SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 BERCERITA MASALALU


__ADS_3

Suasana heboh langsung hening, Delton menggenggam kuat tangannya meneteskan air matanya membuat semuanya binggung.


Vira membesarkan matanya tidak bisa melihat air mata Delton, wajahnya hitam sehingga tidak tahu mengalir dari mana.


Suara pelan terdengar, Delton menatap Viana yang memeluk lengan suaminya. Kepala Delton tertunduk meminta maaf membuat Viana kebingungan.


"Kenapa kakek menangis?" tatapan Ravi dingin, meminta Delton bicara apa masa lalu mereka.


"Saya sudah berusia delapan puluh tahun lebih, setiap hari aku menunggu kematian. Ini hukuman sehingga aku harus melihat semua orang yang aku kenal mati lebih dulu, itu sangat menyakitkan." Selama hampir enam puluh tahun menjalankan kejahatan, selalu unggul dan berkuasa.


Delton memasuki banyak negara, dan melakukan kejahatan besar. Segala kejahatan sudah dia lakukan.


Kebaikan pertama Delton menyelamatkan Viana, wanita cantik yang mengalami depresi. Meksipun Vi berdiri dengan kokoh, Delton tetap mengawasinya.


Mengenal Ammar yang dicampakkan seluruh keluarganya, bahkan dia diasingkan. Delton ingin Ammar menjadi seorang pembunuh terkuat untuk melindungi Viana, dan selalu setia.


Kesetiaan yang Ammar bawa hingga dirinya tua, tidak membawa perasaan di dalam tugasnya. Nama Viana terus dilindungi.


"Aku minta maaf karena menjadikan kamu pemimpin di jalan yang salah, kamu berhak bahagia Viana setelah banyaknya rasa sakit yang dirasakan." Berkali-kali Delton menundukkan kepalanya.


"Vi yang minta maaf karena melupakan semuanya, aku tidak bisa mengigat jelas siapa kamu." Vi menatap Ammar yang tersenyum.


"Aku sudah tua Viana, dulu kamu memanggil kakak tampan."


Winda dan Vira saling tatap langsung ingin muntah, binggung di mana letak tampannya Delton.


Viana langsung berdiri, melihat Denta yang menundukkan kepalanya. Bayi kecil yang dibawa oleh pria berbadan besar dan tinggi, kulitnya putih, matanya biru dan memiliki banyak tato.


"Dia bayi yang kamu ambil dari seorang pembunuh." Vi menunjuk Denta.


"Iya, mereka berlima anak-anak yang aku ambil dari pemimpin yang mendahului mereka. Kamu yang menggantikan ibunya Denta."


Delton menatap Ammar meminta maaf, dia juga salah cara menyelamatkan Ammar.


Senyuman Ammar terlihat dia tidak menyesal sama sekali, apa yang terjadi di masa lalu cara terbaik untuk menemukan kebahagiaan di masa depan.


"Aku harap jika aku mati, kalian bersedia untuk mengantarkan ke tempat terakhir."


"Tuan Delton, terima kasih sudah menyelamatkan Viana juga melindunginya melalui Ammar, dan membuat Bisma kembali dari pelarian. Meskipun tidak secara langsung kamu berbuat baik, semuanya berakhir baik. Kami keluarga besar akan menjaga silaturahmi ini dalam kebaikan." Bima berdiri menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Kamu masih sama Bima, setiap berbicara selalu ada kebaikannya. Kamu sukses menjaga amanah keluarga, apa kalian juga tahu jika dia ada sangkut pautnya dengan Prasetya?" Delton menatap Ar yang hanya diam saja.


"Kami tahu, dia memiliki darah keturunan Prasetya. Namanya Armand Prasetya, putraku." Rama meminta Ar menyapa.

__ADS_1


"Putra? ya dia putra Prasetya. Kamu orang hebat Ar, melebarkan sayap seorang diri. Terima kasih sudah menyelamatkan Derbi dari kegagalan." Senyuman Delton terlihat mengagumi sosok Ar.


Tatapan terarah kepada Kasih, Delton tahu jika Kasih gadis tanpa nama. Dia wanita kuat dan dan tidak ada tempat takutnya.


"Kamu sekarang hidup bebas gadis tanpa nama, perjuangan kamu sudah menemukan titik terang."


"Kakek mengenali saya?" Kasih menatap tajam.


"Emh, aku yang membiarkan kamu melarikan diri dan menyelamatkan anak-anak. Seharusnya kamu mati di sana, aku suka kamu yang pemberani."


Tatapan Delton terarah kepada Binar, gadis cantik yang diangkat oleh Bisma. Binar bukan wanita baik, tapi dia sudah memperbaiki diri.


"Aku tidak mengenali kamu?" Delton melihat Reva yang bar-bar.


"Dia gadis yang aku ceritakan Daddy, iblis yang menghacurkan bisnisku." Denta tidak menyukai Reva yang selalu unggul.


Senyuman Delton terlihat, Reva bukan wanita biasa dalam bisnis. Dia sudah ada dipuncak atas diusia muda.


Denta memperkenalkan dirinya secara baik-baik, dia memiliki bisnis di negara Paris dan menetap di sana.


Keempat putra Delton juga memperkenalkan diri, menjelaskan letak bisnis mereka yang tidak menjalankan bisnis ilegal lagi.


"Boleh Bima bertanya kenapa anak-anak kandung diasingkan?"


Suara tawa Delton terdengar, apa yang terjadi pada Dewi sangat Delton sesali. Pertama kalinya Delton jatuh cinta dan menikahi seorang wanita.


Sebelum meninggal Delton sudah berbicara berdua, dengan rasa terpaksa Delton akan meninggalkan para wanitanya.


Suatu kejadian tidak terduga, istrinya berpelukan dengan lelaki lain meskipun hanya adiknya, Delton tidak suka berbagi. Delton mencampakkan wanitanya dan membunuh keluarganya sampai akhirnya dia bunuh diri.


Sampai pemakaman mereka tidak pernah bertemu, Delton hanya menerima surat meminta kedua anaknya Delon dan Dewi hidup bebas.


Kedua anaknya angkat kaki dari istana mewah mereka, usia Delon baru lima belas tahu sedangkan Dewi delapan tahun.


Delon meminta ayahnya menganggap mereka mati dan jangan pernah membantu kesulitannya, dan seorang lelaki harus tepat janji. Delton menghapus kedua anaknya dan menganggapnya mati.


"Aku tidak pernah jatuh cinta lagi."


"Siapa lelaki yang bersama istri anda?" Jum mendadak penasaran.


"Adiknya, aku membunuh mereka semua."


"Luar biasa, itu baru namanya mafia. Tidak bertanya lagi langsung habisi." Winda dan Bella bertepuk tangan.

__ADS_1


"Anda pasti menyesal? sebenarnya kakek juga ingin bunuh diri mengikuti istri anda, tapi tetap bertahan hidup untuk mendapatkan hukuman." Vira tersenyum, hati sudah mati untuk memiliki perasaan.


Kepala Delton mengangguk, dia akan mengawasi Dewi dan membawanya pergi jauh. Menitipkan Lin untuk hidup bahagia.


"Steven, jika kamu kecewa kepada Lin marahlah kepadaku. Biarkan aku merasakan kemarahan itu."


"Aku tidak akan pernah marah, apalagi menyakiti putriku. Dia wanita yang akan aku jaga sampai mati." Stev tersenyum mengusap kepala Lin.


"Windy, jika kamu ...."


"Lin akan bahagia bersama kami, jangan lakukan apapun dan tetaplah diam untuk melihat Lin bahagia." Windy tersenyum menatap Delton yang menganggukkan kepalanya.


"Ayah sudah saatnya kita pergi." Derbi menatap Delton yang tersenyum.


"Kalian semua jaga diri dan tetaplah bahagia."


"Kakek, ini siapa?" Lin menunjukkan foto pernikahan ayah ibunya.


Delton melihat jelas foto anak dan menantunya, Delton meminta satu foto untuk kenang-kenangan.


"Ini Kakek, tapi Delon mengusir dan meminta kakek tidak muncul dalam keluarganya. Bahkan Kakek tidak punya kesempatan untuk berkenalan dengan ibu kamu." Delton menangis memeluk foto anaknya.


***


Mata Wira terbuka, dia sangat penasaran di tempat pertemuan yang sangat lama. Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


Wira keluar melihat Asih mondar-mandir, langsung melangkah ingin keluar.


"Asih, ke mana?"


"Kak Wira, Asih ingin melihat pertemuan."


"Ya sudah, kita pergi berdua."


Raka juga langsung keluar ingin ikut, Elang juga tidak tidur dan ingin melihat juga.


Wira menghela nafasnya melihat Ning, Em, Bulan dan Arum sudah terbangun. Membawa jaket bersiap untuk pergi.


Bintang, Virdan dan Arwin juga ingin ikut. Wira kebingungan dengan nasib twins V, tapi tidak mungkin membawanya.


"Kalian banyak sekali, ayo kita pergi." Wira mengintip sebentar.


***

__ADS_1


DONE 3BAB


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


__ADS_2