Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 128 : Penyerangan Besar-Besaran


__ADS_3

Aku duduk bersila saat matahari terbit dari balik gunung. Rusina yang sama sekali tidak tidur menggerakkan telinga ke kiri dan ke kanan.


"Mereka datang."


Dengan kesal aku berdiri lalu menatap sebuah ledakan di sudut kota yang berbeda, ada cukup banyak pemimpin pasukan raja iblis di sana. Rusina mendesah pelan dengan rasa putus asa di dalam hatinya.


"Jumlahnya terlalu banyak, bahkan jika hanya bertiga itu tidak akan mungkin." Queen yang tadi berkeliling muncul dengan lompatan kecil ke arah kami dan berkata dengan resah.


"Benar sekali, kulihat ada 20 komandan pasukan yang ikut menyerang."


"Sebanyak itu?"


"Aah, ini semua gabungan dari pasukan Lucifer dan Beelzebub."


Aku diam sejenak untuk memikirkannya lalu bertanya pada Queen.


"Ini aneh, kenapa mereka begitu ingin kau bergabung dengan mereka... Apa ada alasannya?"


"Soal itu.."


"Mereka mulai mendekat," potong Rusina, dia memiliki pendengaran yang baik bahkan dengan hanya mendengar langkah mereka ia mampu memprediksi jarak antar kami semua.


"Apa boleh buat, aku akan membunuh semuanya... kemampuanku mungkin akan menghancurkan kotanya sendiri, apa kau tidak keberatan Queen?"


"Selagi pendudukku aman, aku tidak keberatan."


"Aku mengerti, tolong tunggu sebentar di ruang lain."


Aku menyentuh Rusina dan Queen hingga keduanya lenyap ke dalam lubang hitam atau tepatnya aku membuat mereka berada di dimensi yang kubuat sebelum aku melompat jatuh ke bawah.


Aku memunculkan jendela Extra Skill untuk mengaktifkan [Penghakiman] dimana sebuah patung raksasa muncul di belakangku. Aku menggunakan seluruh kekuatannya bersamaan saat seluruh pasukan iblis mengepung dari segala arah.


Mata patung yang tertutup kini membuka matanya dengan darah mengucur dari sana dan tiba-tiba peringatan muncul di jendela menuku.


(Apa Anda yakin?}

__ADS_1


Dan jawabannya (Ya)


"Extra Skill, Penghakiman diaktifkan."


Selanjutnya.


Bunyi sebuah tebasan terdengar dari sekelilingku, bersamaan suara yang menyayat udara, tubuh para iblis terpotong-potong dengan sangat cepat rumah-rumah berjatuhan menjadi kecil-kecil dan seluruh bangunan berubah menjadi bentuk yang sama.


Apa yang ingin kukatakan bahwa seluruhnya telah rata.


Aku mengeluarkan kembali Rusina dan Queen dari dimensi, mereka berdua tampak tak bisa berkata-kata lagi dengan pemandangan yang mereka lihat sekarang.


"Ini terlalu berlebihan," kata Rusina sedangkan aku hanya tersenyum masam.


"Jadi kenapa mereka memaksamu bergabung?"


Queen menjawab.


"Ini demi memanggil pohon Ragnarok."


"Ada apa?"


"Yah, sejujurnya saat aku di kerajaan Elf ada seseorang yang memanggil pohon yang sama saat itu aku membakar pohonnya hingga mejadi abu."


Keheningan terasa diantara kami berdua, sampai...


Keduanya berteriak.


"Heh."


"Yah, mereka ternyata datang kemari dengan sia-sia."


"Jangan bercanda, kau pasti berbohong," suara itu berasal dari orang yang berkacamata yang sedang berjalan mendekat bersama rekannya masing-masing dari mereka membawa pedang besar.


"Lucifer dan Beelzebub," panggil Queen.

__ADS_1


Dengan kata lain merekalah raja iblis.


Orang bernama Lucifer mendorong kacamatanya lalu berkata.


"Jadi kau yang membunuh raja iblis itu?"


"Itu aku sekarang kalian juga akan bernasib sama."


"Tidak, kaulah yang akan bernasib seperti itu."


Jleb.


Sebuah tangan menembus tubuhku dari belakang, tentu tidak ada orang lagi selain Rusina dan Queen di sana.


"Mudah sekali."


Beelzebub tertawa.


"Kau mati dengan cepat."


Orang-orang ini kenapa?


Lucifer menjelaskan.


"Kemampuanku adalah pengendali boneka, aku bisa mengendalikan apapun bahkan jika itu makhluk hidup."


Queen yang sempat dikendalikan kembali sadar dan berteriak terkejut.


"Tuan Kazuya."


"Ah maaf Kazuya aku tidak sengaja."


"Tidak, kau sengaja, padahal kau bisa melepaskan diri dari pengaruh boneka," atas pernyataanku Rusina menjulur lidahnya.


Mentang-mentang aku tidak akan mati, dia seenaknya, kedua raja iblis terkejut lalu bersiaga dengan pedang mereka.

__ADS_1


"Sekarang giliran untuk membalas, kalian berdua mundurlah."


__ADS_2