
Di dalam hutan itu, aku, Katharina dan Dorothy menembus semak-semak yang rimbun untuk membuka jalan, alasan kami berjalan karena tempat yang kami tuju tidak terlihat dari atas melainkan harus disisir dari bawah.
Menggunakan ingatan samar-samar Katharina kami menembus beberapa pohon dan menemukan sebuah gua kecil.
"Aku yakin, di sinilah tempatnya." Katharina dengan senang berdiri di hadapanku puas.
"Dalam gua?" aku ragu ada kucing yang mau tinggal di dalam sini.
Dorothy yang berada di atas kepalaku mengeong senang.
"Kau mengenal tempat ini?"
"Meong."
Aku rasa dia mengatakan Iya.
Kami masuk ke dalam gua, jalannya cukup licin hingga kami harus berhati-hati. Baru berfikir demikian Katharina jatuh ke air.
"Aku jadi basah."
"Sebaiknya kau harus hati-hati."
"Aku bersyukur karena aku tidak memakai apapun."
Itu bukan hal yang patut disyukuri.
Di bagian ujung gua ada tanaman yang merambat menghalangi, dengan sedikit menyibaknya aku bisa melihat sebuah daratan di dalamnya, daratan ini sangat luas di mana sekelilingnya di kelilingi tembok.
Sementara cahaya di atasku berasal dari batu-batu berbentuk kristal, dari semuanya yang membuat sempurna adalah rumah-rumah yang dibangun di sini.
"Lihat, ada para kucing."
__ADS_1
Aku melirik ke arah Katharina tunjukkan dan di sana, di sebuah halaman luas para kucing sedang bermain bersama.
"Mereka sangat imut."
"Jangan tertipu, mereka bukan kucing biasa," aku menghentikan Katharina.
Walau penampilannya imut dari luar di dalamnya hanyalah monster berbahaya.
Ketika para kucing balas menatapku, mereka berlarian ke arah kami lalu mengelilingi kami selagi berlutut menyembah.
Salah satu kucing hitam merubah dirinya menjadi manusia, yaitu seorang wanita bergaun hitam.
"Yang mulia ratu telah kembali?"
"Lihat Kazuya, aku disebut ratu."
"Kurasa bukan kau, melainkan Dorothy."
"Heh, benarkah? Anda tersesat dan tinggal di sekitar pemukiman Succubus, lalu... apa? Dia majikan ratu, tapi kita tidak boleh menjadi hewan peliharaan manusia.
"Meong, meong."
Wanita gaun hitam mengembungkan pipinya selagi menangis.
"Apa yang kau lakukan pada ratu kami?"
"Yah, aku sama sekali tidak melakukan apapun.. . aku hanya mengambilnya saat dia merusak pemukiman Succubus."
"Jadi begitu, kalian datang kemari karena ratu merasa bosan dan kembali menghancurkan desa."
Dia cepat mengerti.
__ADS_1
"Soal itu akan lebih baik jika ratu tinggal di sini lagi, aku rasa dengan begitu tidak akan ada lagi yang dirugikan."
Dorothy merubah dirinya dalam bentuk manusia lalu memelukku.
"Aku akan terus bersama Kazuya apapun yang terjadi."
Katharina memotong.
"Kami bukannya ingin mengembalikan Dorothy ke sini, melainkan ingin tahu bagaimana cara membuatnya tidak bosan tinggal di desa."
"Aku bisa memberitahukannya akan tetapi, kami juga perlu seseorang yang memimpin kami di sini, semenjak ratu menghilang aku yang menggantikannya."
"Kalau begitu kau saja yang menjadi ratu, Mila."
"Mana mungkin begitu, Anda ratu kami? Dan tolong jangan menjilat manusia itu, bukannya ratu hanya merepotkan dia saja... bagaimana jika Anda masuk musim kawin?"
Dorothy mengembungkan pipinya selagi melirik ke arah lain sementara aku hanya meringis.
Aku ingat bagaimana Dorothy membantingku ke sana kemari seperti seekor tikus.
Mila menunjukkan wajah pucat.
"Kau pasti melalui masa yang sulit?"
"Aaaaahhh jangan mengatakan itu, aku berusaha melupakannya."
Aku memegangi kepalaku frustasi sementara Mila melanjutkan.
"Sebenarnya ratu tidak ingin melakukan musim kawin dengan siapapun jadi dia melarikan diri dari sini sampai waktunya berakhir, mungkin saat itu ratu malah tersesat... untuk sekarang, mampirlah ke tempatku."
Para kucing membuka jalan dan mulai kembali ke aktivitasnya sedia kala, yang sejujurnya dihabiskan untuk bermain-main dan tidur siang.
__ADS_1