Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 93 : Kehidupan Yang Baru


__ADS_3

Aku mengecek keadaan Hesna dan kulihat ia telah berhasil mengalahkan monster dalam bentuk naganya.


Saat datang kemari, Aerith mengatakan bahwa dirinya melakukan pernikahan demi melindungi negara ini karena itulah aku meminta Hesna untuk menyisir area sekitar sini dan membunuh setiap monster yang dia temui.


Sejak itu dia menghilang selama dua hari.


Saat dia kembali dia tersenyum.


"Semua monster telah aku habisi tuan," katanya dengan darah mengucur di mulutnya serta pakaian yang sepenuhnya berwarna yang sama.


Itu benar-benar menakutkan.


Melihat itu Aerith tampak shock, kendati demikian dia berusaha bangkit hingga di hari berikutnya dia pergi bersamaku ke desa milikku di dataran tinggi untuk sementara waktu.


Seperti yang kuduga semua orang mulai memarahiku karena telah membawa wanita lain ke dalam masion.


Pertama karena ada Rusina yang cukup merepotkan sekarang ada elf yang akan menjadi keluarga kami. Aku pernah bilang bahwa aku akan menikah setelah urusanku selesai di dunia ini, namun sayangnya hal itu tidak akan pernah terjadi.


Mereka semua menuntutku karena membawa wanita lain dengan sebuah pernikahan, aku benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi bahkan ketiga orang yang kukirim ke kerajaan Artana telah kembali untuk menyaksikan pernikahan ini.


Dari sini kehidupanku akan seperti apa?


Entahlah.


Apa sosok Dewa Kegelapan telah menghilang dariku?

__ADS_1


Aku tidak tahu.


Itulah yang ada pikiranku.


Yang menungguku selanjutnya adalah ucapan selamat dari banyak orang.


Aku juga menikah dengan Dewi Ariel di alam Dewi tapi untuk Dewi Ristal dia menolaknya, lagipula Dewi tidak bisa berada terus di dunia fana sampai aku menyelesaikan pekerjaanku dia akan mempertahankan kesuciannya.


Dengan ini berikut adalah semua istriku.


Felisa, Selly, Sella, Riel, Nermia, Hesna, Aerith dan Ariel, mereka semua berubah menjadi ibu rumah tangga sekarang, aku akan membatasi semuanya sembilan orang dimana satu kursi yang kosong hanya akan ditempati oleh Dewi Ristal.


Dengan ini aku akan hidup dengan sembilan istri, bagi semua orang itu jumlah yang pas, meski begitu.


Aku menjatuhkan diriku di meja di bar Elona.


"Tidak ada, aku hanya mengalami masa sulit beberapa hari ini."


"Bukannya sangat menyenangkan banyak istri."


"Perkataan seperti itu yang selalu dikatakan banyak orang tapi menurutku malah sebaliknya."


Elona yang tahu maksudku hanya tertawa lepas selagi menaruh gelas minuman bebas alkohol di dekatku.


"Hari ini aku mentraktirmu, ambilah."

__ADS_1


Dialah satu-satunya temanku yang bisa mengerti penderitaanku.


"Aku sudah mendapatkan informasi tentang raja iblis berikutnya, apa kau ingin mendengarnya?"


"Aku sangat ingin tapi sayangnya aku masih harus menyelesaikan urusan di kerajaan Artana, paling tidak itu nama sementara... saat kandidat raja diputuskan aku akan mengubah namanya."


"Benar-benar sangat sibuk, yah... sebagai orang yang melayanimu aku hanya akan mendukungmu katakan padaku apa yang kau inginkan maka aku akan segera mencari tahunya."


Aku hanya tersenyum sebagai balasan.


Keberadaan Elona benar-benar telah banyak membantuku dalam mengalahkan raja iblis, terlebih dalam kasus Felisa.


Aku menyeruput gelas airku lalu meregangkan tanganku.


"Walau tampak merepotkan, hidup seperti ini tidaklah buruk."


"Perkataan dari seorang pemalas."


"Asal tahu saja dulu aku hidup bermalas-malasan loh, aku cuma membunuh monster lemah, mendapatkan upah yang kugunakan beberapa hari untuk bersantai, kemudian bekerja lagi."


"Jika melihat sekarang itu sangat mengejutkan."


"Aku juga tidak menyangkanya, kalau begitu aku pergi."


"Aah."

__ADS_1


Aku meninggalkan bar tersebut.


__ADS_2