Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 398 : Kota Kecil Para Pedagang


__ADS_3

Ini adalah sebuah kota kecil di atas awan, di sini dijadikan sebagai pangkalan pedagang yang dilakukan orang-orang yang ada di permukaan langit.


Aku bertemu dengan lima pedagang sekaligus untuk menawarkan sejumlah pisang yang kudapatkan di pulau gorila.


"Bukannya ini semua?"


"Seperti yang kalian lihat, aku bisa menjualnya pada kalian berlima dengan harga menjanjikan tapi sebagai syarat aku ingin kalian membantuku mencari mendali roh yang ada di wilayah ini. Kudengar ada tiga lagi yang belum kami temukan."


"Ini semua?"


"Aku memiliki banyak di sihir penyimpananku... jaringan pedagang adalah jaringan terhebat di atas ini bukan?"


"Tapi kami memerlukan waktu untuk mencarinya."


"Kuberi waktu tiga hari, tolong dapatkan mendalinya dan kalian bisa mendapatkan pisangnya."


Tanpa perlu menanyakan lagi, kelimanya sepakat. Bagaimanapun pisang ini sesuatu yang diinginkan banyak orang.


Aku mendesah pelan selagi merasakan sinar matahari yang menerpa wajahku, dengan ini kami tidak perlu melakukan apapun lagi kecuali bersantai di kota ini.


Aku mengunjungi sebuah kedai yang menyajikan roti dan teh untuk cemilan, di sini aku hanya mengeluarkan sedikit uang untuk mendapatkan makanan berlimpah.


Anggota kelompokku sedang berkeliling untuk berbelanja karena itu aku bisa bebas sekarang, selagi memasukan potongan kecil ke dalam mulutku beberapa orang tengah berbisik-bisik di belakangku.


Mereka seperti mengatakan tentang perompak langit yang menjarah kapal-kapal para penjelajah langit, kupikir itu semua bukan urusanku.


Pelayan memberikan tambahan roti selanjutnya.


"Terima kasih, aku memesan beberapa lagi untuk di bawa pulang."

__ADS_1


"Baik."


Aku kembali memakan rotiku sampai seseorang mengebrak meja bersama beberapa orang di belakangnya, aku pura-pura terkejut lalu meludah ke arahnya.


"Kau baik-baik saja?"


"Sialan kau."


Si pria itu mencengkeram kerahku.


"Cepatlah pergi dari sini, kami perlu mejanya."


Jika diperhatikan di kedai ini hanya aku saja yang duduk sendirian.


"Aku masih menggunakannya tolong tunggu sampai aku selesai."


"Apa kau tuli, sekarang juga."


"Tuan, pesanan Anda."


Tiba-tiba saja pelayan yang hendak memberikan pesananku di dorong hingga jatuh, orang-orang ini benar-benar membuatku marah.


"Oi, kau tidak boleh kasar pada wanita?"


"Terserah aku, lagipula ini tanganku sendiri."


"Tangan mana yang kau maksud."


Semua orang seketika terdiam membisu, tangan kanan yang digunakannya untuk mendorong wanita barusan sudah tergeletak di lantai kayu.

__ADS_1


"Aaaaaaaargh.... tanganku, tanganku."


Barusan aku menebasnya.


"Wanita itu harus diperlakukan dengan lembut, kau baik-baik saja?"


"Ah ya, terima kasih."


"Ini uangnya sekaligus uang ganti rugi."


"Kau?"


Serang dia.


Aku menghajar anak buahnya sampai mereka terbang menghancurkan atap kedai, aku juga menendang pria yang kehilangan tangannya itu hingga menabrak dinding dengan dentuman keras sampai para penjaga kota ini berdatangan lalu mengepungku dari segala arah.


"Kau harus ikut dengan kami."


Aku mendesah pelan hingga aku dibawa ke sebuah markas penjaga, di sana aku diberikan teh hangat dan duduk bersama wanita dengan rok mini serta seragam militer.


"Maaf karena memaksamu datang kemari, namaku Noella, salam kenal."


Noella memiliki rambut halus merah muda yang terurai panjang, jika dilihat sekilas dia berusia di umur sekitar 30an.


"Aku Kazuya, apa aku akan dipenjara karena melakukan keributan?"


"Tidak, sebenarnya merekalah yang akan dipenjara... kudengar kau dengan mudah mengalahkan mereka, aku punya hal yang lebih penting untuk dibahas denganmu."


Aku bisa menebak arah pembicaraan ini.

__ADS_1


"Jangan bilang kau ingin aku membantu pasukanmu untuk melawan para perompak langit yang marak bermunculan."


"Kau memiliki kecerdasan tinggi rupanya, aku senang pembicaraan ini selesai dengan cepat."


__ADS_2