Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 194 : Para Bawahan Behemoth


__ADS_3

Di antara jalanan yang diapit dua bangunan tinggi, seorang pria berjalan di tengahnya, langkahnya segera terhenti saat aku berdiri di depannya bersama ketiga pelayanku.


Aku berkata padanya.


"Kau si pembunuh berantai itu?"


Wajahnya tampak ketakutan, menurut wanita yang kuselamatkan, dialah yang menjebaknya, dia sengaja berkunjung ke toko untuk membeli bunga dan memintanya mengantarnya ke alamat yang dia katakan, namun saat diantarkan di sana hanya ada mayat yang tergeletak begitu saja.


Bertepatan itu para pendeta malah muncul hingga akhirnya wanita itu dituduh sebagai pelakunya.


"Si-siapa kau?"


"Kau tidak perlu tahu."


Pria itu berbalik untuk melarikan diri sayangnya para pendeta sudah berada di sana dan dengan mudah menangkapnya.


"Sialan."


Aku berjalan mendekat lalu bertanya ke arah pria itu.


"Kenapa kau membunuh mereka?"


"Tentu saja karena itu menyenangkan, mereka memohon untuk hidup mereka, saat aku akan mengabulkannya mereka tampak senang lalu aku membunuhnya."


"Begitu, kalian lepaskan dia."


"Apa yang kau katakan?" tanya salah satu Pendeta.


"Cepat lepaskan."


Melihat tatapanku mereka semua mundur lalu membiarkan pria itu bangkit, aku lalu melanjutkan.


"Keluarkan senjatamu."

__ADS_1


"Kau ingin melawanku."


Dia menuruti apa yang kukatakan dan begitu juga aku.


"Gawat, orang itu membuat tuan marah."


"Tidak apa-apa kan, sekali-kali dia juga harus menjadi jahat dalam arti sesungguhnya," balas Rin santai.


Aku mengabaikan perkataan itu dan fokus dengan satu pisau di tanganku, saat pria itu mendecapkan lidahnya, dia menerjang ke arahku selagi menggerakkan pisaunya dengan cekatan.


Aku menangkis semua serangannya walaupun tubuhku juga tergores sedikit.


"Dengan kekuatan seperti ini, harusnya kau melindungi orang lain bukan menghabisi mereka."


"Melindungi, itu bukan tugasku, lagipula yang berhak adalah seorang pahlawan."


"Pahlawan apanya? Memangnya seseorang tidak berhak melindungi jika job mereka bukan pahlawan."


Aku yang emosi menendang perutnya hingga pria itu terjungkal ke belakang selagi mengerang kesakitan.


Saat pria itu berdiri aku menendang wajahnya.


"Sialan kau, akan kuhabisi kau," teriaknya.


Aku menangkap pisaunya dengan tanganku, sementara pisau di tangan lain kuayunkan memotong tangan pria itu dengan sekali tebasan.


"Aaaaaaaaargh, tanganku-tanganku."


"Mereka semua menangis melihat salah satu keluarga mereka dibunuh secara tragis."


"Aku tidak peduli."


"Dari awal kau memang tak pantas untuk hidup."

__ADS_1


Kuayunkan kembali pisauku dan seketika darah menyembur dari lehernya bagaikan air mancur hingga pria itu terduduk dengan kepala menunduk ke bawah.


Aku membersihkan pisau milikku dari darah lalu mengembalikannya ke tempat asalnya.


"Mari kembali."


Ketiga pelayanku membungkuk ke arah para pendeta itu, lalu berjalan mengikutiku dari belakang tanpa mengatakan apapun lagi.


Keesokan paginya kami kembali berjualan seolah tak terjadi apapun, hari ini kami hanya akan berjualan sampai siang hari sebelum kembali lagi ke dataran Utara.


Aku juga perlu mendapatkan batu jiwa demi membuat 10 cincin tersebut.


Ketika semuanya tampak baik-baik saja, tiba-tiba saja sebuah ledakan terdengar dari jauh. Semua orang langsung berlarian, sementara aku melirik ke arah pusat ledakan tepatnya di gerbang kota tampak dua raksasa sedang menghancurkan tembok yang mengelilingi kota, keduanya berasal dari ras Orc.


Aku tidak pernah melihat mereka bisa memiliki tubuh melebihi gunung.


Di saat yang sama orang-orang berbaju hitam menyebar ke setiap arah membunuh orang-orang yang mereka lewati.


Rin tersenyum menunjukan kedua taring miliknya.


"Para pasukan Behemoth, mereka mau mencari gara-gara rupanya, boleh aku membunuh mereka."


"Tentu, biar aku tangani raksasanya," balasku demikian lalu melanjutkan.


"Gabriela dan Amnestha tolong bantu para pendeta menyelamatkan orang-orang."


"Serahkan padaku."


"Aku akan berusaha."


Aku memakai topeng dengan tiga mata kemudian berlari selagi membawa pisau di kedua tanganku.


Skill [Berlari Cepat] diaktifkan, saat orang-orang hitam menghadangku, kugunakan Skill [Paralyze Poison] untuk melumpuhkan mereka.

__ADS_1


Ketika mereka lumpuh [Double Slash] menyelesaikan semuanya.


__ADS_2