SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 TARUHAN


__ADS_3

Di dalam kantornya Wildan mulai gelisah tidak bisa konsentrasi, menatap layar memperhatikan suasana Mansion.


Pintu diketuk, Wildan langsung mempersilahkan masuk, sekretaris Wildan menyampaikan jika meeting akan segera dimulai.


Wildan mematikan layar yang selalu dia awasi, langsung mengambil beberapa berkas yang akan mereka bahas dalam meeting.


Karan tersenyum melihat wajah Wildan yang mulai tidak bersahabat, melangkah bersama menuju ruangan meeting.


"Santai saja Wil, Vira tidak akan tergoda dengan mudah oleh kelembutan Dewa."


"Diam, fokus saja ke meeting hari ini. Jika tidak kamu tidak akan mendapatkan waktu cuti menikah." Wildan menatap tajam


Karan menatap sinis, bocah yang dulunya sangat pendiam sekarang menjadi pria dingin yang pemarah.


Wildan tidak pernah bisa diajak bercanda, selalu menganggap serius setiap ucapan.


Meeting di mulai, suasana dingin terasa jika Wildan sudah angkat bicara. Pembicaraan panjang terjadi, tapi konsentrasi Wildan sudah terpecahkan ke negara lain.


"Kita sudahi meeting hari ini, serakah semua laporan kalian dalam satu jam harus ada di atas meja." Wildan langsung melangkah pergi.


Karan berjalan di belakang Wildan yang terlihat terburu-buru, langkah Wildan terhenti membuat Karan menabraknya.


"Kenapa berhenti?" Karan mengusap kepalanya.


"Fly, kenapa kamu bisa ada di sini?" Wildan mengerutkan keningnya, Karan langsung pamit untuk pergi.


Fly tersenyum menatap Wildan, langsung berjalan bersama masuk ke dalam ruangan kerja Wildan.


"Winda sudah ada di Mansion, dia merampas ponsel Yusuf."


"Jawab pertanyaan aku tadi?"


"Maafkan aku Wil, tapi sudah saatnya kita mengakhiri kontrak." Fly duduk di depan Wildan.


Pintu ruangan Wildan terbuka, Reva muncul langsung memeluk Wildan mencium pipi putranya, membuat Wildan malu.


"Halo Tante Va."


"Kamu kupu-kupu yang waktu itu menolong Kasih?"


"Benar Tante."


"Kamu bukan pembunuh bayaran yang pernah Kasih selamatkan, apa kamu hanya balas Budi, jangan-jangan kamu ...." Reva menatap sinis.


"Mami ada keperluan apa?"


"Apa Mami hanya boleh datang saat ada keperluan?" Reva menatap tajam.


"Fly kamu pergi dulu, aku harus bicara dengan Mami."


"Baik tuan."


"Kalian berdua bicara saja, Mami akan menunggu." Reva langsung melangkah duduk di sofa menatap tajam Fly dan Wildan.


Wildan menghela nafas melihat Maminya, pembicaraan dengan Fly tidak nyaman dengan tatapan Mami yang mematikan.


"Aku dan kak Vi harus mempercepat pernikahan Wildan dan Vira, semakin lama dibiarkan jarak keduanya semakin jauh." Batin Reva tidak menyukai Fly.


Fly menyerahkan sebuah rekaman, meminta Wildan menidaklanjuti penyelidikan karena Fly tidak setuju Wildan menemui Yusuf, karena Fly yakin di sana tidak akan ada masalah selama Winda dan Vira tidak membuat masalah.


"Calon menantu Bramasta tidak akan pernah membuat masalah." Reva menatap layar ponselnya, tapi mendengarkan pembicaraan Wildan.


"Wildan harus pergi ke sana karena ada adik dan calon istrinya."


Wildan memijit pelipisnya, belum sempat Wildan mengeluarkan suaranya Mami sudah memotong pembicaraan.


"Saya permisi dulu tuan."

__ADS_1


Wildan hanya menganggukkan kepalanya, menatap Maminya yang tersenyum manis.


"Sudah selesai, Mami pulang dulu."


"Mi, tolong jangan mengatur soal percintaan Wildan."


"Tidak bisa, Mami tidak akan biarkan kamu memilih wanita sendiri."


"Mami sudah menjodohkan Winda, tanpa bertanya kepadanya."


"Mami melakukan ini demi kebaikan Winda, mana ada pengacara model Winda yang selalu keluar masuk kantor polisi. Jika kamu mengganggap Yusuf tidak tepat, Mami tidak akan menyetujuinya."


"Lalu Wildan?"


"Kamu harus menikahi Vira, Mami ingin keluarga kita menjadi satu dengan keluarga Prasetya."


"Mi, tanpa kami menikah keluarga kita sudah menjadi satu." Wildan menaikkan nada bicaranya.


"Coba kamu bicara lebih tinggi lagi!" Reva menaikan nadanya membentak Wildan.


"Mami, Wildan tidak bisa menerima pernikahan ini."


Reva langsung melangkah mendekati Wildan, tersenyum menatap putranya yang akhirnya mengungkapkan ketidaksetujuannya.


"Oke." Reva langsung melangkah pergi membanting pintu ruangan kerja Wildan.


Wildan teriak kuat langsung mengejar Maminya, melihat Reva dan Viana saling berhadapan, ada Rama juga yang menatap Reva menangis.


"Ada apa Va? kenapa kamu bertengkar dengan Mami kamu Wil sampai menangis?" Rama menepuk pundak Reva yang langsung melangkah pergi.


"Mami, maafkan Wildan. Demi Allah Wildan tidak bermaksud menyinggung perasaan Mami."


Viana dan Rama juga ikut masuk lift, menatap Reva yang mengusap air matanya.


Wildan memeluk Reva dari belakang, meminta maaf karena sudah membuat Maminya menangis.


"Kak Bima ada di bawah jangan sampai Papi tahu jika Mami menangis karena kamu." Rama menatap Wildan yang tertunduk merasa bersalah.


Lift terbuka Bima melangkah masuk menatap Rama yang sudah datang karena mereka ada urusan dengan Wildan, membahas soal pembangunan proyek baru.


"Sayang." Bima menatap Reva yang langsung melewatinya.


"Reva, ada apa?" Bima menahan tangan Reva yang langsung ditepis kuat.


"Maafkan Wildan Papi?"


"Kamu membuat Mami menangis, keterlaluan kamu Wildan." Bima langsung melangkah keluar mengejar istrinya.


Rama dan Viana meminta Wildan mejelaskan penyebab Reva marah, tatapan Viana langsung mengerti tanpa Wildan jelaskan.


"Hubby, duluan saja ke parkiran. Mommy tunggu disini."


"Mom, berikan Wildan waktu."


"Kamu menolak menikahi Vira."


"Tanyakan kepada Vira terlebih dahulu, Wildan tidak ingin karena kami berdua keluarga kita tidak harmonis."


"Mommy bertanya dijawab Wildan?" Viana menatap tajam.


"Wildan menerima Vira, tapi Vira juga harus menyetujuinya."


"Kamu tenang saja, Vira tidak akan menolak." Viana langsung melangkah pergi.


Wildan langsung berjongkok mengacak rambutnya, menatap banyak orang yang menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku Vira karena menyetujui perjodohan ini, kamu jangan menyalahkan aku jika mengacau niat kamu ingin menaklukkan hati Dewa."

__ADS_1


Wildan langsung melangkah keluar menuju parkiran, demi keinginan Mami dan Mommy Wildan harus menaklukkan Vira agar menerima perjodohan, jika tidak kedua wanita akan terluka, Wildan tidak mungkin mampu melihatnya.


***


Senyuman Winda terlihat, karena berhasil mengirim Maminya menemui Wildan untuk menghentikan Fly mengungkapkan isi hatinya.


Winda tidak akan membiarkan wanita lain mendekati kakaknya, sekalipun Winda mendukung Vira mencari pacar, tapi tujuan Winda mengembalikan cinta Vira, tapi dengan cara Wildan yang berjuang.


"Aku menyayangi kalian berdua, jadi mengertilah alasan Winda melakukan ini." Senyuman licik Winda terlihat.


"Fly bukan ingin mengungkapkan perasaan, tapi dia ingin mengungkapkan kebenaran bisnis mereka."


"Apapun itu, Winda tidak peduli. Kamu tidak memahami wanita, cinta akan muncul karena terlalu terbiasa bersama juga rasa nyaman. "


Yusuf menggelengkan kepalanya dengan pikiran Winda yang hanya berpikir jelek tentang setiap orang, pada akhirnya Winda tidak mempercayai siapapun.


"Bagaimana jika Wildan mencintai Fly?"


"Kak Wil mencintai Vira, jika aku benar kamu harus sujud di kaki aku."


"Astaghfirullah Al azim Winda."


"Lelaki pengecut."


"Bagaimana jika kamu memikirkan diri kamu sendiri?"


"Bagaimana jika kamu lenyap saja dari muka bumi ini?" Winda tersenyum meludahi Yusuf.


Vira dan Bella melihat pertengkaran Yusuf dan Vira.


"Winda keterlaluan?" Bella menatap kasihan kepada Yusuf.


"Bagaimana jika kita membuat taruhan Winda?" Vira berlari sambil tersenyum.


"Jika kamu dan kak Wildan menikah, kamu boleh minta apapun, tapi jika tidak aku ingin dia lenyap dari pandangan aku selamanya." Winda menunjuk wajah Yusuf.


"Jika mereka menikah, maka kita juga akan menikah." Yusuf langsung melangkah pergi.


Winda dan Vira sama kagetnya menatap punggung Yusuf yang menghilang dari pandangannya.


"Tunggu, bagaimana nasib Vira yang kalian buat taruhan? tidak ada untungnya untuk Vira."


"Yusuf sialan."


"Tenang saja Winda, karena kami tidak akan menikah, tujuan Vira menaklukkan hati Dewa. Kamu akan menang melawan Yusuf." Vira memeluk Winda.


Winda menghentakkan kakinya, dia yang menyatukan Vira Wildan, tapi jika mereka bersatu masa depan Winda yang akan kelam.


***


UPDATE KEMBALI ....


MAAFKAN JIKA TULISAN TIDAK RAPI KARENA BELUM SEMPAT REVISI, BULAN INI ADA TIGA NOVEL ON GOING.


SUAMI MASIH ABG S3


MENGEJAR CINTA OM DUREN S2


SUAMIKU BOS KEJAM KU APK KUNING


DEMI PEMBACA YANG SUDAH TIDAK SABAR MENANTI VIRA WILDAN.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTOR SEMANGAT UP.

__ADS_1


__ADS_2