SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 KUMPUL KELUARGA


__ADS_3

Mobil Ravi berhenti tepat di pemakaman bapak Kasih, sebelum menikah Ravi dan Kasih meminta doa restu agar hidup bahagia, keduanya berjalan mendekati nisan, air mata Kasih langsung menetes.


Ravi membacakan doa untuk dilapangkan kubur bapak, di berikan surganya Allah. Kasih juga menutup matanya berdoa dalam diam.


"Bapak Kasih datang, mohon doa restu semoga Kasih menjadi istri yang baik, menjadi ibu yang baik. Bapak tenang di sana, di setiap sujud Kasih selalu akan mendoakan bapak agar ditempatkan dengan orang-orang yang beriman." Kasih terus menangis, bersyukur menjadi putri bapaknya yang sangat menyayanginya.


"Bapak terima Kasih pernah baik kepada Ravi, menolong Ravi sampai bertemu Daddy, mohon doa restu pak, Ravi akan berusaha menjaga Kasih, mencintainya, memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Nama bapak akan selalu kami sebut di setiap doa. Hanya kata terima Kasih yang bisa Ravi ucapakan, semoga Allah membalas setiap kebaikan bapak semasa hidup, kami hanya bisa mengirimkan doa agar bapak tenang. Ravi akan berusaha menjadi suami yang baik, dan Ayah yang bertanggung jawab." Batin Ravi dalam kesedihannya.


Setelah berdoa Ravi dan Kasih menaburkan bunga, barulah keduanya bergandengan tangan untuk pergi dari pemakaman.


"Ravi terima kasih kamu masih menyempatkan diri untuk menyapa bapak, padahal waktu kita sudah sangat mepet."


"Dia juga orang tua kita, Daddy selalu mengajari Ravi untuk mendahulukan keluarga, apapun yang dilakukan harus dengan doa dan restu orangtua. Makanya aku ingin meminta restu kepada bapak."


"Terima kasih Abi."


"Coba panggil lagi," Ravi gemes mendengar panggilan Kasih.


"Sekarang kita ingin ziarah ke mana?"


"Makam keluarga Mommy dan Daddy."


Kasih kagum melihat Ravi yang masih menghormati orang tua yang dia temui saat masih kecil, keharmonisan keluarga masih dipegang teguh oleh keluarga Prasetya.


"Assalamualaikum kakek, perkenalkan ini Kasih calon istri Ravi."


"Assalamualaikum kakek,"


"Ini kakek Andri Ayah Mommy, juga seperti kakak untuk Mommy, ini makam Oma Flo nenek Mommy dan Oma Irma nenek Daddy."


"Sisil,"


"Dia nenek Ravi, ibu kandung Mommy. Keturunan Bule dapat dari Nenek."


"Kalau kakek dan nenek Daddy di mana?"


"Itu, kakek dan nenek meninggal saat Daddy masih kecil, sejak kecil Daddy tinggal bersama Oma."


"Kenapa makam keluarga Prasetya dan Arsen bisa gabung."


"Karena persahabatan kakek dan nenek buyut dulu dulu dan dulu, Ravi juga pusing kebanyakan nenek dan kakek, intinya keluarga Prasetya dan Arsen sudah bersahabat sejak lama."


"Ohhhh gitu."


"Ayo kita dia berdoa dulu sayang baru pulang, karena Mommy akan memperkenalkan kamu dengan keluarga besar Arsen."


Kasih langsung membaca doa, memejamkan matanya sambil tersenyum. Ravi juga berdoa dengan khusyuk, meminta restu keluarganya.


Selesai dari pemakaman Ravi dan Kasih langsung bersiap untuk pulang, di jalan tidak jauh dari pemakaman Ravi melihat kecelakaan. Cepat Ravi ingin turun tapi mengurungkan niatnya, karena Wildan sudah memperingati untuk berhati-hati.

__ADS_1


"Kenapa kita tidak keluar?"


"Nanti sayang, kemarin Wildan memberikan peringatan untuk berhati-hati tapi tidak memberikan alasannya."


"Siapa lagi?" Kasih menyentuh lengan Ravi, wajahnya langsung takut, Kasih tidak ingin kejadian soal kebakaran terjadi lagi."


"Sepertinya kali ini mantan," Ravi menahan tawa, mengaruk kepalanya.


"Makanya jangan suka gonta-ganti pacar!" Kasih melotot memukuli Ravi.


"Sayang, baru saja kita minta doa restu, tapi sudah bertengkar. Aku sudah tobat."


"Iya tobat, tapi masih membekas."


"Maaf, namanya juga cowok."


"Ya Allah semoga anak kami nanti tidak mirip bapaknya yang hobi selingkuh, gonta-ganti pacar, banyak gebetan, suka PHP anak orang, pemberi harapan palsu."


Ravi hanya menahan tawa, Kasih lagi mengomel terlihat lucu karena aslinya Kasih mirip Hulk kuat dan suka memukul.


Karena terlalu lama akhirnya Ravi mengambil jalan memutar sehingga sampai rumah lebih lama, perdebatan dengan Kasih terus terjadi di dalam mobil sampai keduanya kehabisan suara karena adu mulut tapi berakhir dengan tertawa.


"Kamu cerewet juga ya sayang, semoga anak kita tidak cerewet seperti kamu."


"Ohhhh, jadi aku cerewet, perempuan cerewet karena sayang, kalau aku diam saja berarti sudah tidak perduli."


"Iya iya salah lagi. Nanti anak kita cerewet saja kayak umi nya."


"Hmmm,"


"Kenapa hmmm? tidak suka bicara dengan Kasih?"


"I Love you Kasih, Sarange my wife." Ravi mengigit bibirnya melihat sikap asli Kasih yang mulai keluar.


Biasanya Uncle Bisma yang kabur karena mendengarkan ceramah Aunty Jum, sekarang Ravi juga mendapatkan wanita galak seperti Mommy, cerewet seperti Bunda Jum. Ravi hanya bisa berdoa semoga Kasih dewasa seperti Mami Reva.


***


Di rumah Rama sudah penuh orang, keluarga besar Arsen dari luar negeri semuanya datang. Bahkan Halmeoni dan Harabeoji Ravi dan Vira berusaha untuk kembali ke Indonesia demi bisa melihat Ravi menikah.


"Halmeoni," Vira berlari memeluk Omanya yang sebenarnya neneknya Viana tapi karena dari kecil memanggil Mommy, sampai detik ini Viana tetap memanggil Mommy.


"Vira, cucu Halmeoni semakin besar."


"Iyalah masa iya Vira semakin kecil, Halmeoni juga semakin tua." Vira tertawa lucu.


"Mommy, Daddy." Viana langsung memeluk penuh kerinduan, semuanya langsung duduk.


"Di mana pengantinnya?"

__ADS_1


"Mereka masih ziarah mam ke makam keluarga."


"Mommy katanya lagi sakit, kenapa memaksa untuk datang." Viana memeluk Mommy yang semakin tua.


"Mommy ingin menutup mata di sini, setidaknya Mommy ingin melihat cucu pertama Mommy menikah."


Suara salam terdengar, Rama pulang dan langsung mencium tangan mertuanya, tidak lama Verrel sekeluarga juga muncul bersama anak istrinya.


"Viana," Sisi langsung memeluk Vi, sahabat gilanya yang dulu suka ke Bar untuk minum."


"Kenapa kamu semakin tua Si? wajah kamu juga mulai keriput."


"Sialan, aku tahu kamu awet muda karena menikah dengan brondong."


"Jadi kamu ngatain aku tua sayang." Verrel manyun melihat istrinya.


"Semakin tua semakin hoby ngambek."


Verrel langsung memeluk Viana, menyapa Rama dan memeluk Vira.


"Di mana Viara dan Varrel?"


"Viara sudah menggoda Wildan di depan."


"Apa? cari mati kamu Via beraninya menyentuh suami Vira." Cepat Vira berlari keluar, Viana dan Verrel hanya bisa geleng-geleng melihat Vira yang lebay.


Bima dan Bisma juga berkunjung menyapa Mommy dan Daddy Vi, air mata Mommy menetes saat memeluk Bima.


"Apa kabar Mom, dad?"


"Alhamdulillah baik nak, kamu sama keluarga kamu sehat semua."


"Alhamdulillah Mom, kami semua sehat, Mommy juga harus sehat terus."


Bima meminta putrinya Winda menyapa, barulah Wildan muncul setelah kabur dari Vira dan Via.


"Daddy lihat, Winda dan Wildan tampan dan cantik, kamu harus menikah dengan Vira ya nak." mommy memeluk Wildan yang hanya tersenyum.


"Di mana si kembar Bisma, Bastian dan Windy juga mana?" Mommy mencari seluruh bocah kecil yang sudah hampir 10tahun tidak bertemu.


Bella, Billa muncul bersama Jum dan Reva yang langsung memberi salam, Tian juga datang langsung memeluk Mommy dan Daddy.


"Alhamdulillah ya Allah, aku masih bisa melihat keluarga ini tersenyum bahagia, hamba sudah ikhlas jika dipanggil." Mommy memeluk Daddy yang juga meneteskan air matanya.


"Di mana Windy Bima?"


"Dia ikut suaminya Dad, besok baru tiba."


"Bima, kamu yang paling tua di sini jaga kelurga ini, walaupun kalian keluarga Bramasta, tetap jaga hubungan keluarga kita baik keluarga kamu, Prasetya juga Arsen."

__ADS_1


"Iya Daddy, selama Bima bernafas kami akan tetap menjaga keharmonisan keluarga."


***


__ADS_2