SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 CERITA BAJU LINGERIA


__ADS_3

Ravi selesai mandi, sholat subuh sendiri tidak tega membangunkan Kasih yang kelelahan. Ravi menyiapkan sarapan sendiri, membiarkan istrinya istirahat full.


Ravi kembali melihat Kasih yang terlelap, mengambil jam tangan, ponsel juga kunci mobil.


"Sayang, maaf Aak tinggalkan kerja. Bangun tidur langsung sarapan, Aak ada masak nasi goreng, tidak terlalu enak, tapi lumayan tidak gosong seperti buatan kamu." Ravi mencium kening Kasih, langsung melangkah keluar.


Ravi menghubungi Mommy untuk meminta beberapa asisten di rumahnya, sudah cukup Ravi menghukum Kasih untuk membersikan rumah.


Beberapa penjaga juga sudah berjaga di depan rumah, Ravi melarang laki-laki masuk ke dalam rumahnya, bahkan melirik istrinya saja tidak diizinkan.


Viana datang membawa lima asisten bersama dengan Reva dan Jum. Sejak para girls kuliah di LN, rumah terasa sepi, hanya Kasih yang bisa dijadikan teman.


"Assalamualaikum sayang, Mommy datang." Viana meminta maid mulai beres-beres."


"Di mana Kasih? ini masih pagi tidak mungkin masih tidur." Reva melihat sekeliling ruangan.


Pintu kamar diketuk, Jum melarang Viana langsung masuk. Reva yang tidak sabaran menunggu Kasih membuka pintu.


"Masuk saja kak Vi, bisa jamuran kita menunggu." Reva sudah membuka sedikit pintu.


Viana langsung mendorong pintu, melihat Kasih yang baru keluar kamar mandi.


"Kamu baru mandi jam segini Kasih?"


"Iya Mom, soalnya baru bangun tidur. Badan Kasih sakit semua, jalan juga susah." Kasih langsung berbaring lagi di atas ranjang.


"Bunda tahu kamu butuh tukang urut." Jum langsung duduk di dekat Kasih.


"Pasti badan sakit semua, karena baju ini." Reva menggakat baju lingerie seksi.


"Iya Mam gara-gara baju itu." Kasih cemberut, mengigat, saat ganti baju.


Reva melemparkan baju Kasih ke Viana, Jum hanya tertawa berbaring bersama Kasih. Kasih juga tertawa melihat kelucuan Mami dan Mommynya.


"Kasih baju lingerie cukup bersejarah untuk keluarga kita."


"Kenapa Mom?" Kasih penasaran cerita lingerie.

__ADS_1


"Dulu Mommy pernah menggoda Daddy, menggunakan baju ini, tapi sayangnya Daddy kuat menahan diri, tidak seperti Ravi yang langsung menerkam." Viana tertawa.


"Bunda Jum punya cerita."


"Bunda takut menggunakan baju ini, dulu kata Reva bisa membuat pendarahan." Jum dengan polosnya bicara, Kasih menahan tawa, untungnya dia cepat membuang seprai ranjang.


"Kalau Mami Reva?"


"Emhhh, Mami sudah menyiapkan baju untuk malam pertama, tapi Vira memaksa untuk lahir, langsung batal, besoknya bulanan, selesai satu minggu harus digoda dulu baru menerkam." Reva tertawa mengigat malam pertamanya.


"Sudah tahu enak, tidak mau berhenti ya Va." Viana menendang Reva sampai jatuh ke lantai.


"Bukan main, gelar playgirl rusak karena kelelahan."


Kasih keheranan melihat tiga wanita ceritanya tidak ada yang ditutupi, Kasih jadi malu sendiri mengigat dirinya yang juga kelelahan.


"Wajar saja Bima sudah pengalaman Va, dia juga sudah lama libur."


"Pengalaman dari Hongkong, Bima Duda perjaka kak Vi." Reva langsung menutup mulutnya, selama belasan tahun Reva menutup mulut, sekarang baru terbuka.


Viana dan Jum diam, Kasih langsung menatap Mami Reva yang juga langsung diam.


"Seriusan kamu Reva, Bima sama Brit tidak pernah enak-enak. Wahh enak juga jadi kamu." Viana langsung tertawa kuat, mengingat Bima yang takut perempuan, bisa merasakan enaknya dunia.


"Berarti kak Bim dan mantan istri belum pernah ehem-ehem." Jum tersenyum menutup mulutnya.


"Ya Allah kenapa baru bocor sekarang? Jum seharusnya dulu kita melihat Reva malam pertama, aduh kenapa kita baru tahu Jum."


"Kak Vi ingat, di sini ada menantu." Reva tersenyum melihat wajah Kasih, menggulung baju lingerie.


"Tidak masalah Kasih tahu rasanya enak-enak." Viana gemes melihat Kasih.


"Kasih sejarah keluarga kita setiap malam pertama pasti tertunda, kamu pemecah rekor menjadi yang paling lama baru bisa dibelah." Reva tersenyum keluar bersama Viana dan Jum.


Kasih masih melongo, Kasih mengetahui hubungan lelaki dan perempuan, tapi tidak pernah membayangkan bisa menikah dan melakukannya. Kasih juga heran dengan pembicara Tri istri yang vulgar dan dewasa sekali.


Selama ini Kasih hanya melihat darah, saling memukul, kejahatan, tapi di dalam keluarga ini Kasih melihat cinta, persahabatan, kebersamaan.

__ADS_1


Kasih keluar kamar, membuang baju lingerie yang membuat tubuhnya remuk. Kasih melihat tri istri sudah sibuk di dapur.


Kasih sudah kehilangan banyak waktu untuk memiliki sahabat, seadanya dia bisa pasti akan sebahagia persahabatan Vira, bahkan para Ayah, Tri istri juga.


"Mommy kenapa di sini banyak Maid?" Kasih baru menyadari jika harus membereskan rumah, tapi sudah ada yang mengerjakannya.


"Ravi yang menginginkannya sayang, dia tidak ingin kamu kelelahan."


Kasih tersenyum baru menyadari jika selama ini Ravi menghukumnya, tapi hebatnya Ravi saat marah masih memakan masakan Kasih, walaupun ada sindiran pedas, dia masih sangat menghargai.


Kasih melihat ponselnya, terlihat foto Ravi di wallpaper handphone. Kasih membuka pesan dari Ravi soal nasi goreng, ada juga permintaan maaf karena pergi tidak menunggu Kasih bangun, permintaan maaf karena bermain kasar, tapi juga meminta izin untuk mengulang lagi.


"Ravi kamu lelaki baik, walaupun setengah waras." Gumam Kasih sambil tersenyum.


Kasih langsung ke meja makan, melihat nasi goreng langsung mencobanya. Kasih tersenyum karena rasanya enak.


"Mom anak orang kaya juga bisa masak ya?" Kasih meminta Mommy mencoba masakan Ravi.


"Iya sayang, karena mereka kuliah di luar mencari makanan halal susah, demi menjaga badan tetap menjaga makanan sehat, jadi pilihan terakhir harus masak sendiri." Viana tersenyum, mengelus kepala Kasih.


"Mami sama Mommy bisa masak, Kasih hanya melihat Bunda Jum yang masak."


"Tidak bisa." Reva dan Viana menjawab tanpa ragu.


"Vira, Winda, dan Bella tidak bisa masak. Wildan, Ravi Tian bisa masak, jangan tanyakan Erik makanan masakan dia luar biasa, karena Mamanya seorang koki." Reva menambahi, bangga dengan dirinya yang tidak bisa masak.


Kasih hanya tersenyum, memakan nasi goreng Ravi yang enak. Kasih tidak pernah masak, saat masih kecil tidak ada bahan yang bisa dimasak, saat dia dewasa jangankan untuk masak, makan juga jarang.


"Mommy tidak bisa masak karena takut, Mami tidak bisa masak karena trauma, jadi sisanya Bunda yang masak, karena Bunda dulu kerja menjadi asisten." Jum memberikan Kasih tambahan lauk.


"Kasih juga tidak bisa masak Bun, keadaan tidak memberikan kesempatan. Kasih lebih banyak menahan lapar, makan apapun makanan sisa, Kasih hanya membutuhkan kebebasan agar bisa melihat keluarga Kasih."


"Mulai sekarang, Kasih tidak perlu memikirkan masa lalu, dia bisa menjadi hantu yang menganggu hidup kamu. Jika tahu rasanya kelaparan, jangan diam saja saat melihat orang lain kelaparan. Masa lalu buat untuk memperbaiki diri bukan balas dendam." Viana memeluk Kasih, menghapus air matanya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


__ADS_2