Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 491 : Di Atas Tebing


__ADS_3

Kami semua berdiri di depan sebuah tebing raksasa yang menjulang tinggi, di sini kami berniat memanjat ke atas sana dengan hanya mengikatkan tali satu sama lain.


Dengan ini walau salah satu kita terpeleset kemungkinan dia jatuh sangatlah nol.


Akane menatap bagian atas tebing dengan ragu.


"Apa mendaki tebing ini menyenangkan?"


"Tentu saja, selain berolahraga hal seperti ini cukup menantang... untuk jaga-jaga aku akan berada paling bawah dan Akane di atasku."


"Kau hanya ingin mengintipku saja."


"Jangan khawatir suamiku, jika mau kami berdua bisa memanjat tanpa pakaian."


"Aku setuju dengan Sella."


"Tolong jangan lakukan itu, aku sudah melihat semuanya."


Amaterasu menyentuh bagian tebing untuk memeriksa kekuatan tangannya.


"Aku bisa melakukannya."


Dia jadi cukup bersemangat tentang ini, pada akhirnya aku berada paling depan untuk membuat pijakan bagi semuanya.


Aku menusukkan besi berbentuk huruf U sebagai pijakan, perlahan tapi pasti kami mulai memanjat, bagi yang berada paling bawah akan mencabut besi sebelumya yang kupasang.


Kekuatan Amaterasu dengan mudah melakukannya.


Dia akan menyerahkannya pada Akane kemudian Sella lalu Selly sebelum menyerahkannya padaku secara berulang sampai akhirnya kami berada di puncaknya.


Aku manarik nafas dalam-dalam sebelum menatap pemandangan indah di bawah kami yang sepenuhnya hanya diisi hutan, sungai serta pegunungan yang memukau.


Selly dan Sella berjalan ke pinggir sisi lain untuk memeriksa ke bawah.

__ADS_1


"Tinggi sekali."


"Ini sepadan dengan penjuangan kita, jadi apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Akane.


"Tentu saja berkemah, kita bisa memanggang beberapa daging dan sayuran dan kau bisa menyalakan kembang api sebanyak yang kau inginkan di sini."


"Hoho itu ide bagus."


Amaterasu mengangkat tangannya.


"Bagaimana jika aku ingin ke toilet?"


"Kau bisa menggunakan botol ini."


"Betapa mengerikannya itu."


Selly dan Sella memotong


"Kami bisa turun naik ke atas sini, aku bisa bergantian membawa kalian."


"Jika begitu buat apa kita memanjat tebing?"


Aku mengangkat jempolku selagi berkata.


"Kalau ada jalan susah kenapa harus pilih yang gampang."


"Kau membuatku kesal," ucap Akane kembali.


"Tuan mungkin ingin menunjukkan bagaimana sulitnya sebuah perjuangan untuk mencapai sesuatu.. walau sulit tapi saat tiba di atas sini semuanya terbayarkan hingga hati kita dipenuhi kepuasan yang sulit dikatakan."


"Ah, itu benar Amaterasu, kau mengerti maksudku rupanya."


"Kalian semakin akur saja."

__ADS_1


Kami membuat dua kemah yang mana satu untuk diisi oleh Akane dan Amaterasu sementara sisanya oleh kami bertiga.


Tak lupa aku juga mengeluarkan berbagai bahan makanan serta alat panggang dari item penyimpananku.


Berbekyu-an di tempat tinggi dan indah seperti ini adalah pengalaman yang sangat berharga, aku menggunakan sedikit sihir api untuk menyalakan pemanggang.


Selly dan Sella mulai menata sayuran dan daging di atasnya selagi menyaksikan langit yang berubah kejinggaan.


Di atas sana para burung mulai berterbangan pulang.


Suasana seperti ini mengingatkan aku tentang rumah, apa yang sedang semua orang lakukan sekarang?


Aku mengambil beberapa daging yang banyak lalu memasukannya pada mangkuk Akane.


"Ini terlalu banyak?"


"Kau harus makan yang banyak."


"Benar, aku tambahin lagi."


"Kami juga."


Akane memicingkan matanya ke arah kami semua.


"Aku sudah menyadari hal ini sebelumnya, tapi kenapa kalian selalu baik padaku?"


Aku memutuskan yang menjawabnya.


"Sebenarnya setelah ini selesai kami semua akan pergi dari sini, kurasa kami tidak akan bisa bertemu denganmu lagi."


"Mustahil? Bukannya kalian tinggal di wilayah Install."


Setelah mengatakan hal sesungguhnya Akane sedikit terkejut.

__ADS_1


"Kalian berasal dari dunia lain."


__ADS_2