SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
SALAH PAHAM


__ADS_3

Keluarga besar Arsen dan keluarga besar Prasetya sedang berduka, kepergian kedua Oma sangat cepat. Seluruh keluarga besar sedang ada di pemakaman mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir, sesekali air mata Rama terjatuh tidak bisa dia tahan rasa kehilangannya.


Seluruh pelayat meninggalkan pemakaman hanya tersisa keluarga inti, mommy dan daddy juga kembali terlebih dahulu. Viana mendekati batu nisan Oma Flo dan tersenyum sambil menahan air matanya.


"Oma mungkin sekarang sudah terlambat, Viana hanya ingin mengatakan terimakasih, Oma pernah memaksa Viana menikah dengan ABG, Vi mencintai dia. Maafkan Vi yang selalu membuat keluarga Arsen dalam masalah, Vi yang keras, egois. Viana mencintai Oma,"


Viana memeluk batu nisan, Jum mengusap punggung Vi sambil memeluknya untuk berdiri, Reva juga menggenggam tangan Viana dan berjalan meninggalkan pemakaman. Rama dan lainnya juga melangkah pergi. Sesekali Rama masih melihat kebelakang, Bima memeluk pundak Rama membawanya kembali ke kediaman Prasetya.


***


Satu bulan kemudian....


Hari ini jadwal Rama pergi ke rumah sakit melihat keadaan Ammar yang belum juga sadar, Viana membangunkan Rama yang tidur lagi setelah sholat.


"Hubby! tumben, biasa selesai sholat berolahraga sekarang jadi pemalas." Viana melipat selimut sambil memandangi Rama yang duduk di pinggir ranjang.


"Vi kepala aku pusing, cari obat sayang," Rama memijit kepalanya yang terasa berat.


Viana memberikan obat sakit kepala yang langsung diminum Rama, Vi juga mengambil obat untuk memijat kepala Rama sampai lehernya.


"Hubby kecapean, jangan kerja ya, terus kita periksa ke dokter, kesehatan penting hubby." Viana masih memijit kepala Rama yang sudah berbaring.


"Iya sayang, nanti sekalian jenguk kak Ammar."


Rama tidur lagi sambil Viana yang masih memijitnya, setelah suara tidur Rama terdengar Viana langsung keluar kamar. Meminta bantuan Jum membuatkan bubur, dengan senang hati Jum yang tidak punya pekerjaan membantu Viana yang memang tidak bisa masak.


"Rama Kenapa kak Vi!" Jum heran setiap hari Viana yang memilihkan makanan Rama.


"Sakit kepala Jum, setiap bangun tidur pusing, dan hari ini paling parah sampai mual."


"Periksa dulu kak Vi,"


"Iya Jum sekalian jenguk kak Ammar."


"Kak Vi, kemarin Reva sama Bima bertengkar besar, sampai Reva membuang cincin pertunangan, Jum coba menghubungi Reva tapi sampai sekarang tidak bisa."


"Karena apa?" Viana binggung, Bima bukan tipe yang mudah tersulut emosi nya.


"Bule Sisil, beberapa minggu ini dia pergi bersama Bisma tidak tahu apa yang mereka cari,tapi kemarin dia tidur di apartemen Reva. Karena lelah Reva yang baru tiba dari Paris langsung ke apartemen bertemu dengan bule sedang bersama Bima."

__ADS_1


"Tahu dari mana Jum."


"Bisma, karena dia minta Jum mencari Reva."


Viana menggenggam tangan mengigat wajah Sisil, Jum dan Reva memutuskan siang akan pergi mencari Reva. Suara langkah kaki berjalan mendekat membuat Viana mengerutkan kening.


"Hubby mau ke mana?" teriak Viana melihat Rama sudah Ravi dan terlihat sehat berbeda seperti bangun tidur tadi.


"Rumah sakit, kak Ammar sadar masih dalam penanganan Dokter, kamu tunggu Ravi pulang sekolah baru berkunjung."


Viana hanya menggagukan kepalanya, dan meminta izin untuk pergi bersama Jum. Rama memberikan izin dengan syarat share lok.


***


Kepala Viana sudah pusing berkeliling mencari Reva dan bertanya ke banyak teman Reva baik teman bisnis sampai teman sekolah.


"Jum kita jemput Ravi sekarang, kepala Vi rasanya mau pecah, mencari Reva tanpa tujuan."


Jum setuju langsung menjemput Ravi dan menuju rumah sakit menjenguk Ammar.


Sampai di rumah sakit, Viana mengandeng Ravi masuk ke dalam, Ravi langsung berlari memanggil daddy dan langsung berada dalam gendongan Rama.


Bima beruntung dapat daun muda Reva, Bisma juga bisa dekat dengan wanita cantik dan polos, sekarang Ammar juga bisa dekat dengan Septi sang koki hebat dan masih muda.


Viana menatap Bisma tajam memintanya keluar mengikutinya, Bisma menghela dan akhirnya ikut juga.


"Apa yang terjadi Reva, Bima dan bule." Mata Viana menunjukkan Kemarahan.


"Sebenarnya di apartemen ada gue juga cuman sedang keluar menjemput putranya Sisil, pas Reva masuk. Tahu sendiri amarah Reva, dia langsung menampar Sisil juga Bima dan membatalkan pernikahan."


"Astaga! lagian mengapa dia masih di sini, bule pembuat masalah." Viana mengaruk kepalanya menambah pusing.


"Mana Bima, dia mencari Reva."


"Bima pergi ke China pembukaan cabang baru bisnisnya, dan mengabaikan Reva dia juga marah karena di tampar tanpa mendengarkan penjelasan."


Viana menghela nafas memikirkan Reva yang menemukan batu penghalang kebahagiaannya, lama Reva memperjuangkan Bima tapi bisa berakhir dengan kesalahpahaman.


***

__ADS_1


Bima tiba di Indonesia, Viana sudah menunggunya di bandara, Bima tahu pasti ini masalah Reva, Bima malas membahasnya.


"Reva belum pulang mas Bram, tanggungjawab dengan keluarganya, mereka tahunnya Reva sedang bisnis."


"Kenapa tidak di lacak, aku juga tidak tahu dia di mana."


"Ponselnya di apartemen, ayolah mas Bram jangan ego, Reva juga terluka. Jika Viana di posisi Reva si bule susah babak belur."


Bima ikut berpikir, di mana Reva dia tidak biasanya menghilang dan lari dari masalahnya. Viana diam mematung melihat sosok yang sangat dia kenali dan langsung berlari memanggil Reva dan menahan tangannya.


"Kak Vi, Reva buru-buru kak, mau masuk pesawat." Reva hanya tersenyum dan berlari kecil.


Bima berlari menahan Reva dan menyita paspor juga tiketnya, Reva langsung marah dan coba menangkap tangan Bima.


"Gila ne bocah berdua, gue jadi penonton ikan terbang. Drama banget, enak ya kalau pacaran ada berantemnya, salah paham, terus Baikan. Pengen pacaran juga, hubby Viana pengen pacaran." Batin Viana sambil tersenyum melihat kedua orang yang sedang rebutan paspor.


"Brengsek!" Reva menendang kopernya dan melangkah pergi meninggalkan Bima, gagal naik pesawat.


Viana hanya tertawa melihat Bima mengejar Reva yang pergi sambil marah, terpaksa Viana membawakan koper Reva.


"Aisshhh ini bocah berdua brengsek, gue di tinggalin." Teriak Viana melihat Bima dan Reva pergi menggunakan mobil Bima.


Viana berjalan mencari taksi, dan di tabrak seorang pria membuatnya terlempar bersama koper, dengan marah Viana bangkit dan menendang orang yang menabraknya.


"Santai woyy," teriak pria yang langsung berdiri di depan Viana.


Dia kaget melihat wajah Viana, apalagi Viana yang merasakan kebingungan melihat pria yang sangat mirip orang yang selama ini dia rindukan.


"Wajah kamu mirip Mami!"


"Kak Andri?"


***


NOVEL INI MENDEKATI EPISODE TERAKHIR, JADI SEMUANYA PERLAHAN AKAN DI BONGKAR.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE


__ADS_2