
Suatu hari di sebuah desa tanpa terduga semua wanita telah menghilang secara mendadak bersama anak perempuan mereka, kecuali pria semuanya tidak bisa ditemukan lagi.
Para pria yang frustasi datang ke sebuah kota dan bertemu dengan seorang peramal.
"Suatu hari akan ada seseorang yang datang kemari dan menyelamatkan mereka."
Itulah yang dikatakannya.
Setelah mendengarkan hal itu dari seorang penjual buah kami menyewa sebuah kamar penginapan.
"Bagaimana menurutmu?"
"Saat di desa aku merasakan keberadaan orang lain, aku pikir mereka masih hidup."
(Apa itu hantu?)
"Bukan, mungkin lebih tepatnya seperti orang-orang itu terjebak di dimensi lain, seperti dimensi yang kubuat."
Aku hanya memiliki dugaan seperti itu.
"Terkadang hal itu terjadi, mana menurut sumbernya menjadi dua bagian. Pertama yang berasal dari tubuh manusia dan kedua dari luar, aku yakin mana di desa itu terlalu kuat hingga menciptakan dimensi lain... besok aku akan memeriksanya jadi kalian tidurlah hari ini."
"Baik."
__ADS_1
(Baik)
Di tengah desa yang sepi itu aku mulai menyusuri setiap tempat, karena aku belum tahu situasinya aku meminta Olien dan Cleo menunggu di kota.
Aku mengambil sebuah boneka di tanah yang sepertinya sudah berada di sana berbulan-bulan yang lalu lalu meletakkannya kembali.
Mengeluarkan Grandbell aku menebas ke udara, layaknya sebuah kaca pecah potongan itu berjatuhan ke tanah dan apa yang bisa kulihat para wanita dan putri mereka masih di sana sedang melakukan aktivitas sehari-hari mereka.
"Kalian."
Saat melihat wajah mereka semua orang tampak menangis bahagia.
Aku kembali ke kota dari pintu depan, meski aku sudah pernah mereka temui, sekali lagi mereka bertanya.
"Apa kau dari daerah luar, apa kau melihat sesuatu di desa sebelum datang kemari?"
Pria yang bertanya itu membelalakkan matanya lalu berlari ke desa yang cukup jauh dari kota ini dan begitu juga pria-pria yang menanyaiku pertanyaan yang sama.
Dengan ini mereka telah kembali bersama.
Selagi memakan apel di tanganku kereta kami mulai kembali bergerak untuk menuju tempat tujuan kami berikutnya, di jalanan yang sepenuhnya sepi Olien dan Cleo tampak bermain permainan tangan sementara aku fokus menatap jalanan.
Cleo sudah memutuskan tidak berbicara lagi, kalau aku bisa mendengar suaranya kurasa dia memiliki suara yang merdu.
__ADS_1
Melewati beberapa bukit akhirnya kami sampai di sebuah pantai tak berpenghuni, iblis ke empat berada di dalam air karena itu aku terus membuang sihir ke sana hingga sosok kepiting menyeruak dari sana.
Saat kepiting tersebut berjalan keluar permukaan aku membiarkan Olien dan Cleo yang menghadapinya.
Aku duduk memperhatikan keduanya yang mana saling menyerang secara bersamaan, mereka sudah terlatih untuk bekerja sama hingga masing-masing mampu memberikan celah untuk yang lain menyerang.
Cleo menarik dua pistol miliknya sekaligus dan seketika lingkaran sihir raksasa muncul di depan moncong tersebut. Melihat Cleo telah siap Olien melompat ke belakang untuk menjauh.
Dan apa yang terjadi, tubuh kepiting itu langsung berlubang lalu menjadi debu dan menghilang.
"Berhasil, kerja bagu Cleo."
(Kau juga) balasnya.
Yah, mereka sudah semakin kuat.
Olien berkata ke arahku.
"Apa kita akan langsung pergi ke tempat lain sekarang?"
"Aku punya ide lebih baik, mari bersantai dulu di sini sebentar."
(Asyik)
__ADS_1
Keduanya melepaskan sepatu di kaki mereka lalu berlarian di pinggir pantai untuk saling mengejar satu sama lain.
Pemandangan seperti ini memang tidak terlalu buruk.