
Beberapa hari selanjutnya aku mengumpulkan banyak orang di ruangan masionku dimana yang duduk di setiap kursi itu adalah Zeper, Lusy, Suhen, Elona serta keempat pelayanku yang berdiri di belakangku.
Sebelumnya aku sudah meminta mereka untuk menyelidiki tentang guild serikat pedagang yang menjadi musuh kami, tak hanya itu keluarga Wisel yang terdiri Ronal, Lolia dan Lili juga turut bergabung setelah beberapa saat berlalu bersama Keyla dan Lemy.
Ancaman kami adalah guild serikat pedagang, setelah menunggu dan mencari informasi tentang mereka kami tahu bahwa mereka ingin memonopoli perdagangan demi diri mereka sendiri, awalnya mereka terlihat baik dengan membeli setiap barang dengan harga lebih dari pasaran akan tetapi mereka sebenarnya sedang mengincar sebuah dungeon di perbatasan kerajaan Weisvia dan Kerajaan Artana.
"Elona," aku memanggilnya.
"Baik, dari sini aku akan menjelaskan... guild serikat yang menjadi musuh kita bernama guild pedagang Hebet, mereka bukan berasal dari kerajaan kita akan tetapi pengaruhnya sudah masuk ke negara kita bahkan ke benua ini, dengan membuat seluruh guild serikat bangkrut mereka akan bisa memiliki dungeon yang berisi puluhan harta melimpah entah itu kristal maupun berlian."
Keyla mengangkat tangannya.
"Kenapa mereka melakukan itu?"
"Itu karena dungeon dimiliki banyak guild serikat dagang yang ada di kerajaan Weisvia maupun Kerajaan Artana salah satunya, dahulu banyak orang yang memperebutkannya... demi menjaga kedamaian semua orang yang terlibat akhirnya memutuskan dan membagi hasilnya, guild serikat kota Abelon tidak termasuk karena guild ini kecil akan tetapi imbas dari mereka juga telah menyeret kita."
Zeper melanjutkan.
__ADS_1
"Apabila guild serikat yang memiliki hak ini bangkrut maka mereka sudah tidak dapat mengekplorasi dungeon lagi hingga menyisakan guild mereka, memang benar guild Hebet mengeluarkan jumlah uang yang sangat banyak meski begitu, hal itu bukan apa-apa saat mereka mendapatkan dungeonnya. Uang yang mereka keluarkan akan kembali sangat cepat."
"Aku dengar beberapa orang dari guild serikat lain turut memprotes apa yang dilakukan guild dagang Hebet tapi mereka malah menyuruh beberapa petualang untuk memukuli pendemo," tambah Elona lalu semua orang menatap ke arahku menunggu jawabanku.
Aku mendesah pelan lalu berkata.
"Elona, apa menurutmu kita bisa mengambil hak dungeon itu sepenuhnya."
"Kurasa itu mungkin saja, jangan bilang?"
"Kita akan berperang mulai sekarang... Ronald, Zeper, Lusy dan Suhen kalian bagi menjadi dua kelompok lalu bawa beberapa petualang kuat bersama kalian dan dapatkan petisi dari guild yang dirugikan begitu juga anggota mereka. Yang mana petisi itu bertuliskan memberikan hak mereka pada kita.. kalau perlu suap mereka dengan banyak uang."
"Baik."
"Lulu, Keyla dan Lemy, tolong naikkan harga pembelian kita dua kali lipat dari harga yang di tawarkan oleh guild serikat itu, Elona yang akan mencari tahu berapa harga yang mereka terapkan."
"Baik."
__ADS_1
"Bukannya ini sangat berbahaya," tanya Lemy.
"Tidak, alasan aku belum bergerak adalah menunggu mereka lebih dulu untuk menghabiskan uang mereka, bagaimana jika tiba-tiba saat mereka merasa menang ada seseorang yang meniru rencana mereka."
Semua orang seketika terdiam, Selly berkata.
"Ketika mereka telah kehilangan banyak uang di awal, kita baru memulai, sungguh licik tuan."
"Bisakah kau memujiku sesekali."
"Itu pujian koq."
"Kita tidak akan menerapkan harga ini selamanya, buat saja bahwa ini masa promosi guild dan akan berakhir satu bulan."
"Satu bulan?" semua orang mengatakan hal sama.
"Dalam satu bulan aku akan menghancurkan guild tersebut, untuk sisanya kalian bisa membantu menyebarkan informasi ini ke semua orang."
__ADS_1
"Baik."
"Entah kenapa aku mulai mengerti kenapa raja iblis bisa dikalahkan dengan mudah olehmu. Tidak ada orang yang cukup bodoh untuk melawanmu," kata Elona mendesah pelan.