Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 464 : Situasi Menegangkan


__ADS_3

Aku melewati gang sempit saat sebuah ledakan terjadi tepat di atas kepalaku, puing-puing berjatuhan kendati demikian aku dengan sigap bisa menghindarinya.


Aku memikirkan banyak hal dalam kepalaku sekarang.


Pertama aku harus mencari tahu keberadaan istriku, kemudian orang bernama Ken serta Akane yang hilang entah kemana.


Aku sangat mencurigai sosok Akane, aku yakin dia berusaha meledakan isi kota ini atau seperti itulah keinginannya, dia selalu mengatakan dirinya peledak handal.


Jika melihat kerusakan seperti ini dia pasti tidak akan menahan diri, tepat saat aku memikirkannya tampak Akane sedang bersembunyi di balik tong sampah.


Dia memiliki tubuh yang bagus bahkan ketika sedang setengah membungkuk.


"Jika kau menyentuhnya kau akan mati."


Aku segera menghentikan tanganku.


"Instingmu sangat tajam."


"Sebenarnya aku melihatmu dari pantulan cermin di sana."


"Begitu, jadi apa yang kau lihat?"


"Selly dan Sella sedang bertarung di sana, tunggu di mana tanganmu?"


"Tanganku putus."


"Heeeehh."


"Pertarungan sekarang sangat brutal, aku bahkan tidak memiliki waktu beristirahat."


"Yah, bukan itu yang harus kau pikirkan... kau tidak memiliki tangan lagi itu."

__ADS_1


"Ini bukan masalah."


Aku mengalihkan pandangan ke arah istriku yang jauh berada di depan, lawan mereka adalah seorang pria yang menggunakan pedang besar dengan rantai di ujung pegangannya.


Rantai itu bisa memanjang dan memendek sehingga bisa menangkap musuhnya lalu membantingnya ke tanah.


Aku bertanya pada Akane.


"Kau tidak mencoba bertarung juga?"


"Aku hanya bisa melemparkan petasan, selain itu kemampuanku nol."


Jika begitu harusnya dia tidak ikut berperang.


"Aku ingin melihat beberapa kembang apimu."


"Itu tidak masalah."


Akane mengeluarkan lima dari sihir penyimpanannya yang mana semua bentuknya menyerupai roket. Semakin besar ukurannya maka semakin kuat juga daya ledakannya.


"Aku memang penasaran dengan daya ledaknya akan tetapi jika digunakan bukannya ledakannya juga akan mengenai rekan juga."


"Ah," kata Akane terkejut.


"Kau baru menyadarinya kan?"


"Benar sekali, meskipun begitu aku suka ketika meledakan seseorang dari jarak jauh."


Orang ini berbahaya.


"Kita awasi saja dulu pertarungan Selly dan Sella jika dibutuhkan mari nyalakan sumbunya."

__ADS_1


"Itu ide bagus."


Kami diam-diam mengikuti pertarungan kedua istriku, mereka menggunakan kekuatan hebat untuk mengangkat puing-puing bangunan yang lalu mereka lemparkan ke arah pria tersebut.


Akane menjelaskan.


"Namanya Blizzard, dia salah satu pengguna pedang terkutuk... kekuatannya bisa memunculkan rantai dari lingkaran sihirnya."


"Apa mungkin dia bisa meningkatkan kutukannya ke tahap dua?"


"Kutukan tahap dua?"


"Waktu aku melawan wanita itu, dia bisa melakukannya.... bukannya kau harusnya memperhatikan pertarunganku sebelumnya."


"Aku lebih tertarik dengan pertarungan ini."


Orang ini.


Padahal aku sudah bertingkah keren saat di kedai tadi.


Aku meletakan pedangku di bawah lalu mengambil pedang yang lain di item penyimpananku.


Pedang ini milik Kalina sebelumya.


"Nah Akane, aku harus mengecek pertarungan lainnya... jika kau terpojok gunakanlah pedang ini."


"Pedang yang digunakan wanita itu?"


"Pedang ini pedang terkutuk, aku tidak tahu kau akan bisa menggunakannya atau tidak tapi paling tidak gunakan saat situasi buruk."


"Tunggu, apa aku harus?"

__ADS_1


"Jika situasinya memburuk saja," kataku cepat lalu berlari ke luar area pertarungan.


Aku mengambil arah berbeda dari pertarungan Selly dan Sella. Ada beberapa ledakan di sana sini akan tetapi yang jauh lebih besar berada di tempat yang kutuju sekarang.


__ADS_2