Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 124 : Akhir Festival


__ADS_3

Aku memotong-motong tubuh slime menjadi panjang lalu memasukannya ke dalam minyak panas dan selanjutnya itu berubah menjadi kentang goreng slime.


"Silahkan."


"Pesan dua sate slime."


"Okay," tak hanya aku semua orang juga disibukkan dengan pesanan lain, aku tidak pernah mengira menu kami bisa sepopuler ini.


"Tahu slime, siap."


"Tempe slime siap."


"Jelly slime juga siap."


Hanya Rusina dan Marina yang mengatasi pelanggan dan sisanya memasak.


"Kenapa aku juga harus ikut?" teriak Helfina kelelahan sedangkan Ariel dan Riel sudah tumbang sejak tadi.


"Kalian baik-baik saja," teriakku.


Selama seharian penuh kami terus berurusan dengan pelanggan, dengan ini aku melewatkan dua hari kesenangan festival.


Di hari berikutnya semua orang telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan bela diri antara naga, aku memilih kursi di belakang agar tidak terkena imbas dari pertarungan yang ada.


Ketika wasit mengumumkan pertandingannya sebuah pertempuran epic telah dimulai, tidak ada pemisahan jenis kelamin entah itu wanita atau pria mereka bertarung dalam satu arena, dibanding semua orang tentu aku memilih Onee-san yang berdada besar sebagai jagoan.


Dia dengan mudah mengeluarkan lawannya dengan gerakan khusus miliknya, boing-boing super, aku bahkan lupa bahwa ini bela diri.


Seorang naga menggunakan tendangan terbang yang mematikan, Onee-san mampu menangkap pergelangannya lalu melemparkannya hingga jatuh ke luar arena, aku yakin yang barusan itu tidak normal. Kebanyakan penantang naga tidak bisa bergerak saat diserang boing-boing, aku juga bisa memakluminya.


Tapi ujian yang sebenarnya barulah di mulai sekarang, ketika Onee-san sampai ke final dia harus melawan naga wanita yang sama.

__ADS_1


Sebenarnya itu istriku Hesna.


Kini aku tidak tahu harus memilih Onee-san atau istiku, Hesna sebelumnya adalah naga terkuat karena itu dia menjadi lawan terakhir yang harus dilawan kontestan.


"Mulai."


Aba-aba itu telah membawa arena ke dalam kehancuran, aku kini tahu kenapa ras naga disebut ras paling kuat, kecuali arena bertarung bangku penonton telah terbang entah kemana termasuk aku juga.


Yang bisa kudengar.


"Tepuk tangan untuk juara baru."


Saat aku mencoba bangkit Hesna sudah berlari ke arahku dengan wajah menangis, tentu aku segera memeluknya.


Dia hanya terdorong keluar sedikit saja, jika pertarungan asli dia masih akan jadi pemenangnya.


"Aku kalah."


"Apa karena aku gemuk jadi aku kalah."


"Mana mungkin, kau masih terlihat langsing dan muda, mari cari makanan enak."


"Um."


Setiap orang selalu memiliki waktu bersinar dan redup, di saat itu apa seseorang bisa menerimanya atau tidak itulah yang terpenting.


Sebenarnya apa yang kukatakan? Aku juga tidak tahu.


Di akhir festival tepatnya pada malam hari semua orang telah berkumpul di satu tempat untuk menyanyikan kembang api.


Saat Rusina memandu hitungan sampai tiga secercah cahaya di tembakan ke langit kemudian menghasilkan ledakan kilatan yang memukau mata dengan perpaduan berbagai warna yang mencolok.

__ADS_1


Selly dan Sella mengaitkan lengannya lalu berbisik ke dekatku.


"Kami punya sesuatu untuk suami kami," kata keduanya bersamaan lalu berbisik di telingaku secara bersamaan pula agar terdengar jelas.


"Kami berdua sedang hamil."


Hidup memang penuh kejutan.


***


Di dalam ruangan yang diisi oleh meja bundar ke tiga raja iblis yang tersisa sedang melakukan pertemuan bersama untuk membahas tentang sosok bernama Kazuya Haru.


Awalnya setiap raja iblis bukanlah rekan melainkan saingan dalam memperebutkan wilayah namun berkat orang itu hal ini terjadi.


Salah satu raja iblis yang mengenakan kacamata berkata sebagai pemimpin rapat.


"Seperti yang kita bahas untuk sementara kita akan melakukan gencatan senjata, mari kita gabungkan kekuatan untuk menghancurkan orang itu."


"Aku setuju denganmu Lucifer, orang itu mengalahkan Bisel, Nikel, Venosa dan Disolva dengan licik, aku tidak bisa menerimanya."


"Bagus sekali Beelzebub, sekarang bagaimana denganmu Queen?"


Kedua raja iblis itu menatap satu-satunya raja iblis wanita.


"Aku mengemban 1000 nyawa rakyat biasa ras iblis di tanganku, aku akan memilih menyerah dan berdamai dengan manusia."


"Kau takut?" tanya Lucifer.


"Dari awal aku tidak pernah memperluas wilayahku, aku tidak pernah terlibat pertarungan hal seperti ini... yang kuinginkan hanyalah membuat rakyatku bisa hidup damai tanpa diganggu siapapun."


Entah itu Lucifer atau Beelzebub segera menyerang sosok Queen namun sebelum mengenainya dia sudah menghilang dalam sekejap.

__ADS_1


Kunci takdir yang merubah dunia kini sepenuhnya dipegang oleh sosok pahlawan terakhir.


__ADS_2