
Tookk tookk tookk.. suara ketukan pintu..
Masuk jawab yang di dalam..
Pintu dibuka, masuklah seorang pria tampan dengan senyuman diwajahnya, dan yang di dalam membalas dengan tersenyum juga.
" selamat siang tuan muda" sapa Bima.
" siang kak Bim" jawab Rama.
" ayo masuk kak, dan silahkan duduk" ucap Rama yang juga pindah duduk ke sofa.
" aku datang dengan kabar baik dan buruk serta sebuah kejujuran" ucap Bima.
" kenapa seperti drama" jawab Rama.
" mau yang mana lebih dulu" tanya Bima.
" buruk" jawab Rama.
" berita buruknya, Brit menghilang ada orang yang kuat di belakangnya, yang pasti ingin kamu jatuh" ucap Bima.
" kabar baiknya, perusahaan xx berada di bawah kendali LOVER" ucap Rama.
" iya, lebih tepatnya bergabungnya perusahaan xx yang sejak dulu ingin kamu mundur, tapi sekarang jatuh di bawah kendali LOVER membuat banyak perusahaan ingin mengajukan kerjasama dan dipastikan perusahaan LOVER berada dalam daftar urutan 10 besar perusahaan sukses." jelas Bima.
" kejujuran apa yang ingin kamu katakan" tanya Rama.
" sebelum saya mau minta maaf tuan muda dan izinkan saya berbicara bukan sebagai bawahan tapi sebagai seorang kakak" pinta Bima.
" aku izinkan" jawab Rama.
Kakak minta maaf karena baru bisa mengatakan nya sekarang, sebenarnya kakak mengenal baik istri kamu Rama, saat SMA kakak satu kelas dengan nya sampai kami kuliah, Sebenarnya kakak tau Vi menyukai kakak, tapi aku tidak bisa membalas perasaan nya, status kami berbeda jauh, dia seorang putri di sebuah istana, tapi aku siapa aku. Aku terlalu menyedihkan di depan keluarganya.
Saat Viana terpuruk karena kehilangan kakaknya, disana juga aku menyakiti nya, aku menikah dengan sahabat satu-satunya yang dia miliki. Setelah itu kami menghilang.
Sejak kejadian itu Viana berubah, menjadi wanita keras, egois, arogan setiap hari mabuk-mabukkan, bahkan dia banyak menghancurkan perusahaan, kemampuan Vi dalam bisnis membuat banyak pesaing tunduk, Vi sangat kejam dan tidak mempunyai belas kasihan. tidak ada teman dalam hidupnya, apa lagi Cinta.
Alasan kakak mengatakan ini karena suatu hari kami pasti bertemu, kakak tidak mau kamu salah paham, kamu harus tetap bersama Vi, karena hanya kamu yang bisa mengendalikan nya.
" mana istrimu" tanya Rama.
" kami bercerai setelah satu tahun menikah" jawab Bima.
__ADS_1
" kamu mencintai Vi," tanya Rama.
" ya , aku mencintai nya, maafkan aku Rama tapi aku tidak akan menggangu rumah tangga mu" jawab Bima.
" bagaimana jika Vi yang ingin kembali padamu" tanya Rama..
" mustahil Ram, Vi bukan wanita seperti itu" jawab Bima.
Tiba-tiba pintu terbuka dengan suara Teriakan yang membuat Rama dan Bima terjangkit kaget.
" hubby" ucap Vi yang langsung terdiam melihat seseorang yang dia kenal bersama Rama.
Rama juga memperhatikan tatapan Viana yang terkejut melihat Bima entah mengapa ada raya nyeri di dadanya, kecewa sudah pasti. orang kepercayaan nya orang yang membimbingnya dialah pria yang pernah hadir di hati istrinya.
Bima undur diri dan melangkah pergi yang membuat Rama lebih terkejut Viana meninggalkan nya, demi mengejar Bima yang dipanggilnya Bram mengapa Bima bisa menjadi Bram apa itu panggilan sayang mereka, kondisi yang sangat menyebalkan, bahkan Viana tidak menatapnya sama sekali.
....
Bima berhenti di depan meja Andin dan melihat wajah Andin yang sudah menangis dan memegang kepalanya.
" Viana kau tidak berubah," ucap Bima dalam hati.
" mas Bram tunggu" ucap Vi yang juga berhenti didepan meja Andin yang membuat Andin menundukkan kepalanya.
" mampus belum, hubby" ucap Vi yang langsung lari masuk tanpa melihat Bima dan Andin.
Bima hanya tersenyum melihat tingkah Viana yang sudah mulai kembali seperti dulu, dan sepertinya Rama berhasil mengisi keberadaan Andri dan diriku" batinnya Bima dan langsung menatap Andin.
" apa yang melukai mu Nona," tanya Bima yang mendapatkan anggukan dari Andin.
" pasti kau yang mulai, jangan sentuh, membicarakan, atau apapun yang bersangkutan pautannya dengan miliknya jika kamu tidak mau tulang belulang mu patah" ucap Bima yang melangkah Pergi.
....
Didalam ruangan nya Rama memasang wajah kesal, dia berdiri bersandar di depan meja kerjanya dengan tangan di lipat di dada, kepalanya menunduk kebawah.
Tanpa ketukan pintu dibuka dengan kuat dan cepat membuat Rama perlahan menggakat kepalanya.
" hubby" ucap Vi yang masuk langsung mendekati Rama ingin memeluk nya tapi ditahan oleh Rama.
" hubby marah ya, maaf... akan aku jelaskan" ucap Vi yang memelas.
" mengapa kembali? lanjutkan acara kejar-kejaran kalian," ucap Rama.
__ADS_1
" silahkan keluar Vi, aku masih ada kerjaan" ucap Rama yang melewati Vi, kembali duduk di kursi kerjanya dan membuka berkas yang belum selesai.
Viana yang melihat sifat Rama ada rasa ingin tertawa, ada rasa kesal karena disuruh pergi, terlihat lucu Rama seperti nya sedang cemburu.
" apa hubby cemburu, jika memang iya, kenapa lucu sekali" batin Vi yang menahan senyum melihat wajah Rama yang dingin.
Vi bukannya pergi tapi memutari Meja kerja Rama, mengambil berkas Rama menutup nya dan menyingkirkan nya, lalu duduk dipangkuan Rama.
" turun Vi," kejar saja si Bram atau si Bima mu itu" ucap Rama dengan membuang wajahnya.
" hehehe.. Bima Bramasta hubby" ucap Vi.
Vi langsung meletakkan kepalanya di dada Rama.
" hubby cemburu, " tanya Vi sambil mengelus dada Rama.
Rama menahan tangan Vi, coba mengangkat tubuh Viana, tapi Vi mengantungkan tangan nya dileher Rama, Rama langsung berdiri begitupun dengan Vi yang masih mengalungkan tangannya di leher. Vi langsung duduk di meja kerja menarik kepala Rama mendekati nya.
" hubby jangan cemburu, tapi tidak apa cemburu itu artinya hubby mencintai aku" ucap Vi yang mendaratkan ciuman ke bibir Rama.
Rama hanya diam, Vi kembali menciumi Rama dan lebih dalam membuat Rama terbuai juga meletakkan tangannya ke pinggir Meja dan membalas ciuman Vi yang semakin dalam..
asik berciuman Rama dan Viana lupa jika mereka masih di kantor, adegan mereka menjadi tontonan gratis untuk Ivan dan Romi yang datang ke kantor Rama atas permintaan Rama.
Setelah Vi dan Rama kehabisan nafas barulah ciuman mereka berakhir, sedangkan Ivan dan Romi sudah duduk di sofa menatap mereka.
" sudah selesai belum" tanya Romi yang membuat Vi dan Rama kaget langsung melihat kearah mereka.
Rama dan Viana saling tatap..
" mengapa kalian disini" tanya Vi.
" Rama yang minta, mana tau kalau kami dipanggil untuk menonton adegan mesum kalian" ucap Romi.
" kalian mau melanjutkan, kita pergi ne, biasanya kan sudah ciuman turun turun turun" ucap Ivan dan tiba-tiba sebuah pulpen mendarat di jidatnya.
Rama langsung melangkah mendekati sofa duduk didepan Ivan dan Romi. sedangkan Viana masih duduk di meja dengan wajah cemberut.
" dasar dua kurcaci, bisanya mengganggu saja" Gumam Vi.
...
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...