SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 CEPAT KEMBALI


__ADS_3

Keluarga masih panik, tapi Wildan dengan santainya tidur di sofa. Berkali-kali Reva ingin menegur putranya tapi Bima menahannya.


Bima yakin putranya punya cara sendiri, Rama sama tenangnya menunggu pergerakan Wildan dan Ravi.


Karena melihat Wildan sangat tenang, Erik juga berbaring memejamkan matanya, Tian binggung melihat para Mommy yang terus bersedih. Tian memutuskan untuk keluar menemui Tama, keduanya langsung bertemu untuk melacak keberadaan Ravi dan Kasih.


Setelah semalaman melakukan pencarian, Tama mendapatkan kabar gedung tua terbakar, seorang wanita di temukan dalam keadaan shock berat dan menolak untuk di evakuasi.


Tama dan Tian langsung berlari menuju lokasi, mereka melihat gedung yang sudah penuh tim keamanan. Jantung Tama terasa berhenti berdetak saat melihat mobil Ravi juga ikut terbakar, Tama langsung bertanya tentang seorang wanita.


Saat melihat Kasih berdiri dengan tatapan kosong, melihat bangunan yang roboh. Tama langsung memeluk, menangkup wajah Kasih sambil terus memanggil namanya.


Tian langsung menghubungi keluarga, semuanya sangat terkejut dan langsung pergi menuju lokasi kejadian. Rama mencoba tenang, dia yakin putranya pasti baik-baik saja, Viana dengan tangisan tanpa suara memikirkan putranya.


Sampai di lokasi, semuanya menatap sedih melihat keadaan Kasih. Viana langsung jatuh pingsan, Jum juga pingsan saat mendengar keterangan polisi ada lima korban yang di temukan sudah hangus.


"Ravi, cepat keluar. Kasih akan terus menunggu, ayo cepat." Tangisan Kasih kembali menetes.


Erik secara langsung masuk untuk melihat jenazah, Erik mengatakan jika Ravi menggunakan gelang magnet miliknya, jika gelang tidak terlihat berarti Ravi tidak menjadi korban.


Viana di bawa pulang, teriakan histerisnya terdengar. Di dalam kamar Vira meneteskan air matanya, melihat fotonya dan Ravi saat masih kecil, Bella sibuk dengan komputer Vira, mengotak-atik, Winda tidak mengerti sama sekali yang Bella lakukan, tapi Billa bisa memahami saudarinya.


"Vira sabar, kak Ravi pasti baik-baik saja."


"Gemal, pengusaha muda yang menjalankan bisnis keluarga, tapi mengalami kebangkrutan."


"Siapa dia Bella?"


"Seorang bocah berusia 18 tahun, dia pemuda yang pintar, sempat gagal sekolah tapi keluarga bisa dengan mudah membuatnya memiliki ijazah, dia memimpin perusahaan tapi bangkrut."


"Dia di usir keluarganya? tapi apa hubungannya dengan kak Kasih dan Ravi."


"karena dia yang menguntit kak Kasih, dia juga orang yang ingin sekali mengalahkan Wildan, tapi manusia es terlalu cerdik." Vira bicara sambil sesenggukan.


Semua keluarga berkumpul, Erik sudah memastikan jika Ravi tidak menjadi korban. Wildan juga bergabung, Reva menatap penuh amarah, semuanya diam saja karena Wildan yang sok bersikap tenang.


Reva menarik Wildan, melayangkan tamparan, Viana dan Jum langsung teriak, Bima juga melihat Reva menangis menyakiti putranya.

__ADS_1


"Reva apa yang kamu lakukan, Wildan tidak ada sangkut pautnya." Viana mengusap wajah Wildan, memeluknya.


"Kenapa kamu seperti ini, Papi sama Mami tidak mengajari kamu untuk bersikap sombong, sok hebat, paling benar. Pinta Mami hanya satu Wildan kalian bisa saling melindungi, Ravi kakak kamu, sekarang bagaimana nasib dia, lihat keadaan Kasih yang masih shock, kamu sangat jahat Wildan."


Tanpa menjawab Wildan langsung melangkah pergi, Vira langsung berlari menahan Wildan.


"Aku memang mencintai kamu, tapi kali ini Vira marah, kamu mengetahui keberadaan kak Ravi tapi tidak mengatakan apapun, kamu lelaki jahat Wildan, penyesalan terbesar Vira mengagumi kamu."


"Mulai dari sekarang bencilah aku!" Wildan langsung menepis tangan Vira.


Tatapan Vira penuh kebencian, tidak ada lagi cinta yang selalu Vira banggakan, kemarahan sudah menguasai Vira.


"Rama, kita harus bertindak, Wildan dan Ravi seperti sedang dalam masalah?"


"Kak Bisma benar, aku akan menggerakkan orang kepercayaan untuk menemukan Ravi."


"Maafkan Wildan Rama."


"Kenapa harus minta maaf kak Bim, kita semua keluarga. Wildan masih terlalu muda dia tidak bisa mengontrol emosinya, jangan ada yang menyalahkan Wildan."


"Mommy ikut hubby, hati Mommy tidak tenang jika belum melihat Ravi."


Vira masuk langsung menangis histeris telungkup di atas ranjangnya. Bella merasa risih dengan Vira meminta Billa menyalakan musik.


***


Di kediaman Kasih juga cukup menyedihkan, Kasih belum ingin bicara dia masih tetap berdiri menunggu Ravi. Kasih teringat ular langsung berlari, Kasih berharap Ravi ada di sana, di tempat dia selalu memberi makan ular.


"Ular!"


"Ular, Daddy Ravi sudah pulang belum?" Kasih masuk ke dalam kandang kucing, di sana Kasih menangis histeris.


"Ravi, kenapa lama sekali!?" Kasih teriak-teriak.


Suara beberapa perawat kucing Ravi berlari mencari Viana, mengatakan jika Kasih datang sambil teriak mencari Ravi.


Viana cepat berlari melihat Kasih di rumah kucing, Vi tidak bisa menahan air matanya, Kasih sangat terpukul. Kini Vi bisa melihat keadaan Rama dulu saat dirinya menghilang, Rama juga pasti hampir gila karena rasa bersalah.

__ADS_1


"Daddy sudah makan belum ya ular Oren?"


"Daddy makan lauk apa?"


"Sudah mandi belum ya, kemarin Daddy Ravi masih tersenyum tapi hari ini dia tidak pulang."


Kasih terus bicara sendiri, memeluk setiap kucing dan bertanya soal Ravi.


"Kasih jangan seperti ini nak?" Viana memeluk Kasih yang masih memeluk kucing Ravi yang paling kecil.


"Mommy, Ravi mengapa lama sekali keluarnya? dia tidak menepati janjinya kepada Kasih Mom."


"Sabar sayang, Ravi pasti pulang, dia sedang mencari jalan untuk keluar dan menemui kita semua."


"Ravi bilang kami akan bulan madu ke luar Negeri, Kasih ingin sekali naik pesawat Mom tapi Ravi bohong, dia selalu bohong belum ada satupun janjinya yang dia tepati."


"Sabar ya Kasih, kalian pasti akan bertemu, kamu harus sabar."


"Sakit Mom, mengapa takdir Kasih seperti ini? bapak pergi meninggalkan Kasih sekarang baru saja Kasih merasakan bahagia, sudah kembali di uji Mom, lelaki yang Kasih cintai tidak pulang bersama Kasih."


"Ya Allah berikan Kasih kesabaran lebih, kembalikan Ravi pada kami. Kembalikan canda tawa putraku, kembali senyuman manis wanita ini, ampuni dosa hamba ya Allah pernah meninggalkan suami hamba, dengan perasaan hancur seperti ini, kini aku juga mendapatkan tamparan akan keegoisan di masa lalu." Viana menangis, dan berdoa dalam hati.


"Bella dia pasti bisa menemukan Ravi, Bella di mana Mom?"


"Di kamar Vira sayang, kamu bisa bicara dengan Bella."


"Ular kalian semua jangan nakal ya, nanti Daddy pulang bisa marah kalau kalian nakal."


Kasih langsung berjalan bersama Viana masuk ke dalam rumah, Kasih langsung mencari kamar Vira, melihat kerumunan mengelilingi Bella yang sedang sibuk, sedangkan Vira tidak berhenti menangis. Menangis Kaka, juga menangis cinta pertamanya."


"Ravi cepat kembali, kami semua rindu canda kamu."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP.

__ADS_1


***


__ADS_2