Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 65 : Pasar Gelap


__ADS_3

Seperti yang aku katakan siang hari itu aku pergi bersama Lolia menuju sebuah pasar gelap yang ada di bawah tanah tepatnya di sebelah selatan dari kota Abelon, bukan berarti di sini menjual barang ilegal atau budak seperti pasar gelap lakukan, tempat ini benar-benar bersih.


Dinamakan pasar gelap karena lokasi pasar itu di dalam tanah yang menyerupai sebuah gua, aku tidak tahu bisa sampai seperti ini yang jelas tempat ini disukai banyak orang.


Tidak jauh berbeda dengan pasar di permukaan apapun yang kau butuhkan semuanya tersedia di sini. Dan yang kami cari berdua adalah benih tanaman yang biasanya di tanam dari kerajaan lain.


Pemilik kios dengan sabar menjelaskan setiap benih yang dia punya beserta contoh buahnya.


Ada beberapa buah yang berbeda dari yang kuingat.


Misalnya pisang di dunia ini bentuknya bulat. Durian tidak memiliki duri di kulitnya, serta banyak lagi yang aneh-aneh.


Aku bertanya, apa ada buah yang bisa memberikanku kekuatan karet? Sayangnya itu tidak ada.


"Bagaimana Lolia, ada yang kau suka?"


"Aku suka buah yang besar."


"Begitu, ada kah?" aku mengirim pertanyaan itu pada penjaga kios.


"Buah seperti itu... maksudmu buah yang berbentuk bulat sempurna yang mana jika kita menekannya sesuatu yang putih keluar dari sana."


"Sialan, itu buah dada."

__ADS_1


Aku meninju pedagangnya hingga ia terlempar ke belakang.


"Mari cari ke kios lain."


Setelah memilih-milih akhirnya kami menemukan buah semangka yang ukurannya dua kali lipat dari biasanya, bentuk dan buahnya tidak jauh berbeda dengan yang kuingat.


"Jika kau baik merawatnya buah ini bisa tumbuh 10 kaki."


"Yang benar?" tanyaku.


"Benar pelanggan terhormat, kalau tidak percaya kau bisa menanamnya dulu dan lihat apa itu tumbuh baik atau tidak... jika aku berbohong, anda akan tersambar petir."


"Oi, bukan harusnya kau sendiri yang tersambar."


"Berarti kau berbohong," teriakku selagi meninju orang itu.


Buah ini mungkin saja hasil gelonggongan.


Lolia di sampingku hanya bisa mendesah pelan lalu berkata.


"Pasar gelap benar-benar berubah jadi gelap sekarang."


"Sepertinya begitu."

__ADS_1


"Dibanding menanam buah yang kita tidak tahu bagaimana kalau kita menanam yang biasa ada di kerajaan ini saja tuan?"


"Kurasa itu lebih baik, apa yang akan kita tanam?"


"Untuk buah-buahan bagaimana kalau kita memilih pisang dan sayuran kita bisa memilih lobak dan kentang saja."


"Aku suka itu."


Pada akhirnya kami memiliki benih tanaman yang disebutkan Lolia, untuk pertama kita akan menanamnya di tanah yang tidak terlalu luas, paling tidak bisa di kelola sepuluh orang serta lokasinya tidak jauh dari danau agar memudahkan dalam segi perairan.


Aku meminta salah satu pria dari ras naga untuk membajak tanah, ia menggunakan wujud aslinya jadi pekerjaannya benar-benar cepat.


"Kalau perlu bantuan lagi tolong panggil aku lagi tuan."


"Kau terlihat terburu-buru."


"Aku ingin pergi ke bar nona Elona, sampai nanti."


Tempat itu memang sangat populer belakangan ini atau tepatnya saat para Succubus menjadi pelayannya. Lolia yang izin pamit kembali dengan beberapa gadis dari ras naga dan manusia.


"Semuanya wanita?" tanyaku demikian.


"Tanaman akan tumbuh lebih baik jika wanita yang menanamnya, terkadang buah dan sayuran yang dihasilkan akan jauh lebih baik pula."

__ADS_1


Ini pertama kalinya aku mendengar hal itu, yah, selagi mereka menjalani tugasnya dengan baik aku tidak akan mengeluh sedikitpun.


__ADS_2