
Beberapa hari sebelumnya aku dan Rusina pergi ke pulau langit, menggunakan pintu yang menghubungkan kemana saja kami berdua sampai dengan cepat.
Pulau itu terpisah dari pulau para Harpy maupun Malaikat, berada di barat daya tepat di atas sebuah laut tak berpenghuni, di laut ini tidak ada makhluk hidup bahkan jika berharap akan ada hujan dan angin maka kau salah bila datang kemari.
Di atas pulau kecil ini ada sebuah bangunan mirip kastil abad pertengahan yang mana di sekelilingnya menara-menara tampak mengerucut dengan kompak.
"Ini tepatnya, aku mengenal pemiliknya tapi bukan berarti dia akan mau menerima tawaranmu?"
"Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk bernegosiasi dengannya," balasku ringan lalu berjalan mengikuti Rusina dari belakang.
Sebuah gerbang masuk yang terlihat sangat tinggi dengan mudah dibuka oleh Rusina dan di dalamnya terdapat rak-rak buku yang melimpah terlebih...
"Semua buku itu tersusun sesuai abjad," teriakku.
"Bukannya itu hal biasa," potong Rusina.
Semua buku di dunia ini tersedia di dalam sini, ini seperti 100 kali lipat perpustakaan yang ada di kerajaan Elf yang pernah kumasuki, kami terus berjalan sampai dari belakang rak seseorang berbicara.
"Ada urusan apa kau datang kemari?"
Aku terbelalak kaget saat mengetahui seorang gadis kucing imut sedang duduk membaca buku yang lebih besar darinya.
"Lama tak bertemu Asteropedia?"
"Owh, Rusina kah."
Sebelum gadis itu tahu apa yang terjadi, aku telah mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi hingga ia berteriak imut.
"Kyaaa... lepaskan aku, apa ini pelecehan, Rusina siapa dia? Tunggu kau menyentuh bokongku."
__ADS_1
"Kau mirip boneka, walau dadamu rata kau terlihat manis."
"Siapa yang kau bilang rata."
Selanjutnya aku tersambar petir.
"Rasakan, Rusina apa maksudnya ini?" tanyanya dengan wajah hampir menangis.
"Namanya Haru Kazuya, dia ingin meminta bantuan darimu... Maaf, tapi dia juga memaksaku."
Aku sama sekali tidak memaksanya.
"Tapi kau terlihat senang?"
"Aku tidak ingin mengatakan hal memalukan itu."
"Jangan mengatakan hal yang membuat salah paham," kataku lemas lalu menjelaskan kedatanganku kemari pada Asteropedia.
"Maaf membuatmu kecewa, tapi aku sudah menjauh dari kehidupan bermasyarakat, aku lebih suka tinggal di sini dan menghabiskan waktuku di tempat ini."
"Kau yakin? Padahal aku memiliki bayaran yang cukup mengagumkan yang akan kau suka."
"Semua buku di dunia ini ada di dalam menara pengetahuan, aku mungkin tidak akan menerima hal yang kau tawarkan itu."
"Benarkah, kalau begitu akan kutunjukan."
Aku menjatuhkan setumpuk komik dan novel yang dulu pernah kubaca di dunia lamaku dari sihir ruangku.
"Semua ini hanyalah sebagian, aku bisa membuat lebih banyak lagi."
__ADS_1
"Mustahil, apa ini?"
Aku mengambil satu cetakan novel pertama Oregairu yang kuberikan kepada Asteropedia hingga matanya bersinar terang.
"Hebat sekali, ceritanya dikemas sederhana mungkin serta ada gambarnya."
Itulah kehebatan dari Lite novel.
Selanjutnya aku menawarinya sebuah komik dari Naruto.
"Di sini banyak gambarnya."
"Namanya manga, kau bisa membaca semuanya tapi pertama kau harus menerima permintaanku dulu... jangan khawatir aku hanya butuh bantuanmu dua sampai tiga tahun saja."
"Bagaimana ini?"
Aku mengeluarkan kembali buku-buku itu dari sihir ruangku.
"Aku masih punya banyak lagi."
"Aku mengerti cuma beberapa tahun kan."
"Terima kasih atas kerja samanya," kataku ringan.
Asteropedia melompat ke tumpukan buku tersebut setelah melihat-lihat sebentar dia masukan ke dalam sihir penyimpanannya.
"Semuanya luar biasa, aku benar-benar tak sabar membacanya."
Rusina mendesah pelan dan berkata.
__ADS_1
"Kau benar-benar memiliki cara untuk bernegosiasi dengannya."
Aku tersenyum sebagai jawaban.