Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 47 : Peperangan Pertama


__ADS_3

Di luar kota Abelon sekitar 200 pasukan terdiri dari ras naga, petualang serta para pelayan telah berkumpul dengan senjata mereka.


Di depan mereka kelima orang pelayan itu mengenakan zirah perak dengan bagian tangan, dada serta kening terlindungi, tentu saja dengan sebuah pedang di tangan mereka.


Elona yang memperhatikan dari samping hanya bisa menunjukkan keterkejutannya.


"Kenapa kalian terlihat bersemangat?" tanyanya dan Selly yang menjawab.


"Tuan Kazuya bilang jika kami memenangkan perang ini, tuan akan mengajak kami semua berlibur ke pantai, aku mungkin akan hamil setelah pulang dari sana."


"Nikah dulu, napa? Dan juga, kau tidak akan langsung hamil dalam beberapa hari saja," teriak Elona sementara salah satu pasukannya menenangkannya.


"Tenanglah komandan jika kau terlalu emosi kita akan kalah dengan cepat."


Dan sebuah pukulan menghantam wajah pria malang itu.


"Sebelum menenangkanku lihat dulu penampilanmu, kau ingin berperang dengan celana dan kaos dalam."


"Maafkan aku, malam tadi aku bergadang hingga telat datang kemari."


"Tamat sudah."


Selly dan Sella telah siap, begitu juga Hesna, Nermia dan Riel.


Bersamaan dengan terdengarnya suara terompet, para pasukan musuh telah datang, dipimpin oleh kedua komandan di depannya, pasukan mereka dua kali lipat lebih banyak dan juga termasuk pasukan raja iblis yang terbilang elit.


Satu komandan dikenal sebagai Dullahan si pengendara kuda tanpa kepala, sedangkan satu lagi bernama Marina seorang wanita dari ras vampir yang dikenal atas kekejamannya.


"Diantara kalian siapa yang telah mengirim surat ke raja iblis?" tanya Dullahan dari kepala yang dibawa di tangannya.


"Oh itu aku," balas Selly.

__ADS_1


"Kau? Bagaimana isi suratnya?"


"Di sana ada cap bibir' kan."


"Jadi kau."


Tentu saja yang menulis surat itu adalah Kazuya namun sebelum dia mengirimnya surat itu dicap oleh bibir Selly, walau iseng tapi itu cukup membantu dalam situasi ini.


Hesna berkata dengan ujung pedang ditunjukan pada mereka.


"Aku sudah gatal, cepat gelutlah."


Elona hanya mendesah pelan lalu mengangkat pedangnya dan berteriak.


"Serang."


"Hoh."


Pasukan yang berada di sisi lain mengatakan hal sama hingga bentrokan tak bisa dihindari lagi, di bawah cahaya matahari cerah suara pedang saling bertubrukan menjadi suara utama, perlahan para pasukan dari kedua belah jatuh ke tanah hingga semakin lama jumlahnya semakin menurun.


"Guakh."


Tapi dibanding pasukan iblis, yang terkuat tentu saja dimiliki kedua komandannya. Dullahan dan Marina.


Elona melompat ke atas Dullahan selagi mengayunkan pedangnya jatuh sebelum dapat mengenainya sebuah tangan mencekiknya ke udara lalu membawanya ke atas.


"Lawanmu adalah aku."


"Dasar Vampir."


"Apa kau tahu seperti apa pemandangan saat telur dijatuhkan dari ketinggian?"

__ADS_1


"Mana kutahu."


"Kau akan tahu sekarang."


Elona dijatuhkan dari ketinggian.


"Aku akan mati."


Hesna yang melihatnya merubah dirinya jadi naga lalu terbang untuk menangkap Elona.


"Syukurlah tidak terlambat."


"Aku tertolong Hesna."


Marina mendecapkan lidahnya kesal, sayap kelelawar berada di belakangnya menukik dengan kecepatan tinggi.


Sebelum mendekat ke arah keduanya, Hesna menembakan bola api dari mulutnya hingga musuhnya terdorong ke belakang.


"Lempar aku Hesna."


"Jika itu maumu."


Hesna melempar Elona dengan kecepatan tinggi.


"Mati kau."


"Apa?"


Ujung pedang Elona menusuk tepat di perut Marina hingga keduanya melayang di udara.


"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan?"

__ADS_1


"Kau tidak bisa mati?"


Marina mencekik leher Elona lalu melemparkannya jatuh ke bawah bersama pedangnya, walau Hesna menangkapnya, keduanya malah menukik jatuh menghasilkan ledakan yang menyemburkan material tanah ke udara.


__ADS_2