
Mobil berhenti di sebuah restauran mewah, didepan restoran ada masjid sebelum makan mereka akan melaksanakan sholat magrib lalu makan dan sholat isya, setelah itu baru melanjutkan perjalanan,
Vi keluar dari mobil, yang lainnya sudah melangkah ke masjid, sedangkan Rama memesan ruangan untuk makan nanti, Vi masih berdiri de samping mobil diam berdiri.
" kenapa Vi?" tanya Rama.
" pake nanyak lagi, gara-gara kamu lah" ucap Vi
Rama mengerutkan jidatnya, binggung apa salah dia..
" gak paham pasti" tanya Vi.
" ya, sudah jelaskan" jawab Rama.
" ini aku sakit, jalan aku aneh, aku malu" ucap Viana sambil menunjuk ke bagian bawahnya.
" ohh.. masih sakit banget ya" tanya Rama.
" tau ahh, gandeng" ucap Vi yang memberikan tangannya.
Rama tersenyum dan langsung mengandeng tangan Viana, mereka melaksanakan sholat Magrib setelah itu mereka makan malam .
" wwooww... enak-enak banget makanan nya" ucap Ivan yang langsung duduk..
Reva dan Septi juga sangat kagum dengan makanan didepan mereka..
apa lagi Romi dan Satya, menelan ludahnya..
mereka semua duduk rapi, Rama dan Viana juga sudah duduk memandangi satu-persatu wajah dihadapan mereka..
" aku memesan semua makanan favorit kalian," ucap Rama..
" Ram, Lo sahabat terbaik... suatu hari bakal gue bales kebaikan Lo" ucap Ivan.
" iya.. ini pertama kali gue liat makanan seenak ini" ucap Reva terharu.
" ya udah.. ayo makan, sebelum makan kita berdoa dulu, terutama berdoa untuk Ivan di hari ulang tahunnya, semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi" ucap Rama .
semua mata tertuju ke wajah Rama dan Ivan bergantian, sedangkan Ivan mengusap matanya.
" amiiinnn, ucap mereka bersamaan... HAPPY birthday Ivan, barakallahu fii umrik" ucap mereka bersamaan.
" gue ultahnya besok, tapi makasih ya teman-teman ini ucapan pertama dalam hidup gue" ucap Ivan.
" seperti nya ada yang kurang" ucap Vi dia langsung bangkit berdiri kearah kasir restoran, bicara disana lalu kembali ke meja makan.
" sudah boleh makan belum" ucap Septi sambil nyengir..
hhuuuuuu.. ucap mereka....
Mereka semua makan malam dengan tertawa bahagia, sesekali Rama menatap Viana yang duduk disampingnya..
" Kenapa?" tanya Vi.
" enggak, cuman mau tau aja, masih sakit gak, " bisik Rama.
__ADS_1
" udah enggak, jangan bilang minta lagi" balas Viana melotot.
" hehehehe," ucap Rama tersenyum.
Tidak berapa lama, datang seorang pelayan restoran membawa sebuah cake berukuran sedang, semua mata terpana melihat cake tersebut..
" wooww kue ultah.. coklat.." ucap Reva.
" baru namanya ulang tahun kalau ada kue ultahnya" ucap Vi.
" ayooo potong" ucap Vi.
" lahhh, kenapa dipotong.. seharusnya tiup lilin dulu" ucap Ivan yang membuat yang lainnya tertawa.
" aiisssshhh dasar ABG, tiup lilin untuk anak umur 7tahun, kamu sudah tua" teriak Viana langsung mengambil pisau kue siap motong.
Ivan langsung berdiri, mengangkat kuenya dan menjauhi Viana.
semua mata melihat pertengkaran mulut Antara Viana dan Ivan soal kue.
" Vi cukup Vi, jangan seperti itu nanti Ivan nangis" Ucap Rama menahan tangan Viana duduk di dekatnya.
" raaamaa.. aku mau potong kue" ucap Vi didepan wajah Rama memelas.
semua mata yang melihat Viana memelas ke Rama menggelengkan kepala, Viana asli seperti anak kecil.
" Van, ayo kasih kuenya.. gak usah kayak anak kecil" ucap Rama menadahkan tangannya ke Ivan yang memegang kue.
" istri Lo itu yang kayak anak kecil.. masa iya dia gak mau galah sama orang yang lagi ulang tahun, kue mau tiup lilin Ram" teriak Ivan.
Romi menghela nafas melihat kekonyolan ini, dia langsung bangkit mendekati sebuah dinding yang terdapat lampu lilin yang besar langsung mengambil nya meletakkan di meja, lalu mengambil kue ditangan Ivan, meletakkan disamping lilin.
" ayo semuanya duduk, kita tiup lilin dan potong kue" ucap Romi.
Ivan langsung duduk meminta mereka menyanyikan lagu ulang tahun, dan meniup lilin besar yang lebih mirip lampu obor.. membuat mereka semua tertawa.
" ayo Vi, potong kuenya" ucap Rama
Viana langsung melemparkan pisau kue.. menolak untuk memotong..
" kenapa lagi?" ucap Satya .
" kuenya jorok, banyak iler Ivan waktu dia meniup tadi, kalian tidak melihat busa yang berterbangan dari mulutnya" ucap Vi serius membuat semua yang disana ikutan geli dan merasa jorok.
Mereka yang awalnya semangat melihat kue, menjadi hilang nafsu membuat Rama mengaruk kepala dan menghela nafas melihat ulah istrinya.
....
Selesai sholat isya mereka melanjutkan perjalanan, kue Ivan akhirnya dibungkus untuk makan Ivan sendiri..
mobil dikendarai oleh Rama di samping Romi sedangkan Viana bersama Reva dan Septi tidur dibelakang..
Setelah Sampai dikota, Rama mengantarkan satu persatu temannya sampai tersisa hanya dia dan Viana..
Viana masih tidur di kursi penumpang, sedangkan Rama menyetir menuju rumah nya.
__ADS_1
Sampai dirumah, gerbang langsung dibuka oleh satpam dan langsung masuk bagasi mobil..
Rama mengendong Viana yang masih tertidur, menaiki tangga masuk ke kamar mereka, dan meletakkan tubuh Vi secara perlahan..
Rama langsung masuk kamar mandi membersihkan diri, untuk segera melanjutkan tidur, tubuhnya lelah menghabiskan waktu berapa jam di jalan.
Dia ingin membangun Vi untuk membersihkan diri, pelan Rama mengelus kepala lalu pipi Viana.
" Rama, berhenti" ucap Vi perlahan membuka matanya..
" udah bangun, ayo mandi dulu.. bersih-bersih badan baru tidur lagi.." ucap Rama
" gak mau capek, "jawab Vi membalikkan tubuhnya membelakangi Rama.
Rama langsung bangun dari ranjang, membopong tubuh Vi berjalan kearah kamar mandi.
" aaiis Ram, turunin" teriak Vi memukul dada Rama.
Rama memasukan Viana ke dalam bathtub.
" kamu mau mandi sendiri atau aku mandiin " ucap Rama sambil mengelus paha Vi.
Vi langsung menepis tangan Rama, dan melototi kearah nya..
" dasar ABG mesum, " ucap Vi.
" mesum ke istri sendiri, itu pahala Viana, " balas Rama.
" ya ya ya.. siapa yang mengajari kamu," tanya Vi.
" belajar apa?" tanya Rama balik.
" ya belajar begituan" ucap Vi.
" aku gak paham Vi, apa harus kita praktekkan" ucap Rama tersenyum licik.
" iissshhh ABG mesum" teriak Vi yang membuat Rama tertawa..
" ya udah mandi sana, untuk malam ini kamu istirahat, aku juga mau istirahat besok mau kuliah dan bekerja" ucap Rama melangkah keluar kamar mandi.
" maksudnya malam ini, berarti malam besok, dia tidak akan membiarkan aku beristirahat.." gumam Vi.
" aaiss ini lah derita nya mempunyai SUAMI MASIH ABG, " batin Viana yang langsung mandi air hangat menyegarkan tubuhnya yang sakit semua karena diperjalanan..
Selesai mandi Viana langsung berbaring disamping Rama, menjadikan Legan Rama sebagai bantal, memeluk tubuh ABG tersebut.. sebelum Viana terlelap dia berpikir, aku akan menikmati hari ini, untuk esok akan menjadi urusan besok, begitupun rumah tangga ku, biar waktu yang menjawab bagaimana akhir pernikahan ini, setidaknya kau memberi hal indah untuk hari ini. terimakasih kasih untuk hari ini, aku bahagia walaupun SUAMIKU MASIH ABG.
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
maaf semalam aku tidak up..
mut aku rusak, pas mau pergi kerja lagi kesel, terus nabrak anak kucing sampai mati.. sejalan-jalan nangis, gak tega liatnya..
KALAU VOTE NAIK MALAM INI AKU UP
__ADS_1
JADI JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE YA..