SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 BERAWAL DARI DELTON


__ADS_3

Penjagaan hotel sangat ketat, bahkan pengunjung dilarang masuk, juga dikosongkan selama satu minggu.


Undangan yang Ar kirimkan diterima baik oleh Delton, dia akan datang berkunjung untuk melihat siapa keluarga Bramasta dan Prasetya.


Meksipun mereka sukses di dunia bisnis, tidak banyak yang tahu dibalik kesuksesan mereka ada banyak hal terjadi dari masa lalu.


Bima berdiri di balkon, menatap jauh ke depan. Hujan gerimis turun membasahi tangannya.


"Apa yang kak Bima pikirkan? sudah tua saatnya menikmati hidup." Vi berdiri melihat arah pandang Bima.


"Aku hanya sedang melamun Vi."


Viana tersenyum, tidak ada sejarah Bima melamun. Vi sangat mengenal baik, karena mereka sudah saling mengenal sejak kecil hingga remaja, dewasa dan akhirnya tua.


Manusia dingin yang Viana kenal, hanya memikirkan hidup orang lain, tapi lupa dengan kebahagiannya.


"Apa kak Bim memikirkan soal Mafia? Viana minta maaf, karena sudah pernah ada di jalan yang salah. Ini pertama kalinya Vi mengatakan maaf." Senyuman Viana terlihat, menatap Bisma dan Ammar juga mendekat.


Senyuman Bisma menepuk kakaknya, melihat wajah tua mereka yang masih awet tuanya.


"Berapa umur kak Bima? kenapa masih memiliki beban pikir?"


"Bodoh, kalian kembar." Ammar tertawa melihat Bisma yang masih pecicilan.


"Oh, aku lupa."


"Kapan kamu dewasa Bisma?" Bima menggelengkan kepalanya melihat adik lelakinya yang cengengesan.


"Aku sudah tua kak, masa dewasa sudah aku lewati mengurus Viana." Bisma mendorong Vi pelan.


Tatapan Viana tajam, melayangkan pukulan membuat Bisma langsung duduk meringis kesakitan.


"Nenek, tidak boleh seperti itu!" tatapan mata Em sangat besar, Bulan yang ada di belakang Em menatap lebih tajam.


Bisma tertawa menutup mata Bulan, langsung melihat kakaknya Bima jika sikap pemarah Bisma turun kepada cucu perempuannya.


"Aku rasa aku terkena kutukan, kenapa putri dan cucu ku sama menyeramkan?" Bisma meminta Bulan tersenyum tidak boleh menatap penuh kemarahan.


Viana langsung tertawa, memegang telinganya meminta maaf kepada Bulan dan Embun. Mereka bermain pukulan karena sedang bercanda.


"Maaf cantik, nenek hanya main."

__ADS_1


"Idak oleh lagi."


"Iya sayang." Viana memeluk Bulan, mencium pipinya sangat lembut.


Viana berbisik mengucapkan terima kasih karena sudah lahir, meksipun Bisma memiliki sikap yang buruk, dia memiliki kasih sayang yang besar.


Vi yakin meksipun Bulan sangat keras dan memiliki tatapan tidak baik, dia menyimpan sikap kasih sayang seperti kakeknya.


Bima mengusap kepala si kecil yang sudah melangkah pergi mengejar Em yang sudah menghilang, langkah Bulan terhenti saat menabrak Tiar yang terjatuh, langsung meninggalkannya tidak menolong.


Asih membantu Tiar berdiri dan bermain kembali sambil mengusap kepalanya, Arum masih duduk diam karena bangun tidur, melihat Tiar yang mendekatinya menunjukkan kakinya sakit.


Asih menarik Bulan, siapapun yang salah harus minta maaf, Tiar juga keluarga mereka dan lebih tua dari Bulan.


"Ayo minta maaf."


Bulan tetap diam, saat Arum menatapnya tajam barulah Bulan mengulurkan tangannya dan duduk diam di samping Arum yang masih menguap.


"Wow, apa kali ini yang perempuan lebih dominan?" Ammar tersenyum melihat Bima, Bisma dan Viana.


"Apa yang kamu lihat Mar? mereka semua kembar, dan mengikuti sikap kedua orangtua mereka." Vi menatap Asih yang lanjut bermain.


"Kamu salah Ammar, dia yang paling dewasa nantinya." Senyuman Bima terlihat, karena setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan.


"Bukankah hari ini menyenangkan, kita bisa berkumpul berempat. Jujur Viana takut kehilangan salah satu dari kita."


Bisma tersenyum menepuk-nepuk pundak Viana, tidak ada kata-kata yang keluar.


Suara tawa dan canda terdengar, lelucon Bisma masih menjadi penghibur mereka di masa tua. Tidak menyangka kehidupan gelap yang pernah mereka lalui, mengikat menjadi keluarga hingga tua.


Banyaknya perbedaan, bukan alasan tidak bisa berjalan Bersama selama masih saling merangkul pasti akan menemukan puncaknya.


"Kalian tahu siapa yang mempertemukan kita? dia juga akhirnya muncul di akhir."


Semuanya menatap Ammar, dia mengenal Delton saat ada masalah besar menimpanya. Delton orang yang menyelamatkan Ammar sehingga memiliki hutang nyawa, dan bergelut di dunia kejahatan.


Mata Ammar sudah gelap, pria remaja yang masa depannya hancur meskipun Ammar salah satu anak jenius.


Kepintaran Ammar bukan sebuah keberuntungan, tapi malapetaka baginya sehingga diasingkan dan dianggap tidak pernah ada.


"Jadi Delton orang yang ada di balik kehidupan gelap kamu?" Vi baru tahu hubungan Ammar dan Delton.

__ADS_1


"Bukan, aku sendiri yang memilih. Sama seperti kamu Viana. Saat pertama kamu mulai mengangkat senjata, Delton orang di belakang kamu."


Viana tidak bisa mengingat jelas siapa pria yang ada di belakangnya, Viana merasa hidupnya sudah tidak ada guna. Dia ingin mati menyusul kakaknya, saat itu kemarahan sedang menguasai Vi sampai memilih jalan kejahatan untuk menuju kesuksesan.


"Apa aku juga kemungkinan bersangkutan dengan Delton?" Bisma menatap Ammar yang menganggukkan kepalanya.


Demi membayar hutang nyawa, Ammar dikirim untuk ada di sisi Viana dan melindunginya. Hari yang sama Bisma juga ada di sana dalam keadaan marah.


"Aku sangat mengingat apa yang kamu katakan Bisma."


"Apa yang aku katakan?"


"Delton, bantu aku membunuh kakakku yang hidup bahagia, sedangkan aku menderita. Dia harus mati sebelum aku mati." Tawa Ammar terdengar melihat wajah Bisma.


Jangan percaya kak Bima, aku tidak pernah mengatakannya." Bisma mencium tangan kakaknya meminta maaf.


"Apa jawaban Delton?" Bima menatap sambil tersenyum mengusap kepala Bisma.


Ammar menggelengkan kepalanya, Delton tidak bisa membantu Bisma karena Bima tidak mudah dijatuhkan. Delton meminta Bisma berjuang sendiri untuk membunuh kakaknya, tapi sebelum kakaknya mati dia harus menyingkirkan anak-anak di bawah Bima dia putra keluarga Prasetya dan adiknya Stevie.


Senyuman Bima terlihat, dia mengingat Delton. Saat Bima masih muda dia berpapasan dengan seorang pebisnis sukses, satu-satunya orang yang Bima tolak untuk bekerja sama.


Sejak awal Bima tahu jika Delton memiliki bisnis ilegal, dan tidak akan membiarkan dirinya terlihat dalam kejahatan. Bima tidak ingin karyawannya menafkahi keluarga dengan uang haram.


"Ternyata kita menjadi satu karena Delton." Viana tertawa lucu.


"Kita bergabung karena dia, dan jeleknya kita ada di sisi jahat hanya kak Bima disisi baik." Bisma memeluk kakaknya, mengatakan jika dia tidak berniat membunuh.


"Kamu sudah berniat Bisma." Ammar tertawa melihat tingkah dua bersaudara kembar.


"Hanya niat, tapi belum dilakukan." Bibir Bisma monyong tidak terima disalahkan.


"Apa kita harus berterima kasih kepada Delton?"


"Tidak." Viana, Bisma dan Ammar menjawab bersamaan.


"Aku rasa perlu, kalian mengucapkan terima kasih kepadanya, sedangkan Delton harus meminta maaf kepadaku karena melibatkan adik dan sahabatku dalam kejahatan." Bima tersenyum langsung masuk ke dalam karena hujan semakin lebat.


***


follow Ig Vhiaazara

__ADS_1


__ADS_2