Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 421 : Sebuah Jiwa Yang Terperangkap Dalam Boneka


__ADS_3

Ketika aku masih kecil aku sempat memikirkan ini, apa benda itu akan memiliki jiwa tergantung siapa pemiliknya?


Saat aku berjalan-jalan di salah satu kota aku tanpa sengaja melewati sebuah toko loak yang menawarkan barang bekas yang masih bagus, dan di sana aku menemukan sebuah boneka kecil yang dipajang untuk dijual.


Aku segera bertanya pada penjualnya dengan nada tergesa-gesa.


"Di mana kau mendapatkan boneka ini?"


"Aku menemukannya di jalan... kukira ini terjatuh dari pemiliknya dan aku ingin menjualnya."


"Aku akan membelinya."


Sepuluh koin perak untuk satu boneka adalah sebuah perampokan meski begitu aku membelinya lalu berjalan bersama boneka itu menuju sebuah gang sepi. Aku meletakannya di sebuah tong yang tidak terpakai untuk menunggunya berbicara.


Setelah sekian lama tentu boneka itu tidak berbicara.


Kurasa jiwa di dalam sana hanya terperangkap tanpa bisa mengatakan sesuatu, jadi kugunakan skill yang baru kubuat untuk membuatnya berbicara dan bergerak.


"Uwah... aku bisa bergerak, aku juga bisa berjalan."


"Jadi apa kau jiwa dari pemilik boneka ini?'


"Um... namaku Rara, aku gadis cantik umur 15 tahun salam kenal."


"Apa seperti itu caramu memperkenalkan dirimu?"


"Tapi aku biasa melakukannya saat di desa "


Kurasa dia seorang gadis yang ceria.

__ADS_1


"Maaf mengatakannya, tapi kehidupanmu telah berakhir... hmm pergilah ke surga sana."


"Tidak mau, aku tidak yakin bahwa aku telah mati."


"Sejujurnya kau sudah mati dan jiwamu masuk ke dalam boneka."


"Mustahil? Apa aku tidak bisa kembali ke tubuhku."


"Pada dasarnya tidak bisa."


Sebagai Dewa aku bisa membuatnya hidup kembali bahkan memberikan tubuh yang baru untuknya, akan tetapi aku tidak ingin sembarangan melakukannya, kuharap dia akan bersabar dalam wujudnya seperti ini dulu.


"Namaku Kazuya, jadi apa yang terjadi padamu dan di mana kau tinggal?"


"Kalau yang terjadi aku juga tidak tahu, yang kutahu aku sudah berada di dalam boneka dan jika desa kurasa desaku sangat terkenal dengan tebu."


"Apa kedua pertanyaan itu penting?"


"Sudah jelas penting, sepertinya seseorang telah mengambilmu dari desa kemudian dia menjatuhkannya di jalan hingga dibawa oleh seorang pedagang."


"Kau hebat sekali, apa kau cenayang atau peramal seperti itu?"


"Aku bukan keduanya, pokoknya untuk sementara ini tinggallah di desaku saja dan kita akan mencari tahu tempat tinggalmu setelahnya."


"Mungkinkah kau ingin berbuat senonoh padaku."


"Kau ini boneka, terlebih aku sudah punya banyak istri."


"Apa? Kau tukang selingkuh, aku tahu, kau pasti berselingkuh dan tanpa sadar menghamili mereka semua."

__ADS_1


Aku menjentikkan jariku di tubuh boneka itu.


"Berhentilah meracau, mari pergi."


"Gendong aku."


"Ogah, aku ini pria tulen."


Pada akhirnya aku meletakkan boneka itu di bahuku, biasanya di bahu petualang itu ada seekor elang atau naga kecil terbang sebagai pet, tapi ini boneka imut berbentuk beruang...coba bayangkan itu?


Aku sudah terbiasa dengan bisik-bisik orang ke arahku, saat aku berjalan tiba-tiba saja turun hujan karenanya aku memutuskan untuk berteduh dengan masuk ke dalam guild.


Aku bisa menggunakan sihir teleportasi hanya saja aku tidak ingin cepat pulang, bisa dikatakan aku ingin menghabiskan sedikit lebih lama di kota ini. Seperti yang kuduga setiap guild selalu bersatu dengan sebuah bar atau kedai makan.


Aku meletakkan Rara di atas meja sementara aku memesan. Beberapa petualang mengatakanku gila atau stres tapi aku memilih mengabaikannya.


"Aku ingin memesan."


"Baik, apa boneka ini juga mau memesan?"


"Aku ini tidak bisa membuka mulutku, kau mengejekku hah?"


Gadis ceria berubah menjadi gadis pemarah. Tentu saat Rara berbicara mereka semua terkejut.


"Bo-bonekannya bisa bicara?"


"Apa baru kali ini kalian melihat boneka bisa bicara?"


Tanpa ditanyapun memang begitu adanya.

__ADS_1


__ADS_2