Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 356 : Zona Kesunyian


__ADS_3

"Gawat, tiba-tiba saja tubuhku menggigil, kepalaku pusing dan aku mau muntah."


Scarlet memegangi tubuhnya sendiri selagi terduduk lemas sementara aku terus mengawasi sosok yang membuat tempat ini.


"Kepintaran tidak akan bisa menandingi sihir, akal sehat hanya akan menjadi tak berarti di tempat ini."


Kenapa dia mengatakan itu karena kemampuan zona ini adalah mengunci seluruh indera tubuh manusia lalu mengacaukannya, aku sudah tidak bisa menggerakkan tubuhku, bahkan ketika aku berusaha menggerakkan tanganku yang bergerak adalah kakiku, meksi begitu pikiranku masih bisa kukendalikan sendiri.


"Hey Scarlet kau baik-baik saja?"


"Tidak pernah sebaik ini, apa ini yang dinamakan berada di situasi kematian itu, aaah, rasanya sangat nikmat.... entah kenapa aku tidak bisa mengatur perasaanku, seolah seluruh rasa sakit yang pernah aku terima terasa sekarang."


Inilah kesunyian sesungguhnya, maksud dari kesunyian adalah ketika seseorang tidak bisa melakukan apapun.


"Semakin lama tubuh kalian tidak akan bisa digerakkan, kemudian seluruh indera kalian akan menghilang selanjutnya kegelapan akan menelan kalian seutuhnya."


Jadi begitu, perasaan sakit yang telah kubuang kembali muncul, ketika aku kehilangan orang tuaku, desaku, temanku dan juga dunia ini.


Aku berkata kepada sistem yang kumiliki.


"Analisis skillnya kemudian tiru kemampuannya."


[Perlu tiga menit untuk melakukannya]


"Aku akan berusaha untuk menahannya."


Rasa sakit mulai mengikis jiwaku, berbeda denganku sepertinya Scarlet sangat bersenang-senang.


"Hanya menunggu waktu sampai kau tidak bisa menahannya? Tentu aku lebih suka menyiksamu dari sekarang."

__ADS_1


Niko mengangkat tangannya dan patung-patung yang mengelilingi kami bergerak selagi memukuli kami berdua.


"Aha, bayangkan berapa banyak wanita yang mengalami hal ini, walau tidak dilecehkan ini juga mantap."


Mantap pala lu.


"Berhentilah mengatakan sesuatu yang aneh."


Tempat ini menghilangkan keabadian bahkan jika aku terbunuh, aku benar-benar akan mati.


Aku mencoba menggerakkan tanganku untuk melompat, tentu yang bergerak adalah kakiku. Dengan sigap aku menangkap Scarlet dengan baik lalu menghindari seluruh serangan patung.


Satu patung berhasil mengenai tubuhku hingga aku melucur di permukaan es, sementara kapal kami sudah hancur sejak tadi.


Aku sempat lupa, ini bukan dimensi lain melainkan tempat yang sebelumnya yang telah diubah.


Scarlet terlempar dari tanganku hingga wajahnya menghantam dengan posisi menungging.


"Patung-patung itu mulai mengincar ke arahku, aku sama sekali tidak terbiasa dalam situasi ini, mulutku mulai tidak bisa digerakkan hingga suara dan penglihatanku mulai kabur.


Di sisi lain patung yang membawa Niko berjalan ke arahku.


Orang-orang dari dunia lain sangat kuat, bahkan aku yang belevel tinggi dan seorang dewa pun bisa mereka pojokan.


Sebuah pukulan menghantam tubuhku hingga aku terlempar dengan dentuman keras.


Para petualang yang lainnya pun hanya bisa terbaring tak sadarkan diri. Tak lama pemberitahuan tedengar.


[Analisis berhasil dilakukan, memindai, sihir dunia lain... Area Field, Zona Penghakiman di peroleh]

__ADS_1


"Namanya mirip seperti extra skill-ku yang dulu."


Sekarang bukan waktunya memikirkan masa lalu.


"Kau masih bisa bangun rupanya, akan kuakhiri... bunuh dia."


Saat para patung mendekat ke arahku aku tersenyum kecil.


"Area Field..."


"Mustahil, kau meniru kemampuan kami?"


"Zona Penghakiman.


Langit yang gelap kini berubah menjadi sebuah ruangan hukuman di penjara pada umumnya.


Dalam sekejap seluruh rantai besi raksasa berujung tombak menghancurkan seluruh patung kemudian melilit mereka sampai hancur hingga Niko terjatuh ke bawah.


Dia hendak bergerak namun rantai yang lebih kecil menyeruak dari bawah kakinya menebus seluruh tubuhnya.


"Jangan kira semua ini telah selesai... semua rekanku pasti akan membunuhmu."


Aku hanya mendesah pelan lalu berkata.


"Iron Maiden."


Sebuah rahang berjeruji melahapnya dari bawah menghancurkan seluruh daging maupun tulangnya di waktu bersamaan, langit kembali sedia kala dan tubuhku terkulai lemas.


Scarlet bangun dan menempatkan tangannya di bahuku.

__ADS_1


"Kerja bagus, kita berhasil," katanya selagi tersenyum kecil.


Kenapa kau sok keren? Padahal nggak membantu sama sekali. Yang dia lakukan sejak tadi hanya bersuara aneh seperti ah, aah dan awawaw..


__ADS_2