SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
AKU BUKAN PEMBUNUH


__ADS_3

Mobil sudah sampai di restoran, Viana dan Rama langsung turun melangkah masuk diikuti Bima, hanya Bisma yang masih diluar.


Bisma menghubungi Ammar dan mengirimkan lokasi mereka, Bisma takut Ammar mengabaikan pesannya karena itu bukan perintah Vi, diluar sedang tegang tapi Viana di dalam asik memeluk Legan Rama.


"Bagaimana aku memerintah Ammar," gumam Bisma kebingungan mencari solusi.


"Bergeraklah, Bos Vi bilang jika sampai melihat mereka di hadapannya. Dia akan membunuh kita semua." Tulis Bisma dan sambil tertawa.


Ammar yang mendapatkan perintah dari Bisma hanya mengerutkan keningnya, sebelum Bisma memberi kabar, Ammar sudah mendapatkan kode dari Viana. Dengan cepat bergerak dan membereskan mereka semua.


"Nona, aku tidak akan membiarkan orang mengetahui wajahmu," gumam Ammar.


Seseorang masuk dengan mendobrak pintu, membuat Ammar mengarahkan senjatanya kehadapan lawan, tapi langsung menurunkannya karena yang muncul ternyata Mita.


"Apa ada yang mengetahui wajah Viana?" tanya Mita.


"Hampir, tapi aku sudah membereskannya." Ucap Ammar tajam.


"Syukurlah, Jangan sampai musuh mengetahui wajahnya, mintalah Laura kembali dari liburan panjangnya untuk mengawasi Viana."


"Laura sudah meninggal, identitas nya yang mengantikan posisi Viana terlacak dan dia terbunuh,"


"Apa Viana tahu?" Tatap Mita tajam karena berita sebesar ini dia bisa tidak mengetahuinya.


"Pastinya, Viana sudah memperingatinya, tapi diabaikan."


....


Didalam restoran sudah terdengar suara berisik anak-anak ABG yang saling ejek dan tertawa, Rama memberikan salam dan tersenyum kearah mereka semua yang terdiam melihat Rama lalu berlari ingin memeluk Rama karena rasa bahagia, akhirnya Rama Kembali tapi sayang sebelum mereka tiba Viana sudah lebih dulu memeluk Rama dengan kuat tidak mengizinkan siapapun menyentuh suaminya.


"Tante Vi!" teriak mereka bersamaan.


Rama hanya tertawa melihat kekesalan temannya karena ulah Viana, Rama mengelus punggung Viana yang masih memeluknya erat.


"Kalian dilarang keras menyentuh Hubby," ucap Vi. Memandangi wajah ABG yang ingin berpelukan dengan Rama.


"Viana! ayo duduk sini," ucap Rama menghentikan sifat posesif Vi.


"Ram, ternyata Tante Viana benar, Lo masih hidup. Sumpah gue seneng banget liat Lo masih bersama kita," ucap Ivan mengusap matanya.


"Terimakasih kalian setia menemani Viana saat aku pergi." Ucap Rama tersenyum melihat kesetiaan sahabatnya.


"Hubby tahu dari mana? Vi tidak pernah bersama mereka!"

__ADS_1


"Saat selesai pemakaman kami tidak ada yang pulang kak Vi, kami semua di kamar kakak tapi kakak seperti patung tanpa ekspresi." Sahut Reva juga bersedih jika teringat hari pemakaman.


"Ya maaf, kalian harus tahu. Aku dulu pernah gila," ucap Viana tersenyum seperti orang bangga saja pernah jadi orang gila.


Romi yang sedang minum terjangkit kaget mendengar ucapan Viana dan menyemburkan air di mulutnya ke hadapan Ivan yang sedang mengunyah roti bakar.


Ivan langsung berdiri dari duduknya dan berlari ke arah kamar mandi, sungguh menjijikkan batin Vi.


"Seriusan Tan!" tatap Romi.


"Ya, Mengapa tidak percaya?"


"Viana! Masalalu buat menjadi pelajaran, Mulai sekarang jadilah dirimu jangan pedulikan masalalu mu." Pinta Rama sambil mengelus rambut Vi.


"Hubby, tidak akan meninggalkan Viana, walaupun Viana gila!"


"Tidak Vi, kecuali kamu membunuh." Jawab Rama dengan nada bercanda.


Viana yang mendengar kata membunuh Langsung shock begitu juga Bima yang mendengarkannya, jika Rama tahu siapa Viana apa dia masih ingin bertahan.


Makanan tiba semua orang makan dengan lahap, sambil sesekali bercanda. Viana hanya diam memakan makanan perlahan, dia masih memikirkan ucapan Rama.


Bisma tiba didalam langsung duduk didepan Bima dan memakan makanan Bima tanpa permisi,Bima Hanya membiarkanya karena pikirannya masih memikirkan ucapan Rama, dia tahu persis Vi sejak 10tahun yang lalu Vi menjadi orang mengerikan semua karena kehilangan kakaknya, pengkhianatan Brit, juga dirinya yang pergi meninggalkannya.


"Tenanglah Viana, kamu bukan pembunuh dirimu sudah lama meninggalkan dunia gelap yang menjalankannya si Laura bodoh yang menggunakan identitas dirimu. Rama tidak akan meningkatkan aku, dan aku tidak akan membiarkan Rama pergi dari hidupku lebih baik aku mati dari pada aku kehilangan untuk kesekian kalinya." batin Vi.


"Gue oke aja tapi Rama sudah menikah mana boleh sebebas kita," ucap Septi.


"Vi, mau ikut ke pantai. Kalau kamu mau kita pergi," ucap Rama memandangi wajah Vi.


Bukan hanya Rama yang menanti jawaban Viana tapi semua anak ABG berharap Viana setuju dengan usul Satya untuk ke pantai pakai motor.


"Pakai motor ya!"


"Iya ...."


"Vi mau banget Hubby," ucap Vi tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan naik motor.


Semuanya bernafas lega, mereka pikir Vi akan meminta pakai mobil takut panas rupanya dugaan mereka salah dia yang paling bersemangat untuk pergi besok.


"Ayo kita pergi!" pinta Viana.


Semua menatap Viana heran, pergi nya besok tapi Vi sudah semangat nya sekarang.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Rama.


"Besok kita pergi pakai motor, jadi ayo beli motor," ucap Vi menarik tangan Rama.


"Hahaha ... Viana! aku sudah punya motor dirumah, kita pakai yang itu saja," ucap Rama geleng-geleng melihat antusias Vi.


Makan siang mereka selesai Rama dan Bima akan kembali ke kantor, Viana juga akan kembali ke perusahaan nya, tapi berbeda mobil dengan Rama karena arah mereka berbeda, Rama dan Bima juga Ivan satu mobil dan pergi duluan.


Romi dan Satya juga Septi balik ke kampus, masih sisa Bisma, Reva dan Viana.


"Ayo Reva kita kembali ke kantor," ucap Vi.


"Kak Vi, Mengapa Reva tidak balik saja ketempat lama?" tanya Reva.


"Kamu tetap di sisiku Reva, kita berbagi tugas jika aku sibuk kamu yang gantikan, dan kebalikannya jika kamu kuliah aku yang akan menggantikan."


"Mengapa kak Vi begitu baik padaku, padahal aku banyak kekurangannya."


"Karena aku melihat diriku padamu hanya bedanya aku hidup dalam kemewahan, sedangkan kamu hidup dalam kesusahan, aku tidak merendahkan dirimu Reva hanya saja aku kagum pada kecerdikan mu."


"Terimakasih kak Vi, kau menjadi inspirasi ku." ucap Reva penuh rasa kagum pada sosok Viana walaupun terkadang Vi sangat menakutkan.


"Kamu akan melihat keburukan diriku, apapun yang kamu lihat, rahasiakan dari Rama."


Mobil Vi yang dikendarai oleh Bisma masuk ke dalam sebuah gedung dan disana sudah beberapa orang menunggu kedatangannya, Reva binggung melihat banyak orang berbadan besar dan berotot wajah menyeramkan ada Di sana.


Mereka semua memberikan hormat kepada Viana.


" Pergilah kalian semua, kembalilah jika aku memanggil kalian, karena sekarang semuanya sudah aman, suamiku sudah kembali dan untuk masalah kecil aku bisa mengatasi nya." tatap Vi tajam ke arah Ammar yang mengerti semua perkataan Vi.


Viana kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka ke kantor..


"Bos Vi, mereka semua sudah kembali ke alam bebas, lalu bagaimana dengan diriku." ucap Bisma.


"Kau tetap bersamaku," ucap Vi membuat Bisma menghela nafas panjang.


"Kamu ingin bertanya sesuatu Reva, siapa aku?" tanya Vi.


"Tidak kak, Reva akan menunggu sampai kakak siap menjelaskan nya."


"Bagus, itulah alasanku memilih dirimu Reva, dibalik sifat kamu yang centil dan konyol kau bisa diandalkan."


....

__ADS_1


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...


__ADS_2