.


Tamu sudah penuh baik rekan bisnis, sahabat, teman, rekan kerja Erik di rumah sakit sudah hadir.


Erik berdiri di pelaminan bersama Billa, banyak rekan kerja Erik yang patah hati melihat pujaan hati menikahi sesama Dokter.


"Rik, selamat ya. Akhirnya penantian panjang bisa naik pelaminan." Sahabat Erik dari luar Negeri juga hadir.


"Maksudnya apa?" Erik tertawa, jangan sampai aibnya yang selalu merindukan Billa terungkap.


Jum Bisma juga berdiri di pelaminan samping Erik menyambut tamu, Ammar Septi berdiri di samping Billa.


Rama Viana, Bima Reva menyambut tamu di depan penyambutan, sambil mengobrol bersama rekan bisnis mereka. Rama Prasetya pengusaha muda yang sampai sekarang sukses, Bima yang terkenal dengan bisnisnya tidak diragukan lagi, Viana Reva yang masih berada di dunia bisnis juga diakui banyak orang kemampuannya mendirikan juga mempertahankan perusahaan.


Ravi Kasih juga bergabung menyapa, Tian juga mengobrol bersama rekan kerjanya juga rekan kerja Ayahnya.

__ADS_1


"Tian, cepat menyusul, adik kamu sudah naik pelaminan. Jika kamu ingin ada putri saya yang sudah siap menikah."


"Terima kasih paman, kak Tian sudah memiliki calon." Binar mendekati Tian sambil tersenyum.


"Siapa dia Tian, cantik sekali."


Tian hanya diam saja, Binar melangkah pergi tangannya langsung disentuh, Binar langsung menarik tangannya menatap tajam.


"Tian tangan dia mulus sekali."


"Brengsek." Tian menatap tajam, tangannya sudah tergenggam.


"Bapak Luis yang terhormat, perkenalkan saya Bella Bramasta, adik Tian Bramasta, saudara kembar Billa." Bella mengulurkan tangannya, langsung cepat disambut.


"Kamu sudah terkenal Bella, bukan hanya cantik tapi sangat cerdas.


"Terima kasih, mohon nikmati pestanya, jangan membuat masalah di pesta adik saya. Anda tahu apa yang bisa kami lakukan jika berani mengusik." Bella menekan kuat tangan yang berjabatan, tatapan matanya tajam.


"Maafkan jika saya lancang Nona Bramasta, saya hanya ingin berkenalan dengan gadis cantik ini."


"Kamu harus mencari tahu dulu siapa dia, sedikit saya dia tergores kamu bisa menjadi gembel. Dia putri utama keluarga Bramasta, namannya Binar Bramasta, apa aku harus menjelaskan bagaimana dia lahir, kapan lahir, atau di mana dia selama ini."


"Tidak perlu, saya permisi."


Bella membersihkan tangannya dengan tisu basah, menatap Binar yang tersenyum.


"Jangan terlalu bahagia, aku hanya melakukan atas perintah Ayah." Bella melangkah pergi, Binar dan Tian tersenyum.


"Binar, jika ada yang menatap kamu, bisa kamu menjadi orang yang sombong. Keluarga Bramasta terkenal, awas kamu jika sampai terlihat lemah lagi."


"Iya Bella."


Erik Billa tersenyum di atas pelaminan, dari jauh mereka memperhatikan Bella. Jum juga memeluk lengan Bisma kagum dengan putrinya yang peka jika Binar mulai di remehkan.


"Aak, lihat Bella mengajak orang tua beradu kepala."


"Bella memang seperti itu, dia tidak bisa mengekspresikan kasih sayang, sama Billa juga bicara juga main urat, hanya Tian yang sanggup meladeni Bella yang kerjanya berantem dan marah."


"Kasih tahu Aak, walaupun dia sekeras Ayah Bisma hatinya selembut Bunda Jum."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA


***


__ADS_2