Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 212 : Penyelamatan


__ADS_3

Ketika seluruh kecoa pergi kembali ke habitatnya, aku mencari keberadaan Fate dan Arisa, keduanya tidak bisa aku temukan.


Para pelayanku yang telah pulih mengikat orang-orang yang menyerang desa ini dan berkata.


"Aku yakin mereka dibawa ke kota pemilik yang mengincar suratnya."


"Sepertinya begitu."


Syukurlah Rin sebelumnya memberikan sebotol darah yang dibawa oleh Fate kemanapun dia berada, bersamanya aku langsung menghilang dan muncul di dalam sebuah penjara bawah tanah.


Aku membangunkan Fate yang tidur di lantai begitu juga Arisa. Dia masih kecil tapi malah harus mengalami perlakuan seperti ini.


"Tuan Beaufort."


"Semuanya sudah baik-baik saja, Rin tolong antar mereka berdua ke kota."


"Bagaimana dengan tuan?"


"Aku akan mengurus yang ada di sini."


"Baiklah, aku akan menjemputmu tuan beberapa saat nanti."


"Aah."


Ketiganya menghilang dengan cepat, aku menarik pedang biasa di punggungku lalu memotong jeruji itu dengan mudah, para penjaga segera bereaksi ke arahku namun dengan santai aku menjatuhkan mereka hingga tak sadarkan diri.


Ketika aku hendak pergi seorang menarik bajuku dari dalam penjara.


"Bisakah kau melepaskanku juga?"


Di dalam sana ada seorang pria dengan rambut panjang.


"Siapa kau?"


"Namaku Draggel, dulu aku melayani raja sebelumnya."


Dengan kata lain dia mungkin ada hubungannya dengan Fate, pada akhirnya aku membantunya keluar dan berlari bersamanya.

__ADS_1


Draggel mengambil pedang di tubuh penjaga yang tak sadarkan diri beserta pakaiannya, dan ia menempatkannya di pinggang.


Di dalam gang itu, aku mengawasi sekitar dan melihat para penjaga yang berpencar ke segala arah untuk mencari kami berdua.


"Jadi kenapa kau berada di dalam sana?"


"Aku adalah komandan kesatria, saat aku menyelidiki tentang para pejabat seseorang memfitnahku dan memasukanku ke dalam sana."


"Bisa kuasumsikan kau berada di pihak kami."


"Kami?"


"Aku ingin mengembalikan Fate ke singgasananya."


Draggel memegangi kerahku tak sabar.


"Katamu Fate, dia masih hidup?"


Aku mendorongnya menjauh.


"Jadi dugaanku benar, yang menyerang keluarga kerajaan, bukanlah perampok biasa... aku pernah mengirim beberapa orang untuk mencari tahu akan itu, namun mereka tidak pernah kembali."


"Sudah jelas mereka dibunuh," kataku memotong.


"Lalu apa tujuanmu sekarang?"


"Aku akan menghabisi pemilik tanah ini."


"Apa kau memang harus membunuhnya?"


"Ini demi orang-orang yang telah meninggal karenanya, bisakah kau menunjukkan aku kediamannya."


"Rumah besar di sana itu."


Aku menyamarkan diri bersama pejalan kaki menuju tempat tersebut, Draggel juga malah mengikutiku dari belakang.


"Aku juga ingin membantu."

__ADS_1


Tidak ada pilihan lain, paling tidak, dia bisa kugunakan sebagai umpan jika diperlukan. Aku menendang gerbang masion tersebut hingga hancur.


"Kau ini terlalu Bar-bar, kita seharusnya menyelinap."


"Terlalu lama bagiku."


Ketika para penjaga muncul mereka langsung melesat ke arah kami berdua, pertarungan tak bisa dihindari karena itu aku diam-diam mengendap-endap dan kuserahkan semuanya kepada Draggel.


"Kau memang yang terburuk," teriaknya.


Aku membiarkan perkataan itu berlalu begitu saja, saat aku memasuki masion, sebuah api yang ditembakkan dari sebuah pedang meluncur ke arahku dan menghancurkan jendela di belakangku.


Yang melakukannya pemilik masion ini tentunya.


"Di mana surat itu?"


"Aku sudah menghancurkannya."


"Apa? Apa kau tahu seberapa berharganya surat itu?"


"Karena berharga jadi aku hancurkan, surat itu adalah bukti kepemilikan kota ini bukan? Jika kau tidak memilikinya maka kau sudah tidak punya hak menjadi pemimpin."


"Sialan."


Dia kembali mengayunkan pedangnya dan aku pun beberapa kali menghindarinya dengan cukup baik.


"Aku sudah lama membangun kota ini, tak akan kubiarkan kau menghancurkannya."


"Maksudmu membangun untuk kekayaanmu sendiri."


"....Kh."


Dia tidak bisa membalas ucapanku, memang benar kotanya sejahtera namun kota lainnya harus berakhir menyedihkan karena ulahnya.


Aku mengarahkan tanganku untuk menciptakan api hitam dan 'Bam'


Semuanya sudah selesai.

__ADS_1


__ADS_2