
Aku memiliki sembilan istri dengan sembilan putri dan sembilan hari yang akan kuhabiskan bersama.
Di hari pertama aku bersama Selly dan Seri pergi ke sebuah desa terkenal yang berada jauh dari desaku tinggal, di desa ini mereka memiliki kuda bersayap yang diperbolehkan dinaiki oleh turis.
Atau semua orang sebut sebagai kuda pegasus.
Aku sudah mengenal baik dengan desa ini, di mana mereka menanam ginseng dan mengirimnya ke desaku untuk ditukar dengan sayur-sayuran dan buah-buahan yang kami miliki.
"Tuan Kazuya, sebuah kehormatan Anda datang ke desa kami," kata kepala desa membungkuk sopan.
"Aku hanya datang untuk berlibur dengan keluargaku... apa aku boleh berkeliling di sini?"
"Tentu saja, biar saya panggilkan seseorang untuk memandu semuanya."
Aku jelas menolaknya jika ada orang lain, itu bukan jadi acara keluarga lagi.
"Tidak usah, kami hanya bermain-main di sini selama seharian penuh."
"Saya mengerti, kalau ada masalah tolong segara hubungi saya."
Aku mengangguk mengiyakan lalu memberikannya sekantong koin emas padanya.
"Ini?"
"Anggap saja sebagai hadiah untuk memajukan desa ini."
"Terima kasih banyak. Selain anda sudah menyelamatkan kami, Anda juga malah membantu kami sejauh ini... Hueehh, aku akan mengikuti Anda seumur hidupku."
Dia menangis.
Itu mengingatkan tentang Ronald.
Kurasa dia sedang sibuk membangun sekarang.
Seri menunjuk ke arah sebuah lapangan luas di mana beberapa kuda Pegasus sedang memakan rumput.
"Ibu, itu..."
__ADS_1
"Cantik bukan, mari kita lihat lebih dekat."
"Um."
Aku melambaikan tangan ke arah kepala desa lalu mengikuti istri dan anakku dari belakang, beberapa orang di desa yang hendak pergi ke kebun menyapaku dan aku pun balik menyapa mereka.
Sebagai desa yang berada di pinggiran kerajaan Elysium, selama ini mereka cukup kesulitan memenuhi kebutuhan mereka tapi sekarang jelas berbeda, hamparan sawah dan perkebunan gingseng menjadi pemandangan utama dari desa ini termasuk kuda pegasus yang sedang dinaiki putriku, Seri.
"Apa tidak masalah Seri duduk di atasnya, aku takut dia terjatuh."
"Bagaimana kalau kau juga naik."
"Apa boleh?"
"Memangnya ada yang melarang."
Selly dan Sella memang selalu membuat keributan tapi saat dipisah mereka sedikit tenang.
"Eeeeh..."
Aku menggendong Selly di pangkuanku lalu membiarkannya duduk di belakang Seri.
"Pasti akan menyenangkan."
Setiap minggunya kami selalu pergi ke tempat berbeda secara bergantian, sekarang aku pergi bersama mereka dan minggu depan giliran yang lainnya, tapi terkadang aku juga datang ke sebuah tempat bersama sembilan istri dan sembilan putriku sekaligus.
Aku mengelus kepala Pegasus lalu memunculkan lingkaran sihir kecil. Dan sebuah suara terdengar dari kepalaku seperti sebuah sistem.
[Membuat Skill Tamer level menengah, memproses dari hitungan lima... empat... tiga.. dua.... satu. Skill Tamer berhasil dibuat, Anda ingin mengaktifkannya]
Jawabannya," Yes"
"Kalian pegangan yang erat," tepat saat aku mengatakannya sayap di tubuh pegasus mulai mengepakkan dirinya selanjutnya terbang ke atas dengan santai.
"Eh..."
"Mama kita terbang."
__ADS_1
"Benar, wah... dari sini semuanya tampak kecil, tapi jangan lupa untuk terus berpegangan."
"Um."
Aku bersandar di pagar selagi melihat keduanya yang bersemangat. Kepala desa muncul di belakangku dan berkata selagi mengacungkan jempol.
"Tuan Kazuya, kalau tidak keberatan mampirlah ke rumah kami, istriku akan membuatkan makanan untuk kita semua... aku jamin rasanya sangat enak."
"Nanti kami mampir."
"Mereka terlihat sangat bahagia, aku sebenarnya ingin memiliki banyak istri juga."
"Benarkah?"
"Tentu saja, tapi aku yakin istriku akan membunuhku setelahnya hahaha, poligami memang diizinkan tapi tetap saja perlu persetujuan istri sebelumnya, jika tidak begitu keretakan rumah tangga akan terjadi."
Itu mungkin termasuk aturan yang tidak tertulis di dunia ini.
"Ngomong-ngomong kepala desa."
"Apa tuan Kazuya?"
"Istrimu dari tadi mendengarkan."
"Heeeeh, sejak kapan?"
"Jadi ayah ingin poligami."
"Yang barusan cuma bercanda, aku harus pergi bekerja."
"Tunggu sebentar."
Aku hanya melihat kepergian kepala desa yang dikejar oleh istrinya yang membawa balok kayu dengan senyuman hangat.
Hal seperti inilah yang ingin kulindungi.
Sebuah kedamaian untuk semua orang di mana mereka memiliki tempat yang disebut rumah.
__ADS_1
Pertarungan melawan Raja Naga Kehancuran dan Raja Dunia Bawah mungkin akan menjadi pertarungan akhirku dan setelahnya aku bisa bersantai.
Meski akan ada bahaya setelahnya, aku akan membayar orang untuk melakukannya.