
6 kendaraan bermotor beriringan sudah hampir tiba di pantai, Air laut yang sedang surut terlihat dari kejauhan.
"Hubby Viana berdiri ya, mau lihat laut." Pinta Viana sambil mencium pipi Rama.
"Iya, berpegangan dipundak Vi, hati-hati." Jawab Rama sambil memegang tangan Viana yang ada di pundaknya.
Viana berdiri sambil berteriak melihat keindahan lautan dan pemandangan yang sangat indah.
"Asli bikin malu tingkahnya bos Vi." Ucap Bisma.
Jum yang dibonceng Bisma memegang pundaknya dan mengalungkan tangannya di leher Bisma dan ikut berdiri, Jum tersenyum bahagia melihat keindahan alam, tapi tidak dengan Bisma wajahnya sudah ditekuk, dia malu melihat tingkah wanita ini.
Melihat Jum dan Viana berdiri, Reva, Sisi, Clara, dan Septi juga berdiri mereka semua berteriak meluapkan semua rasa lelah, penat yang ada dipikiran mereka.
"Hubby love you, emuachh!" Viana melingkarkan tangannya di leher Rama sambil memeluknya.
"Love you too Vi," balas Rama sambil mengelus rambut Viana.
Rombongan akhirnya sampai, karena matahari yang sangat terik, Rama memesan tempat khusus mereka untuk bersantai, dan memesan makan siang.
Viana membuka tas ranselnya yang dia dukung, Vi melihat ada mukenah, padahal dia tidak pernah memasukan mukenah kedalam tasnya, Vi menatap Rama sambil tersenyum, dia paham Rama yang melakukan nya, mau pergi kemanapun Rama tidak pernah melupakan ibadahnya.
Vi mengambil body-lotion memakaikannya di tangan kaki serta wajahnya agar aman dari sinar UV yang membuat kulitnya menghitam.
Viana juga memakainya ditangan Rama dan wajahnya, Rama diam saja melihat tingkah Vi.
"Apa itu Tan?" tanya Romi penasaran melihat benda yang dipegang Viana.
"Mau! ambilah." Ucap Vi tersenyum dan memberikan ke telapak tangan mereka semua.
"Jum gak usah Non," ucap Jumi merasa aneh melihat benda yang dipegang Viana.
Vi meletakkan ditangannya dan mengusapkannya pada tubuh Jum dan juga wajah Jum, walaupun Jumi berkali-kali menolak.
" Menjaga kecantikan itu penting! seorang wanita harus pandai merawat diri, jika kamu mengabaikannya kulit kamu bisa rusak, berminyak, gosong, kalau masih menolak aku lempar kamu kelautan." Ucap Vi tegas.
Semuanya duduk menikmati pantai yang sangat tenang, para wanita sibuk foto-foto cantik dan tertawa riang.
Sedangkan yang laki-laki bermain gitar dan bernyanyi.
__ADS_1
"Pinjam, pelit banget jadi orang. Kamu mau mati ditimpa kacamata." Teriak Viana berebut kacamata dengan Septi.
"Jangan kacamata Vi, mendingan mati ditimpa duit, yang ditinggalkan jadi punya uang pesangon." Ucap Sisi tertawa.
"Enak saja, Siapa suruh tidak membawa sendiri!" balas Septi kesal.
"Sudahlah, tinggal pakai bergiliran juga repot banget!" Ucap Clara yang mengambil kacamata dari tangan Viana.
"Kak Vi! pakai punya Reva saja." Ucap Reva menyerahkan kecamatan ke Viana.
"Ogah! itu kacamata orang buta." Teriak Viana yang membuat semua orang tertawa, dan Reva langsung cemberut melihat kacamata.
"Tapi Non Vi, itu kacamata seperti punya kakek Jum, kacamata rabun." Ucap Jum menimpali membuat gelak tawa semakin menjadi-jadi.
"Lagian Lo ngapain Rev bawa kacamata gituan," tanya Septi mengambil kacamata ditangan Reva dan memakainya.
"Gue tadi masukin kacamata gaul warna kaca biru, mana tahu malah kacamata rabun." Jawab Reva berpikir pasti ulah adiknya yang menukar kacamatanya.
"Liatin gue udah kayak nenek-nenek." Gaya Septi mempraktekkan jalan nenek-nenek menggunakan kayu sambil memakai kacamata Reva.
Semuanya tertawa melihat aktraksi Septi yang konyol.
....
Mereka semua berkumpul untuk makan siang dengan menu khas laut, ada udang, cumi, kepiting, berbagai jenis ikan. Semua makan dengan lahap sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah dan rambut mereka.
"Hubby, Viana mau bawa motor ya," ucap Vi sambil menelan makanannya membuat Rama menghentikan makannya melihat kearah Vi.
"Kamu tidak bisa bawa motor Viana."
"Tapi Vi lancar membawa sepeda Hubby."
"Ram, mendingan Lo lempar istri Lo ke laut, kesel gue denger dia ngomong." Ucap Ivan.
Rama menyudahi makanya, menghadap kearah Viana, sambil memegang pipi Viana.
"Viana sayang, sepeda dan motor beda cara pakainya, sepeda hanya di kincang, tapi motor harus memasukkan gigi juga ada gasnya.
"Serem sekali tuan muda, Mengapa kita harus memasukkan gigi tidak takut ompong." Ucap Jum membuat Rama menghela nafas sedangkan yang lainnya sudah guling-guling memegang perut tertawa.
__ADS_1
"Asli kak Viana benar, otak Jum macet." Hahaha tawa Reva terdengar ngakak.
Jum binggung melihat semua orang tertawa, tatapan mata Viana sinis kearah Jum, kesal hatinya konyol sekali otak Jum, kalau pakai motor membuat ompong tidak ada yang mau membeli motor.
"Non Vi, jangan tatap Jum seperti itu. Seharusnya Non Vi bilang kalau mau bawa gas dari rumah, disini tidak ada jual gas Non."
Viana mengelus dadanya, sabar Viana nanti cepat tua, Jum manusia kampungan dari zaman purbakala, dari zaman kera atau zaman batu.
"Liburan kali ini kita olahraga wajah ya, lucu banget." Ucap Romi belum berhenti tertawa.
Rama tidak mau lagi menjelaskan soal motor, dia akan terlihat seperti guru konyol didepan Jum.
....
Hari sudah sore matahari sudah tidak terlalu panas, ada yang asik Selfi, ada yang bermotor berkeliling, berlari-lari saling bercanda dipinggir pantai. Viana sedang bersender di pundak Rama sambil mendengar Rama memetik senar gitar sambil bernyanyi membuat Viana tersenyum, ini sangat romantis.
Sumpah ku mencintaimu, sungguh ku gila karena mu.
Sumpah mati hatiku untukmu, tak ada yang lain.
Mati rasa ku tanpamu, henti nafasku karena mu.
Sumpah mati aku cinta.
author• Udah lanjut sendiri ya, lagu dari seventeen Sungguh ku mencintaimu.
"Suara Hubby bagus, pinter juga main gitar, nanti kita anak cowok saja Hubby, biar seperti Hubby pasti menyenangkan memiliki dua laki-laki tampan, pintar, dan baik seperti Hubby"
"Mau cowok ataupun cewek sama saja Viana, mereka akan menjadi buah cinta kita. Dan dia kan menjadi hadiah terindah serta ujian dalam rumah tangga kita, Mengapa ujian karena kita harus ekstra sabar menasehati, mendidik, mengajarinya agar menjadi orang yang berguna."
"Hubby, kami sangat beruntung memiliki Hubby. Maafkan Viana jika masih manja dan kekanakan, Hubby juga harus ekstra sabar menghadapi Vi."
"Kamu juga hadiah terindah Vi, kehadiran kamu banyak membawa perubahan, aku mempunyai tujuan yang lebih jelas, punya kebahagiaan yang menanti, aku tidak terganggu dengan sifat kamu yang manja, bermanja-manja lah hanya kepadaku."
"Hubby! terimakasih sudah membuat seorang Viana jatuh cinta,"
"Terimakasih juga sudah membuat seorang Rama jatuh cinta,"
....
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..