
Rama dan Viana sudah ada di bandara, ini pertama kalian mereka keluar negeri bersama dan sudah memiliki buntut.
Rama memperhatikan Ravi yang sangat aktif dan sibuk sendiri, dia sangat bahagia melihat banyak orang.
Teriakan seorang wanita membuat Viana berlari dan bukan memeluknya tapi menjewer telinganya karena lama sekali.
"Aww sakit kak Vi," Reva memanyunkan bibirnya sambil mengelus kupingnya yang terasa perih.
"Lama kayak siput!" Viana kesal belum lagi nungguin Jum.
"Sabar Viana pesawat juga masih belum berangkat,"
Langkah beberapa orang berdatangan, semuanya sudah berkumpul dan siap masuk pesawat.
Viana memperhatikan semua yang pergi, dulu saat liburan ke pantai mereka masih ABG dan polos tapi sekarang, Reva dengan gayanya yang cantik dan elegan menunjukkan jika dirinya seorang desainer, baju dan semua yang dia gunakan menunjukkan model berpakaian yang sangat cantik. Rama yang lebih berwibawa, Ivan yang semakin tampan dan tidak pecicilan, Septi yang lebih natural tapi sangat cantik karena dia seorang koki dan memiliki banyak cabang bisnis. Bahkan seorang Jum yang dulunya baju saja tidak benar tapi sekarang kulitnya yang putih, rambut panjang hitam, make-up tipis, dan gaya berpakaiannya yang lebih modis, Jum terlihat lebih seperti model.
Semuanya masuk pesawat dan duduk di tempat masing-masing, Viana memandangi wajah Rama yang duduk di sampingnya.
"Hubby! mommy sekarang tidak cantik lagi ya, lihat gaya mereka jauh berbeda seperti mommy,"
"Ngomong apa Vi? kamu cantik, putih, badan kamu langsing, tinggi, kamu sempurna di mata aku, kamu lebih pantas seperti Abg."
"Bohong, lihat Reva, Septi, bahkan Sisi, contoh yang sangat berubah jauh Jum."
Rama tersenyum sambil mengelus kepala Viana, tingkat konyolnya kumat.
"Permisi, boleh saya minta tolong diantara semua wanita di sini yang mana yang lebih cantik di luar kamu." Rama bicara sopan dengan seorang pramugari.
Pramugari melihat semua perempuan yang tidak jauh dari Rama, dia terlihat binggung karena semuanya sangat cantik.
__ADS_1
"Emhhh, jujur saya binggung kakak di sana cantik karena di dukung gaya berpakaian yang sangat elit kemungkinan dia seorang desainer, yang itu dia cantik natural, yang di sana sangat cantik seperti model, itu cantik. Semuanya cantik tapi jika di suruh memilih sebagai pandangan wanita dan umum dari pengalaman saya, yang mirip desainer lanjut kakak tinggi rambut hitam, untuk yang ketiganya dia."
"Lalu di sebelah saya, masuk tidak!"
Pramugari tidak menyadari jika ada seorang wanita disebelah Rama langsung melihat Viana yang juga menatapnya sambil tersenyum tipis.
"Nona ini yang paling sempurna, wajah mirip bule indo, cantik sekali," Seorang pramugara juga lewat langsung di tanya, dia tersenyum dengan kecantikan Viana dan langsung menyalaminya, Rama langsung menyingkirkan tangannya dan memeluk Viana.
"Cantik ya, suaminya juga tampan, lihat bocah kecil di sana mirip laki-laki tadi, tampan sekali. Tapi wajar saja dia gabungan yang sempurna."
***
Pesawat tiba, Rama menggendong Ravi dan mengandeng Viana, Bima juga sudah menyiapkan beberapa mobil untuk mengantar mereka ke tujuan, perjalanan sangat jauh, Vi dan Ravi sudah tidur hanya Rama yang mengawasi jalanan.
Mobil masuk kawasan elit rumah sangat berjauhan karena ukuran rumah yang sangat besar, keamanan juga sangat ketat.
Viana bangun dan menyebutkan alamat rumah, mobil tiba di sebuah mansion tanpa keamanan, lebih mirip rumah kosong, dan sudah sangat jauh berubah. Viana mengerutkan keningnya saat tidak ada yang mengenalinya, semua asisten dan keamanan sudah di tidak ada lagi, Viana kesal melihat keadaan rumah.
"Ini rumah siapa kak Vi,"
"Rumah Ravi," jawab Ravi santai langsung duduk di sofa.
"Ini rumah Bisma, tapi mengapa seperti rumah tinggal," Viana berteriak memanggil Bisma.
Suara pintu kamar dari lantai atas terbuka, Bisma melihat semuanya dari lantai bawah dengan mata yang masih menyipit dan mengucek matanya karena binggung melihat siapa yang datang ke rumah.
Bisma menuruni tangga perlahan, Viana sudah bertolak pinggang dengan wajah marah. Bisma yang wajahnya sangat lelah menggunakan baju kaos hitam dan celana pendek, langsung duduk di tangga menghadap Viana
Viana diam menatap Bisma begitu juga Bisma, semuanya terdiam. Bisma memandangi semua yang datang, matanya melihat Jum yang memandanginya.
__ADS_1
Suara pintu lainnya terbuka, keluar seorang wanita dengan pakaian yang super ketat, hampir tidak bisa menutupi tubuhnya, Reva cepat menutup mata Bima, Rama juga langsung memalingkan wajahnya, hanya Ivan yang diam menatap dadanya yang bergoyang menuruni tangga. Ivan tersadar saat kepalanya di pukul dengan tas.
Wajah Viana memerah, matanya tajam melihat Bisma yang mengacak rambutnya.
"Hai Vi, lama tidak berjumpa, Bisma terimakasih ya, aku permisi." Bisma hanya membalas dengan mengagukkan kepalanya.
Terdengar teriak Viana yang mencaci-maki Bisma, Ravi langsung berlari melihat mommy yang sudah marah.
"Daddy! lebih baik pergi, nanti daddy juga kena semburan mommy."
Rama menatap Ravi yang menarik tangannya langsung menyingkir pergi ke ruangan lain, diikuti Ivan dan lainnya. Hanya tersisa Bima, Jum dan Vi yang menatap Bisma marah.
Vi melihat kemoncing dan mengambilnya memukuli Bisma membabi-buta, kemarahan Viana mengebu-gebu melihat wanita nakal keluar dari kamarnya.
Bisma hanya diam saja mendapatkan pukulan di seluruh tubuhnya, dia hanya menahan pukulan dengan tangannya yang melindungi wajah.
"Tega Lo Bis, gue anggap Lo seperti kakak, kita berdua tahu perjuangan bisa tinggal di rumah ini, beraninya Lo membawa perempuan model gitu masuk kamar gue. Brengsek."
Bisma masih saja diam menahan pukulan Viana, setelah Viana berhenti, Bisma mengangkat kepalanya menatap Viana yang sudah meneteskan air matanya, selama lima tahun Bisma menjaga Vi tidak membiarkan dia kepanasan dan kehujanan, Bisma tidak pernah marah, berkata kasar, Bisma yang brengsek menjadi orang baik di mata Viana.
"Gue pikir Lo sudah berubah, biarpun orang bilang Lo selalu gonta-ganti wanita, tapi di mata gue dan Ravi Lo pria baik, tapi hari ini kamu membuktikan jika semua ucapan orang benar."
"Gue kecewa banget, gue jijik melihat Lo, keluar dari rumah gue sekarang, gue bakal balikin duit Lo yang masuk di rumah ini, jika perlu gue hancurkan rumah ini."
Bisma berdiri tanpa bicara melangkah naik ke tangga, dan berhenti mendengar teriakkan Vi.
"Gue bilang keluar!"
"Nanti sajalah Vi, gue capek! gue mau tidur, baru 3jam mendarat sekarang di keroyok kemoncing, gue baru tiba dari Belanda. Oke gue tidur dulu ya Viana setelah itu baru keluar." Bisma dengan sangat melangkah pergi.
__ADS_1
"Jum, tunggu aku bangun, nanti aku jelaskan, kalau mau juga boleh menemani aku tidur."
Viana melotot dan melemparkan kemoncing membuat Bisma langsung cepat masuk kamar.