
Pagi berikutnya aku hanya berdua bersama Ibela di meja makan.
"Selly dan Sella?"
"Mereka masih tertidur, biar aku yang mengantarkan makanan ke kamar nanti."
"Begitukah, kalian pasti memiliki malam yang indah bukan."
Dia mengatakannya selagi mengedipkan mata sebelum mengambil roti yang telah diolesi madu kemudian ia masukkan ke dalam mulutnya.
"Enak sekali, sampai sekarang masih belum ada pergerakan dari raja dunia Encore tapi lambat lain setelah dia mengetahui beberapa jenderalnya mati dia pasti akan mengambil gerakan."
"Kurasa begitu."
Aku mengigit rotiku lalu melanjutkan.
"Aku belum tahu sebenarnya makhluk bencana seperti apa yang dia manfaatkan untuk menghancurkan kota-kota di sini?"
"Sejujurnya itu hanya seekor laba-laba raksasa, laba-laba itu bisa dengan mudah menghancurkan bangunan lalu melahap manusia dengan rakusnya, aku sudah tidak bisa menghitung berapa jumlah pihak pasukan kesatria yang telah gugur karenanya."
Aku mengangguk sebagai balasan.
"Benar juga, aku akan membawa kalian menghadap ratu jadi pastikan untuk tidak berpergian dulu."
"Aku mengerti."
__ADS_1
Aku mengambil sarapan di meja lalu membawanya ke kamarku, di sana Selly dan Sella masih tertidur pulas dan aku melepaskan selimut yang mereka kenakan.
Bukannya bangun mereka malah saling berpelukan dengan tubuh telanjang mereka.
"Kalian berdua sampai kapan kalian akan tidur, aku membawakan kalian makanan."
"Makanan."
"Aku memang sangat lapar."
Aku hanya mendesah pelan, paling tidak mereka harusnya kenakan sesuatu dulu sebelum mengambil makanan.
Kereta kuda kami mulai bergerak maju, tujuan kami adalah ibukota kerajaan yang hanya bisa ditempuh dalam beberapa jam saja.
Kami dipersilahkan masuk untuk menemui penguasa kerajaan ini yang merupakan ibu Ibela, dia wanita berusia di awal tiga puluhan meski begitu dia terlihat lebih mirip kakak perempuan Ibela dibanding ibunya.
"Itu bukan apa-apa, tolong angka kepala Anda," balasku ringan hingga ia tersenyum tipis.
"Kami sangat senang karena kalian mau meminjami kekuatan kalian, sebagai hadiah dariku katakan keinginan kalian maka aku akan mengabulkannya?"
Aku melirik ke arah Ibela dan ia mengangguk mengiyakan.
"Sebenarnya yang mulia ratu, kedua istriku berasal dari wilayah Install... kalau boleh diizinkan kami ingin membangun wilayah itu kembali setelah peperangan ini selesai, dengan bantuan Anda wilayah itu pasti akan cepat pulih."
"Wilayah Install kah? Kudengar wilayah itu merupakan kampung halaman dari ratu iblis kembar."
__ADS_1
Semua orang segera terdiam, saat mereka mengalihkan pandangan ke arah Selly dan Sella semuanya langsung memucat.
"Ja-jangan bilang mereka?"
"Benar yang mulia, merekalah orang yang dimaksud tapi jangan khawatir kami tidak berniat untuk membuat kekacauan di dunia ini, kedua istriku sangat menyesal atas perbuatannya di masa lalu dan sekarang mereka ingin menebus semuanya dengan menjadikan dunia ini lebih baik."
"Itu benar mama, maksudku ratu... aku bisa menjamin apa yang dikatakan tuan Kazuya memang benar adanya."
Syukurlah aku mengatakan hal ini sebelumnya pada Ibela.
"Jika putriku mengatakan itu, aku akan mempercayainya."
Selly dan Sella membungkuk ke arah semua orang.
"Untuk sebelumnya kami minta maaf, kami telah banyak belajar dari suami kami jadi hal seperti masa lalu tidak akan pernah terjadi," ucap Selly lalu disusul Sella.
"Kami sekarang hanyalah seorang istri yang memuaskan nafsu liar suaminya yang tidak terkendali, tidak lebih."
Aku menutup mulut keduanya.
"Kalian jangan mengatakan hal aneh-aneh, lihat ratu mulai menutupi pahanya."
Ratu itu diam sejenak lalu berkata ke arahku setelah mempertimbangkan banyak hal.
"Apa kau suka janda juga?"
__ADS_1
Tamat sudah, dalam sekejap imejku langsung hancur total karena dua orang ini.