SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 RAHASIA KASIH KARIN


__ADS_3

Keributan di dalam kamar masih terdengar, Ravi tertawa melangkah keluar diikuti oleh Ravi untuk kembali ke rumah.


"Kasih bersikap baiklah kepada keluargaku, jangan sampai mereka tahu rahasia pernikahan kita. Jika sampai tahu, kamu akan kehilangan segalanya."


"Iya tapi kamu juga sudah janji tidak akan menyentuh aku tanpa izin."


"Sepakat." Ravi dan Kasih bersalaman.


Kasih menatap Ravi yang berdiri santai di sisinya, tidak terlihat wajah sedih, kecewa, marah dengan kenyataan yang sedang terjadi di dalam pernikahan.


"Ravi kenapa kamu tidak memukul aku, menampar, membenci aku yang sudah membohongi kamu?"


"Kalian orang yang sama, aku mengagumi kecantikan kamu yang hampir tidak ada bedanya. Aku juga tidak tahu jatuh cinta kepada Kasih atau Karin."


"Kamu dan Karin memiliki banyak kenangan yang sangat romantis, dia juga tulus mencintai kamu."


"Tapi cinta aku berawal dari wanita gila, katrok yang menghina aku dan memberikan julukan Playboy cap kapang."


"Kamu bukan hanya playboy tapi pria mesum."


Ravi tertawa, menatap Kasih yang memang sangat berbeda. Kasih yang sekarang tidak banyak bicara, tatapannya tajam, dingin dan jutek, wanita yang membuat Ravi rindu saat pertama mereka bertemu.


"Di mana Karin?"


"Aku belum berhasil menemukannya, tapi yang pasti Karin harus secepatnya kembali aku tidak bisa menjalani kehidupan dua orang sekaligus."


"Siapa orang yang ingin menyingkirkan wanita yang aku cintai, musuhku atau musuh kalian?" Ravi berjalan mengandeng tangan Kasih, membukakan pintu mobil.


"Aku tidak tahu tapi yang pasti ada sangkut pautnya dengan Cinta. Wanita ular yang tidak tahu terima Kasih, jika aku tidak memikirkan ibu, mungkin sudah lama dia aku singkirkan."


"Hidup kalian penuh kebohongan Kasih, pasti Tama dan ibu tidak mengetahui tentang kamu dan Karin?"


"Ya, hanya Cinta dan bapak yang tahu."


"OMG, aku memimpikan pernikahan penuh kebahagiaan, terus kita saling mencintai, cepat mempunyai anak dan happy ending tapi kenyataannya aku sendiri tidak tahu Kasih dan Karin yang mana yang aku cintai?" Ravi memukul setir mobilnya.


"Maaf, kamu cukup mencintai Karin, aku hanya hidup dalam nama tapi sesungguhnya aku sudah mati. Sedangkan Karin namanya mati tapi dia hidup."


"Kalian bertukar posisi saat aku di kantor, Karin bekerja sebagai OG dan dia juga yang aku cium." Ravi bertepuk tangan.


"Pasti kamu memiliki banyak pertanyaan, tapi yang pasti aku mengetahui apapun yang terjadi kepada Karin begitupun sebaliknya."


"Karin bisa bela diri?"


"Bisa, tapi saat kejadian di rumah aku juga berada di sana, jika aku tidak datang mungkin Karin akan terluka. Aku tidak mudah percaya dengan siapapun tapi Karin dia wanita baik. Cinta wanita brengsek, bermuka dua."


"Sudahlah kita hadapi perlahan, untuk sekarang kamu harus Ikuti semua peraturan yang aku buat. Kamu harus ingat jika kita sudah menikah, dan bersikaplah seperti seorang istri."

__ADS_1


Kasih hanya menggagukan kepalanya, melihat Ravi dari dekat sungguh membuat Kasih merasa bersalah. Tapi keputusan Ravi tetap diam demi keluarganya, sedangkan Kasih bersedia menjadi istri agar namanya tetap hidup dan posisi Karin tetap aman.


Senyum Kasih terlihat walaupun dia tidak menatap Ravi, bocah tengil yang dulu melamarnya saat berada di mobil, sekarang menjadi pria dewasa yang menepati janji untuk menikah Kasih.


"Karin kamu jatuh cinta kepada Ravi dengan mudah, posisi kita yang terus bertukar sejak 10 tahun yang lalu membuat banyak kebohongan, hal yang paling buruk kita lakukan menyakiti Ravi dan keluarga besarnya." Batin Kasih di dalam hati.


"Aku tidak perduli Karin dan Kasih, salah satu dari kalian harus bertanggung jawab untuk menjadi istriku. Perlahan aku akan menemukan rahasia kalian berdua yang tersembunyi bahkan dari keluarga kalian sendiri." Gumam pelan Ravi di dalam hatinya.


Mobil Ravi masuk ke pekarangan rumahnya, Viana Reva dan Jum sudah menunggu dan langsung memeluk Kasih.


"Mommy sudah mempersiapkan jadwal juga rencana honeymoon kalian sayang, tapi sepertinya Vira geng bakal mengganggu."


"Terima kasih Mom, Kasih ikut saran Mommy, Mami dan Bunda."


"Bagaimana malam pertamanya?" Reva menatap Kasih yang langsung menunduk.


"Aiishh gagal." Reva tertawa mengelus pipi Kasih.


"Tidak masalah sayang sudah tradisi keluarga kita, tidak ada malam pertama yang akan lancar."


"Sudah jangan dengarkan Mami, kamu langsung masuk kamar."


Kasih tersenyum langsung berlari ke lantai atas untuk masuk ke dalam kamar Ravi. Kasih menatap lukisan masa kecilnya, juga lukisan Kasih yang terpajang.


"Ini punya Kasih, kenapa bisa ada di sini?" Kasih melompat kecil karena kesenangan melihat lukisannya.


"Jadi lukisan jadul itu milik kamu?"


"Ya ini lukisan pertama Kasih, di beli oleh seorang paman ganteng, tapi mengapa bisa ada di sini?"


"Paman yang membelinya Uncle Bima, tapi saat melihatnya aku langsung jatuh cinta dan ingin memilikinya."


"Ini lukisan Karin?"


"Jangan sebut namanya, panggil Kasih 2 agar tidak ada yang curiga."


"Baiklah,"


"Kalian berdua bisa melukis."


"Iya, tapi aku hanya sekedar hobi, berbeda dengan Kasih 2 yang memang ahli dan cepat belajarnya."


"Ohhh jadi Karin gadis jenius sedangkan kamu bobroknya?"


Kasih langsung menonjok perut Ravi dengan sikunya, Ravi langsung meringis menahan sakit. Tatapan mata Kasih tajam tidak menerima di bidang bobrok.


"Dasar perempuan katrok, kamu menyakiti suami sendiri."

__ADS_1


"Suami yang baik tidak menghina istrinya!"


"Cepat bereskan baju aku, kita hari ini langsung pindah rumah."


"Kenapa? kita tidak tinggal di sini?"


"Aku memiliki rumah sendiri, cepat masukkan ke dalam koper."


"Tapi tidak baik berduaan di rumah."


"Kita suami istri katrok!"


Kasih langsung mengambil koper, Ravi mulai mengeluarkan bajunya yang sering dia gunakan. Kasih kesal melihat Ravi yang ingin tinggal berdua.


"Ravi aku tidak bisa masak, beres-beres, mencuci, membersihkan rumah."


"Apa untungnya aku menikahi kamu?" Ravi menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada untungnya, kita harus menggunakan berapa asisten."


"Tidak ada asisten, kamu urus rumah sendiri, memasak dan bertugas mengurus rumah tapi kalau kamu ingin menggunakan asisten boleh saja dengan syarat.


"Syaratnya apa?"


"Saat kamu hamil, aku akan menyiapkan lima asisten."


Kasih menatap sinis, menyentuh perutnya yang rata. Ravi memperhatikan dan tersenyum lucu. Awalnya Ravi menggagap pernikahan bencana tapi melihat Kasih yang sekarang membuat suasana hati Ravi selalu senang.


"Kasih kamu punya pacar?"


"Tidak, aku mengagumi ustadz Yusuf, tapi dia tidak pernah bisa aku gapai."


"Lupakan dia, karena hanya ada Ravi di dalam hati, kepala dan ingatan kamu."


Kasih mengambil bantal ingin memukul kepala Ravi, tapi saat Ravi menoleh Kasih berpura-pura sedang mengangkat beban.


"Cepatlah Kasih."


"Iya sabar ondel-ondel."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***

__ADS_1


__ADS_2