
Puing-puing bangunan mulai berjatuhan seiring pertarungan mereka yang terus berlanjut, tubuh Selly berputar di udara sebelum akhirnya menabrak bangunan dengan keras.
Di sisi lain Sella juga mengirim pukulannya menghantam tubuh Encore hingga dia jatuh terlentang di sebuah pintu melayang.
Sella menghampiri Selly yang sedikit mengeluh.
"Punggungku sakit."
"Tahan saja sebentar."
Encore yang babak belur menyeka darah dari mulutnya sebelum mengeluarkan pil obat dari saku bajunya lalu menelannya.
"Tak kusangka aku harus menggunakan ini."
"Apa yang kau makan?"
"Sesuatu yang luar biasa."
Tubuh Encore mulai bercahaya menampilkan siluet hitam yang mulai membesar. Selly berkata ke arah Sella.
"Kita mundur dulu."
"Iya."
Keduanya mendarat bersama yang lainnya.
"Apa yang terjadi? Cahaya di sana itu," tanya Ibela.
"Sesuatu yang berbahaya akan datang sebentar lagi," jawab Selly.
Ketika semua orang kebingungan cahaya itu semakin besar dan terang hingga semuanya menutupi mata mereka, saat cahaya menghilang mereka menemukan Encore telah berubah.
__ADS_1
"Kau pasti bercanda?" ucap Ken demikian disusul Akane.
"Raksasa."
Encore telah berubah menjadi seperti itu, bukan hanya raksasa biasa melainkan raksasa yang terlihat sangat kuat.
Dari tangan kiri sampai bahu adalah besi, sementara tangan lain merupakan tangan monster, terlebih seluruh tubuhnya terlindungi sisik yang keras ditambah ekor ular yang panjang.
Tidak salah lagi bahwa Encore telah berubah menjadi kadal raksasa yang berdiri dengan dua kaki.
"Kalian semua akan dihabisi sekarang, bersiaplah."
Dengan hanya satu langkah kakinya semua tempat mulai bergerak dan berguncang, Kazuya meminta semua orang untuk mundur kecuali dirinya, Amaterasu dan kedua istrinya atau lebih tepatnya seseorang yang masih bisa bertarung.
Kazuya mengambil pisau belati di kedua tangannya selagi menyeringai.
"Ini pertarungan akhir, Selly dan Sella seranglah bagian atasnya, aku dan Amaterasu akan menyerang bagian bawah."
"Oke."
"Kalau begitu aku akan menyerang ekornya."
Saat Kazuya menghitung sampai tiga keempatnya melesat maju.
Selly dan Sella melompat ke arah bangunan untuk meluncur ke atas, di saat yang sama Kazuya berlari melewati dua kaki menuju bagian ekor.
Saat ular itu mendesis, Kazuya melukai matanya kemudian berlari di atasnya lalu memotong ekor itu dengan gerakan dari atas ke bawah.
Amaterasu yang mengincar kedua kakinya tampak menikmatinya, dia menciptakan tangan dari api kemudian memukulinya selagi menghindar dari serangan balasan.
"Sialan, kalian semua."
__ADS_1
Sementara Encore disibukkan oleh pergerakan kedua wanita kembar itu, Kazuya sudah melompat mengincar bagian punggung.
Kedua belatinya membuat goresan cukup dalam, bersamaan itu kedua kaki Encore ditarik oleh Amaterasu hingga dia kehilangan keseimbangan.
Dia membuka rahangnya untuk menembakan laser secara membabi buta, namun Selly dan Sella telah jauh berada di atasnya dan bersama-sama mengulurkan tangan untuk membuat lingkaran sihir.
Kazuya berkata.
"Amaterasu kita pergi."
"Baik tuan."
Amaterasu menggunakan sihir teleportasi untuk memindahkan dirinya dan Kazuya, sementara itu Selly dan Sella menembakan sihir luar biasa berbentuk laser raksasa, di saat yang sama Encore juga melakukan hal sama kecuali dia melakukannya dengan mulutnya.
Kedua serangan itu berbenturan di tengah-tengah hingga menghasilkan cahaya yang menyilaukan.
Keduanya saling mendorong satu sama lain, setelah beberapa saat,.serangan Encore lebih terdorong ke dekatnya.
Selanjutnya.
Tubuhnya tertelan ledakan raksasa, semua orang bisa mendengarkan teriakannya.
"Mustahil, aku kalah... akulah yang terkuat di dunia ini, tidaaak."
Bertepatan itu hembusan angin menghantam seluruh kota.
"Berhati-hatilah dengan anginnya, jangan sampai terbang," ucap Ibela.
"Ibela rokmu."
"Aku pakai celana, dasar bodoh," balasnya pada Ken.
__ADS_1
Saat semuanya kembali tenang sebuah lubang raksasa telah tercipta, Selly dan Sella mendaratkan kakinya di tanah dan Kazuya memeluk mereka berdua.
Semua orang tersenyum bahagia.