SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
CERITA MALAM P


__ADS_3

Acara pesta sudah selesai....


Tamu undangan masih saja ramai, Bisma masih sibuk bercerita dengan temannya. Mereka tertawa bercerita masa lalu Bisma Yong setiap hari berganti wanita.


Orangtuanya Jum juga masih menerima banyak tamu, seluruh penduduk desa sangat antusias dan bersemangat. Pesta Jum boleh didatangi oleh seluruh kalangan. Penduduk sekitar juga belum pulang masih sibuk membagikan sisa makanan.


Jum sudah berada di kamar bersama Reva, dengannya sangat berhati-hati Reva membuka kembali gaun Jum dan membersihkan make-up Jum.


Viana masuk sambil tersenyum, Reva memandangi sinis dengan bungkus kado yang Viana bawah. Jum juga penasaran dengan isinya, Viana hanya menahan senyum melihat dua orang yang super kepo.


"Jum! janji ya bakal dipakai." Viana memberikan Kadonya sambil tersenyum manis.


Jumi ragu membuka kado yang Vi bawa, Reva memaksa Jum untuk membukanya.


Mata Jum melotot saat mengangkat baju yang dia juga tidak paham model yang Viana pilih.


"Baju apa ini?" Jum merasa geli melihat baju berwarna merah cerah.


"Baju lingerie, semua pengantin baru juga pakai baju ini Jum. Lihat seksi bukan, Bisma tidak mungkin bisa menahan diri." Viana tertawa.


"Tidak mau! Jum malu memakai baju kurang bahan." Jum langsung menyilang dadanya dengan tangan.


"Asli ini hadiah yang dinantikan setiap pengantin wanita Jum." Reva melihat baju lingerie berwarna merah dan mencocokkan dengan badannya.


Viana berdiri dan memukul kepala Reva, membuat dia langsung meringis. Vi mengambil baju dan mengembalikannya ke Jum.


"Sakit kak Vi, Jum tidak mau buat Reva saja."


Viana bercerita sejarah baju lingerie merah cerah yang dia miliki saat malam pertama menggoda ABG.


"Rama tergoda?" Reva dan Jum menanti jawab Vi.


"Tidak! gue yang tergoda melihat tubuh Rama. Biasanya anak ABG tidak bisa mengurus badan tapi Rama tubuhnya sempurna."


"Berarti misi mengerjainya gagal." Ejek Reva.


Viana tertawa mengigat pertama kalinya dia menggoda Rama, tapi Rama yang berhasil mengerjainya.


"Kak Vi Jum takut!" wajah Jum menunduk sambil memegang baju dari Vi.


Viana dan Reva saling pandang menahan tawa melihat tingkah lucu Jum yang terlihat kocak


"Takut! Lo takut malam pertama?" Viana memperjelas ketakutan Jum.


Jum hanya menggagukan kepalanya masih menunduk karena malu. Reva tidak bisa menahan tawanya yang langsung lepas menggelegar di kamar pengantin yang diikuti Viana. Jum melihat dua orang menertawakannya langsung manyun.

__ADS_1


"Jum ngapain takut Lo tidak bakal pendarahan." Viana mengacak rambut Jum.


"Tapi, katanya sakit kak Vi."


"Ya, memang sakit Jum."


"Berdarah banyak tidak kak Vi."


Reva menutup mulutnya dengan telapak tangannya menahan tawa, Jum terlalu polos sampai otaknya joroknya tidak pernah muncul.


"Jum, Lo pikir melahirkan sampai darahnya banyak. Haruskah kita nonton dulu biar berpengalaman."


"Astaghfirullah Reva! kamu belum menikah mana boleh melihat hal seperti itu." Nada Jum tinggi membuat Reva senyum-senyum.


"Namanya juga penasaran kak Jum. Pasti enak kalau enggak ngapain tiap malam. Iya tidak kak Vi?"


Viana melemparkan kardus kearah Reva yang langsung cepat menghindar. Viana juga hanya menghela nafas melihat kecemasan Jum.


"Kak Vi sudah berpengalaman kasih tahu Jum ya."


"Kamu takut malam pertama, tapi mau punya anak tidak?"


"Mau banget! Jum pengen punya anak cewek tapi mirip Bisma. Karena dia tampan, mukanya ada bule Kalau Jum kampung."


"Muka kak Jum sekarang tidak kampungan lagi, karya Reva kak Jum mirip artis Korea." Tawa Reva sambil berbaring di atas ranjang.


"Namanya perjuangan seorang ibu ya dek, nanti jadi anak yang berbakti ya sayang." Jum mengelus perut Vi lembut.


"Bohong Jum, kak Vi malam pertama di villa, sampai pagi masih mengeluh sakit. Berjalan juga mengangkang." Reva langsung berlari menghindar Viana yang sudah melotot.


Jum langsung semakin panik, meminta penjelasan ke Viana soal ucapan Reva yang sudah melarikan diri.


Viana hanya menghela nafas, dia juga dulu merasakan sakit tapi enak. Vi binggung menjelaskan ke Jum yang sangat polos.


"Emhhh..., sakit tapi enak, mungkin karena baru pertama kali badan kita lelah sehingga itu sakitnya sampai pagi."


"Bohong kak Jum, mereka melakukannya berpuluh-puluh sampai ratusan ronde." Teriak Reva yang hanya memperlihatkan kepalanya dan kabur lagi.


"Jangan dengarkan Jum, tidak mungkin sampai ratusan kali. Bisa metong!"


Jum menggagukan kepalanya lebih mempercayai Viana daripada mendengar Reva yang mulutnya cempreng.


***


Halaman rumah Jum sudah sepi, Septi, Ammar, Tya dan Ivan juga sudah pulang lebih dulu. Bisma masuk ke rumah tapi langsung dipanggil Rama. Bisma mendekati Rama yang duduk bersama Bima.

__ADS_1


"Rencana tinggal di mana kak?"


"Ikut Jum Ram, dia mau tidak jika aku bawa keluar negeri."


"Ini hanya usulan Rama, Viana juga kak Bima. Jika kakak bersedia untuk tinggal di rumah yang sudah kami sediakan." Rama menyerahkan surat-surat lengkap rumah dan properti.


Bisma melihat dan membacanya, dia langsung tersenyum dan meletakan kembali ke atas meja.


"Jika kamu menolak, silahkan di jual karena ini kado pernikahan kalian." Bima menambahkan.


"Ini rumah tidak jauh dari rumah Lo Ram, pasti rencana Viana biar bisa ngibah dengan istri gue."


Rama hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Bisma juga memberikan surat mobil dan beberapa asset perusahaan.


"Bima terima mobilnya tapi tidak dengan perusahaan. Bisma sudah mempunyai bisnis sendiri."


"Perusahaan ini milik kamu, kakak memiliki perusahaan sendiri yang membutuhkan kakak. Berikan kepada keturunan kamu, tetap olah agar tidak menyebabkan semakin banyaknya pengaguran."


"Bisma punya bisnis di LN, jika mengolah di Indonesia berarti kalian memaksa Bisma untuk tetap tinggal di Indonesia."


"Jum tidak mau tinggal di LN, Jum takut."


"Enak tinggal di sana Jum, sangat berbeda jauh dengan indo." Viana menimpali.


"Jum tidak mau tinggal di LANGIT." Wajah Jum langsung menunjukan kesedihan membuat semua orang melihat kearahnya.


Reva sudah duduk di lantai memegang perutnya tertawa terpingkal-pingkal. Jum binggung melihat orang memandanginya, Viana memalingkan wajahnya mengelus perutnya jangan sampai otak anaknya lemot kayak Jum.


"Sayang LN artinya luar negeri bukan langit, kamu pikir aku selama ini sudah inalilahi." Bisma geleng-geleng.


"Reva yang bilang mas, katanya teman mas Bima putih-putih karena mereka dari langit. Jum jadinya takut."


Bima melihat kearah Reva yang duduk di lantai sambil menunduk menahan tawanya, Rama juga hanya tersenyum.


"Reva Lo jail banget sama istri gue."


"Gue hanya bercanda, tadi gue lihat teman Lo mukanya Putih kayak vampir, dari pada gue bilang dia berasal dari kuburan mending dari langit. Salah Reva di mana?"


"Sudah ya Jum, berhenti berteman dengan Reva dan Viana. Otak mereka berdua memang menyesatkan kepolosan kamu."


"Tapi! Jum sayang mereka, kak Vi dan Reva baik walaupun jahil. Jum tidak mau tidur sama mas Bisma." Jum menghentakkan kakinya dan melangkah pergi masuk kamar.


"Kenapa jadi gue yang salah?" Bisma mengerutkan keningnya.


"Cie yang gagal malam pertama. Tidur di luar." Viana melangkah pergi sambil tertawa.

__ADS_1


"Makanya Bisma perempuan tidak pernah salah, jika mereka melakukan kesalahan maka lelaki yang disahkan." Reva pergi melambaikan tangannya menjulurkan lidah mengejek Bisma.


__ADS_2