Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 237 : Rencana Masa Depan


__ADS_3

Beberapa hari setelah aku berhasil membawa para vampir ke desa dataran tinggi, aku terjebak di ruanganku bersama tumpukan kertas yang menggunung.


Semua ini sebagiannya tentang informasi desa termasuk ras vampir yang kukirim pada kota suci agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Karena pekerjaanku sangat banyak, aku juga memutuskan untuk membubarkan guild pedagang kota dan membawa seluruh pekerjanya untuk membantuku di sini.


Syukurlah mereka tidak keberatan. Ketika aku mengisi beberapa dokumen sebuah ketukan terdengar, yang masuk ke dalam ruanganku adalah Katharina dengan penampilan yang biasanya.


Aku sudah memaksanya untuk mengenakan pakaian, hanya saja dia benar-benar keras kepala hingga aku memutuskan untuk membiarkannya apa adanya.


"Kau perlu sesuatu Katharina?"


"Aku datang hanya untuk bermalas-malasan," balasnya selagi mengambil sofa untuk berbaring.


"Di sini sangat panas atau mungkin cuma perasaanku."


Dia hanya datang untuk menggodaku saja.


Tak lama kemudian Marina dan Ronald masuk ke dalam ruanganku, masing-masing dari mereka membawa dokumen yang kuminta.


Keduanya sudah tahu tentang keberadaan Katharina jadi keduanya tidak salah paham.


Pertama Ronald yang memberikan berkasnya.


"Seperti yang tuan inginkan, saya sudah membeli seluruh wilayah ini serta sekeliling hutan di sekitar dataran tinggi."


"Kerja bagus, coba lihat ini... ini adalah langkah yang aku ambil selanjutnya menurut informasi kelompok Zeper dari luar desa."


Ronald tampak terkejut saat mengintip kertas yang kuberikan padanya.


"Tuan akan membuat enam desa sekaligus?"


"Benar sekali, bukan berarti aku melarang satu sama untuk bergaul, hanya saja setiap ras memiliki perbedaan tentang gaya hidup.. Ini agar mereka bisa memiliki kehidupan yang nyaman yang mereka sukai, tentu saja mereka juga bisa berkunjung dari desa ke desa lainnya."

__ADS_1


"Saya bisa mengerti soal itu. Desa satu adalah Desa manusia yang kita tinggali, desa dua merupakan desa para Lizardman, desa tiga untuk desa Elf... apa maksudnya elf yang berasal dari kerajaan Riselwood?"


"Bukan, aku punya kenalan elf di dataran utara aku menawarkan mereka juga untuk pindah kemari."


"Begitu, desa empat untuk desa vampir, desa lima untuk para naga dan desa enam untuk para demi-human korban perbudakan."


"Nantinya aku akan meminta salah satu perwakilan menjadi kepala desanya, tentu tidak menutup kemungkinan desa lainnya juga akan dibuat."


"Maaf jika saya lancang, tapi kenapa tuan melakukan hal sejauh ini?"


Aku diam sejenak untuk memikirkannya lalu melanjutkan.


"Dulu aku pernah kehilangan tempat tinggalku, aku hanya ingin membuat rumah bagi semua orang yang membutuhkannya."


Ronald menangis hingga mengusapnya dengan lengannya.


"Tuan, saya akan terus mengikuti Anda seumur hidup saya, Anda bahkan menyelamatkan saya dan keluarga saya."


"Untuk sekarang Ronald akan membantu Lolia dalam tahap pembangunan."


"Kalau begitu saya permisi, serahkan semuanya pada saya dan istri saya."


"Aah."


Setelah kepergian Ronald sekarang giliran Marina yang memberikan dokumen miliknya, dulu Marina adalah salah satu pasukan ras iblis tapi sekarang dia menjadi pelayanku yang setia.


Dia juga ras vampir.


"Seperti yang tuan suruh, aku sudah meminta banyak orang untuk mendonasikan darahnya agar ditukar dengan uang, sayangnya semuanya menolak."


"Aku sudah memperkirakan hal itu, lalu bagaimana soal alternatifnya?"


"Aku juga sudah melakukannya."

__ADS_1


Katharina yang diam-diam mendengarkan, memeluk Marina dari belakang lalu dia dengan jahil menggigit lehernya menggunakan bibirnya.


"Tolong hentikan itu."


"Apa maksudnya alternatif?"


Aku yang menjelaskannya.


"Selain darah manusia, ada darah yang bisa dimakan oleh vampir dan rasanya tidak kalah enaknya."


"Benarkah?"


"Aku sudah merasakannya sendiri, berkat itu aku telah meminum banyak darah walaupun rasanya sangat tidak enak."


"Heh, jasamu benar-benar hebat, apa itu darah hewan?"


"Benar, kami mendapatkannya dari darah ayam hitam, dengan menyembelih lehernya kita bisa mengucurkan darahnya sementara dagingnya bisa di makan.... Marina tolong beri dia satu."


"Tapi ini stokku?"


"Hanya satu, kau masih punya banyak kan."


"Hmm apa boleh buat."


Marina mengeluarkan sesuatu dari sihir penyimpanannya, itu adalah sebuah kubus yang terbuat dari darah yang menggumpal seperti puding.


Kami membuatnya dengan sedikit ramuan.


"Ambillah."


Saat Katharina memakannya ekpresinya tampak bersinar.


"Ini lezat sekali, Kazuya mau?"

__ADS_1


"Aku ini bukan vampir," kataku lemas.


__ADS_2