
Sementara itu, Gabriela mengambil jalan berbeda dengan Rin, bersama rombongannya mereka melewati jalanan berbatu yang terjal.
Banyak terdengar lolongan dari segala arah sampai tanpa sadar sekumpulan serigala telah mengelilingi mereka semua.
Para Lizardman berusaha menarik tombak mereka dan para wanita yang berasal dari ras manusia dan Demi human menjaga bahan makanan jangan sampai dirusak.
Di tengah-tengah itu Gabriela berjalan melewati para Lizardman di depannya, menuju seekor serigala yang memiliki tubuh lebih besar dari kawanannya, ia mengulurkan tangannya dan serigala itu menempatkan satu kakinya di atas tangan Gabriela.
"Heeh," orang-orang hanya bisa mengeluarkan suara keterkejutannya, dahulu Gabriela pernah mendatangi kawasan ini dan ia pernah menolong serigala yang sedang dia elus sekarang saat kakinya terluka karena jatuh dari jurang.
Semua hal memang telah dipikirkan Kazuya sampai sejauh ini, para serigala membungkuk lalu kembali ke habitatnya di dalam hutan.
"Mari pergi."
"Ba-baik."
Gabriela mengambil tempat di belakang kereta bersama seorang wanita bertelinga kelinci.
"Ngomong-ngomong Nona Gabriela, Anda selalu baik pada orang lain, tapi kenapa nona kadang bersikap dingin pada tuan Kazuya?"
Gabriela tak langsung menjawabnya melainkan hanya menundukkan wajahnya dengan memerah.
"Nona Gabriela?"
"Jika kukatakan apa kau akan mengatakannya?"
"Tentu saja tidak, ini rahasia wanita."
__ADS_1
"Itu... hmm, sebenarnya aku mencintainya."
Wanita kelinci tak bisa menahan tawanya.
"Apa ada yang lucu?"
"Sebenarnya semua orang sudah tahu hal seperti itu, kami diberitahu nona Amnestha."
"Terkutuklah dia," teriak Gabriela.
"Tapi kami bisa menebaknya, jika bukan karena rasa cinta para pelayan tuan Kazuya tidak akan seperti itu."
"Maksudnya?"
"Kalian sangat akrab dengannya, seperti masing-masing sangat membutuhkan satu sama lain, tentu saja semua hal itu dilandasi oleh kepercayaan yang sangat besar."
"Begitu, perasaan wanita itu sangat merepotkan yah... menyukai seseorang tapi tidak ingin menunjukannya secara terang-terangan, tentu aku juga sesekali berfikiran sama."
Keheningan terasa sesaat di antara keduanya sampai wanita bertelinga kelinci itu membuka mulutnya kembali.
"Lalu apa alasannya?"
"Aku tidak ingin tuan Kazuya pergi lagi... di masa lalu aku terus menunjukkan kasih sayang padanya akan tetapi saat itu kami malah berpisah dengannya."
"Ah, aku bisa mengerti sedikit.... dengan kata lain Nona Gabriela tidak ingin hal itu terjadi lagi, jika bersikap dingin akan membuat tuan Kazuya akan terus bersama kalian."
Gabriela mengangguk sebagai jawaban, saat itu mereka memang sudah sepakat dengan Dewi Ristal bahwa Kazuya akan datang ke dunia ini lagi. Meski begitu, rasa kesepian yang dialami Gabriela tidak begitu saja hilang, setiap harinya baginya terasa sangat sulit dan berat.
__ADS_1
Ketika ia memikirkan hal itu perkataan gadis kelinci selanjutnya membuatnya terkejut.
"Bukannya itu hanya perasaan Nona Gabriela saja?"
"Perasaanku?"
"Tepat sekali, misalkan dulu Nona Gabriela bersikap dingin apa tuan Kazuya akan tetap bersamamu?"
"Tapi..."
"Aku tidak tahu alasannya kenapa tuan Kazuya meninggalkan kalian, tapi aku yakin beliau bukan seseorang yang begitu saja pergi, apa aku benar?"
Gabriela mengangguk kembali sementara seorang yang dia ajak bicara kembali membuka mulutnya.
"Pasti ada situasi yang tidak bisa ditangani kalian semua, tapi itu adalah masa lalu dan masa lalu tetap akan menjadi masa lalu, sekarang adalah masa depan jika tuan Kazuya akan pergi lagi bukannya kalian bisa menghentikannya, itu lebih baik dibanding membohongi diri sendiri."
Pernyataan wanita kelinci itu tepat mengenai hati Gabriela, sebelum dia membalasnya suara kusir lebih dulu memotong.
"Kita sudah sampai."
"Kerja bagus, mari bersiap-siap."
"Baik."
Gabriela mengalihkan pandangannya ke arah wanita kelinci selagi memiringkan kepalanya dengan senyuman hangat.
"Terima kasih, aku mungkin sekali lagi ingin menjadi Gabriela yang dulu."
__ADS_1
Lawan bicaranya pun tersenyum sebagai balasan.