
Masih terjadi percakapan serius antara Rama, Ivan, dan Romi tentang pengaturan jadwal kerja mereka..
" ingat ya, kalian masuk bukan karena bantuan ku tapi karena usaha kalian, dan yang paling utama tetap fokus pada pendidikan, aku tidak mau karena bekerja kalian meninggalkan pendidikan" ucap Rama.
" iya, lagian ini hanya status magang" ucap Romi.
" terimakasih ya Ram, Lo minta kita mengajukan lamaran kemarin, semoga dengan bekerja gue bisa biayain kuliah sendiri" ucap Ivan.
" ya tapi jangan lupa diri, harus tetap jadi Ivan yang gue kenal, terus kalau dikantor jangan panggil gue Rama Lo pasti bakal dapat teguran" canda Rama.
" siap pak," jawab mereka sambil tertawa.
Sedangkan Viana dengan wajah masam dan tatapan kesal mendengarkan percakapan anak-anak ABG ini, karena kehadirannya sangat menggangu nya.
Vi mendekati mereka yang sedang mengobrol, duduk disamping Rama, duduk Vi sangat menempel pada Rama yang membuat Rama menoleh kearah nya, Vi memberikan senyum manisnya..
mereka melanjutkan percakapan, Vi berulang lagi meletakan kepala nya di pundak Rama dan tangannya mengelus paha Rama. Ivan dan Romi yang melihat saling pandang Rama juga tidak fokus bicara dengan nafas Vi yang menyentuh lehernya.
mata Vi bertemu dengan Ivan, dia tersenyum manis dan menjulurkan lidahnya mengejek Ivan yang terlihat kesal bagaimana tidak kesal, mereka sedang bicara serius tapi Vi sibuk sendiri walaupun Rama mengabaikan tingkah Vi.
Vi kesal juga tidak dapat respon dari Rama sedangkan Ivan tersenyum balik mengejek nya.
" hubby" ucap Vi yang merangkak mencium leher Rama.
" ada apa Vi, jangan seperti itu, tidak enak sama Romi dan Ivan" ucap Rama yang menatap kedua temannya.
" wooyy Tante mesum, gak kasihan apa sama kita, yang jomblo ini" ucap Ivan .
" siapa suruh jomblo, kalian yang menggangu orang yang sedang bersenang-senang" ucap Vi ketus.
" Ram, pasti Tante ini tiap malam nyosor kan sama Lo, habislah" ucap Romi geleng-geleng.
" siapa bilang aku, Rama yang nyosorr duluan, yang tidak cukup satu kali" teriak Vi.
" Viana cukup" ucap Rama menutup mulut Vi.
hahahaha tawa Romi dan Ivan pecah di ruangan tersebut...
" ternyata Lo mesum juga ya Ram" ucap Ivan.
" sudahlah Van ayo kita pamit, biarkan mereka melanjutkan adegan yang tertun'da" ucap Romi bangkit dari duduk diikuti Ivan mereka melambaikan tangan melangkah pergi.
Viana tersenyum manis didepan Rama yang menghembuskan nafas kasar.
" hubby peluk," ucap Vi yang sudah masuk kedalam pelukan Rama.
" Kenapa datang kesini tidak memberi kabar dulu" tanya Rama yang memeluk Vi.
" pengen surprise, siapa tau hubby macem-macem disini banyak sekali cacing-cacing" jawab Vi.
__ADS_1
" ya sudah ayo kita pulang" ucap Rama.
" lahh pulang, tidak berniat melanjutkan adegan tadi" tanya Vi.
" ini di kantor Viana" ucap Rama.
Viana bangkit dari duduknya, Berdiri kearah pintu dan menguncinya.
lalu duduk dipangkuan Rama...
" Viana..tidak sekarang" ucap Rama yang menggakat tubuh Vi, mengambil jas kerja nya dari kursi melangkah mengandeng Vi keluar kantor.
" hubby" ucap Vi manyun.
cup Rama mencium bibir manyun Vi yang membuat langsung tersenyum..
" lagi" pinta Vi sambil memonyongkan bibirnya.
dan cupp Rama menciumnya lagi..
...
author@ tadinya mau adegan gitu dikantor ehhhhh pass Vi nutup pintu author baru ingat ini Kamis lagi puasa🤣🤣🤣 hampir hilaf gue.. maaf ya batal deh.. terpaksa author ubah haluan 🤭🤭🤭
....
Diperjalanan hujan turun dengan derasnya, banyak pengendara motor berhenti di beberapa ruko dan halte bus..
" terimakasih ya Allah, hadiah indah sebuah pernikahan di dalam hidupku" batin Vi sambil memejamkan matanya.
tanpa dia sadari mobil sudah berhenti dipinggir jalan, Vi melihat kearah kemudi Rama sudah tidak ada dan dia melihat Rama membawa payung memayungi seorang nenek yang sedang berjualan yang kesulitan membawa dagangan untuk berteduh.
Rama membantu membawakan dagangan dan berteduh di sebuah ruko kosong dan Rama memberikan sebuah payung.
Viana keluar dari mobil dia berjalan di pinggir trotoar khusus pejalan kaki, dia merasa hujan yang membasahi nya. Rama melihat Vi langsung berlari menghampiri nya membuka jas dan menutup kepala Vi.
" apa yang kamu lakukan nanti sakit Vi" ucap Rama.
" satu kali saja, aku ingin merasakan hujan, dulu aku dikurung dirumah hanya bisa melihat hujan tanpa bisa menyentuh nya apa lagi merasakan, sebentar saja hubby" ucap Vi.
" baiklah 5menit saja, sudah itu masuk mobil," jawab Rama yang menemani Viana merasakan hujan yang terus menerpa kulit putihnya dan mengalir di wajahnya.
" selesai Vi, ayo masuk " ucap Rama yang menarik Vi masuk mobil.
" hubby pelit padahal mandi hujan enak" ucap Vi.
" buka baju kamu sekarang, ganti sama baju aku yang di belakang" ucap Rama.
" hubby juga basah, baju hanya satu.. jadi kita berdua pulang kerumah basah-basahan saja" ucap Vi.
__ADS_1
Rama melajukan mobilnya dengan cepat, dia tidak mau Viana demam karena bajunya basah..
....
" Seperti Kalian sangat bahagia Rama, aku terlalu lambat menyingkirkan mu, tunggulah sebentar lagi akan aku buat hancur keluarga kalian, bahkan Viana juga tidak akan bisa berkutik" ucap seorang pria.
" jangan anggap remeh Viana" ucap Brit.
" mengapa? Selama ini dia hebat karena hatinya keras tapi sekarang dia lemah karena cinta itulah saatnya kita menghancurkan mereka" ucap pria tersebut.
" kenapa kamu sangat membenci keponakan mu itu" tanya Brit.
" seharusnya anak itu mati bersama orangtuanya tapi karena nenek peot Irma menyembunyikan, dia masih hidup sampai sekarang" ucap pria tersebut.
" terserah kamu, aku hanya ingin Rama hancur, kalau bisa bersama wanita sombong Viana" ucap Brit tertawa.
....
Rama dan Viana baru selesai makan malam mereka duduk di ruang tamu sambil menonton tv, seperti biasa Rama harus melihat adegan ribut Viana dengan Jum yang bagi Vi sangat kampungan.
" Vi, jangan teriak-teriak" ucap Rama melihat Vi yang sudah duduk disampingnya.
" tau ah hubby, kesel sama Jum, kampungan nya masa Allah, ingin aku tenggelam dia di laut merah" ucap Viana yang membuat Rama tertawa.
" permisi tuan muda, ada tamu tuan Bima" ucap pak Asep.
" suruh mas Bram masuk saja pak" ucap Vi tersenyum. tapi mata Rama sudah tajam menatap nya.
" selamat malam tuan muda dan Nona" ucap Bima .
" ada apa Bim, tidak bisa kah kamu menundanya sampai besok" ucap Rama ketus.
" saya ingin mengantarkan berkas ini tuan, harus saya selesaikan malam ini juga" ucap Bima
Rama mengambil nya dan membaca isinya.. setelah selesai dengan pekerjaan Bima pamit undur diri.
" tunggu mas Bram" ucap Vi yang membuat Rama menoleh begitupun Bima.
" jelaskan dulu kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa kamu menikah dan meninggalkan aku.." ucap Vi.
Bima menatap Rama dan Rama membalas tatapan Bima dan memberikan kedipan, membuat Bima duduk kembali..
.....
SETELAH INI AUTHOR CIPTAKAN KONFLIK YA, GAK SERU KALAU MULUS KAYAK JALAN TOL..
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN.. VOTE NYA...