
Mobil Erik sampai di perumahan Vira, Erik memanggil sambil membawa makanan. Tidak ada yang menjawab panggilan, Billa langsung masuk kamarnya untuk berganti baju, sedangkan Erik menyusun makanan.
Vira datang langsung mengambil minum di kulkas, suara kulkas ditutup sangat kuat. Erik melihat Vira yang sedang marah, bahkan sampai memukul kulkas.
"Beraninya kalian bermain denganku, lihat saja apa yang bisa aku lakukan." Vira tersenyum sinis, mengambil ponselnya menghubungi seseorang.
Erik mendengar pembicaraan Vira, cara bicara Vira tidak seperti biasanya. Dia terlihat kasar, cara bicaranya penuh ancaman, tatapan mata Vira juga tidak menunjukkan dirinya yang ceria.
Winda juga masuk menendang kursi kuat, mengambil ponsel Vira melihat isinya. Bella juga datang melihat isi ponsel Vira.
"Vir, mereka menjalankan bisnis gelap, pasti pemimpinnya juga bukan orang sembarangan." Winda menatap Bella.
"Secepatnya kita harus menyelesaikan kuliah, pergi ke Roma. Di sana terlalu banyak rahasia, aku ingin bertemu dengannya melihat langsung kehebatannya."
"Vir, namanya Arvin putra seorang pembisnis yang pernah kita hancurkan dulu saat di Roma, sepertinya dia menjadi penerus Ayahnya." Bella menatap tajam.
"Arvin, dia pemuda yang sangat pintar, tegas juga penuh wibawa. Di luar perusahaan dia lelaki yang periang, penuh canda dan tawa. Winda tidak yakin dia terlibat."
"Arvin, nama dan wajah yang sudah tidak asing lagi."
"Vira, dia lelaki yang menyatakan cinta kepada kamu, saat kita berada di menara Eiffel, kamu masih ingat pria tampan yang menolongku." Winda berbicara serius.
Erik mendengar pembicaraan Vira bersama Winda dan Bella, melihat sikap Vira barusan mengingatkan Erik dengan cerita Papanya soal Mommy Vi.
"Vira, Bel, Win, kak Erik tidak menyukai cara berbicara kasar kalian. Kak Erik berharap kalian tidak menghidupkan masa kelam orangtua kita. Seandainya kalian tahu, Ravi, Tian dan kak Erik sedang membersihkan nama keluarga kita, hiduplah dengan tenang." Erik melangkah mendekati meja makan, meletakan piring.
Vira terdiam, ucapan Erik memang ada benarnya, Ravi pernah memperingati. Bella juga menatap Winda yang menatap Erik tajam.
"Kak Erik melupakan Wildan, kenapa kami selalu diawasi sedangkan Wildan bebas. Kak Erik tahu tidak yang Wildan lakukan di Roma?" Winda langsung duduk.
"Apa yang dia lakukan Win? kenapa seperti salah di mata kamu?" Erik juga duduk menghela nafas.
"Dia bersenang-senang menyalagunakan kekuasaannya, Winda secara langsung melihatnya."
"Winda, dia kakak kandung kamu, lelaki yang menjaga dan melindungi kamu, jangan pernah berpikir buruk soalnya."
"Kami dan Wildan berbeda kak Erik, Vira tidak akan melakukan Kesalahan, tetap berdiri di jalan kebenaran."
"Benarkah, sehebat apa kamu Vir? kalian bertiga tahu tidak yang sedang terjadi dalam keluarga kita." Erik menatap tajam, Billa keluar kaget melihat Erik marah.
__ADS_1
Erik menceritakan kejadian yang baru saja terjadi, kehadiran Zara, Zava dan Ziva yang bisa muncul dan masuk secara bebas menyakiti keluarga, hampir menghancurkan keluarga Ravi, semuanya karena kelalaian Vira geng.
Ravi tidak pernah mengatakan, jika Vira selalu bermain di pasar gelap sampai bertemu Zava dan saling menghancurkan. Wildan melindungi Vira, tapi tidak bisa menghindari Tian yang bisa didekati, masuk ke dalam kawasan perumahan, berhasil menyusupkan orang.
"Kalian lalai Vir, bagaimana jika mereka berhasil memasukkan racun, membunuh keluarga kita? Kamu bukan Viana, kamu juga tidak sehebat Uncle Bisma Bella, kalian hampir membunuh keluarga kalian sendiri."
"Vira bisa membunuhnya."
"Membunuh, hebat Vira. Sia-sia kami semua melindungi kalian, jika keputusan kamu tetap ingin bertahan dengan bisnis bodoh kamu."
"Kak, Vira membangun bukan untuk kejahatan, melindungi banyak orang."
"Vir, kamu tahu di mana Wildan sekarang?"
"Roma, dia di sana bersama kekasihnya."
"Wildan berada di penjara bawah tanah! saat pertunangan hari terakhir Wildan bebas, wanita yang kalian lihat, pembunuh bayaran yang di kirim untuk menangkap Wildan."
"Bohong, Wildan bukan pria bodoh."
"Awalnya kak Erik juga tidak percaya, tapi Ravi sudah mengirim langsung bawahannya untuk menyelidiki Wildan semuanya benar. Karan baru beberapa hari yang lalu kembali, Wildan berhasil keluar tapi dalam perawatan intensif."
"Kapan kak Erik pernah bohong? kedatangan Karan hanya untuk menenangkan Mami yang berbulan-bulan tidak bisa menghubungi Wildan, selama ini Karan yang bekerja bukan Wildan. Kalian tidak penasaran apa sebabnya?" Erik menghela nafasnya.
Air mata Vira langsung menetes, mengigat ucapan terakhir Wildan meminta Vira melupakannya, membencinya, tapi apapun yang terjadi Wildan akan hidup dengan segala cara untuk melindungi Vira.
"Wildan ditahan karena dia yang mengakui orang yang mengambil sebuah file penting, milik seseorang yang terkenal berkuasa, dia orang yang sangat kejam. Seharusnya Vira yang ditahan, tapi Wildan datang ke Roma untuk Vira." Tangan Vira memijit pelipisnya.
"Sekarang kamu mengerti masalah awalnya Vir, selain kamu membuka pintu untuk orang jahat masa lalu menyentuh keluarga kita, juga membuka pintu baru memasukkan satu sahabat kalian dalam bahaya, mulai sekarang berhenti melakukan apapun lagi vir."
"Vira ingin bertemu Wildan kak, tolong Vira."
"Winda juga, Winda ingin bertemu kak Wil." Winda meneteskan air matanya.
"Doakan saja Wildan kembali, bersikaplah kalian tidak mengetahui apapun. Dia sekarang aman bersama Yusuf."
"Yusuf Amin, kenapa kak Wil bisa bersamanya?"
"Aku tidak tahu Win, kita cukup bernafas lega, Wildan keluar dalam keadaan hidup."
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kak Tian dan Ravi yang di serang, keluarga Z."
"Bella, kamu mengenal keluarga Z?"
"Iya, Zava, Ziva, Zara, Zein, dan Zera. Zava seorang Dokter, bisnis ilegal, Ziva seorang Dokter pengedar obat-obatan, Zara gadis cantik, baik yang hidup di panti, hidupnya tidak banyak menuntut, aku membencinya saat menjadi kekasih kak Tian, sedangkan Zein dan Zera tidak terlacak keberadaannya."
Erik menghela nafas, tidak heran Wildan kewalahan mengurus, tiga wanita pembuat onar.
"Kak Tian baru saja operasi karena menelan pelacak. Sedangkan Ravi juga terluka cukup parah, tapi masih bisa berjalan. Satu perusahaan terbesar Tian hancur, Zara meninggal menyelamatkan Tian, Ziva di penjara, sedangkan Zava lumpuh seumur hidupnya."
Mata Vira, Bella dan Winda tidak berkedip, keadaan keamanan buruk karena Wildan tidak ada. Sekarang baru percaya jika Wildan sedang terluka.
"Kenapa harus meminta aku membenci kamu Wil, jika kamu ingin melindungi aku, izinkan aku juga melindungi kamu, jika kita tidak bisa akur dalam cinta, setidaknya kita bisa menjadi Tim yang kompak. Maafkan aku Wildan." Batin Vira sambil menatap makanan di atas meja.
"Yusuf Amin, dia ustadz gadungan yang bisa mengimbangi kak Wil. Ya Allah lindungi kakakku, kembali dia bersama kami, kasihan Mami yang pastinya sangat merindukan kakak.' Batin Winda tidak bisa menahan air matanya.
"Sudah jangan ada yang menyesal, kalian mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri." Erik mengusap kepala tiga wanita pengacau.
"Iya kak Erik, pulangnya bisa ditunda tidak, temani kita." Vira berbicara manja.
"Vira, kamu bisa pacaran, bersenang-senang, tapi ingat jangan keluar batas. Sedangkan kamu Winda, restu Wildan tidak akan mudah pria manapun dapatkan, jadi berhenti koleksi pacar. Kak Erik akan menemani kalian selama 3 hari.
***
Banyak yang menunggu kisah Vira, niatnya pengen UP di awal bulan, tapi keadaan tidak memungkinkan.
*Buat lapak sendiri.
*Lanjut season 3.
*Gabung di mengejar cinta Om Duren season 2.
Cerita Vira masih menyusun alur, jadi mungkin sedikit lama menunggu Ravi Kasih TAMAT.
Banyak yang protes BIANKA DAN MAFIA KEJAM kapan up, padahal author janji sudah lebaran, tapi sampai sekarang belum Up.
Maafkan soal Bianka dan Windy lama tidak UP, alasan ingin mempercepat TAMAT Novel MENJADI IBU PENGGANTI.
Kebanyakan santai libur lebaran, jadinya kejar-kejaran dengan pekerjaan dunia nyata. Mohon bersabar, nanti pasti bakal author UP 💛💛💛💛
__ADS_1