Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 473 : Serangan


__ADS_3

"Selly, Sella."


Masing-masing dari keduanya merangkul Michella dan Akane menjauh, tepat saat itu juga sebuah sihir panah melesat ke arahku dengan cepat walau berhasil kupentalkan salah satu pria muncul di belakangku kemudian menusukkan pedangnya menembus punggungku.


"Jadi kau yang berhasil mengalahkan Raja Dunia Apocalipse kah?"


"Siapa kau?"


"Namaku Miguel, aku salah satu tiga orang yang melayani Raja Dunia Holdan," balasnya menarik pedang hingga aku tersungkur ke depan.


Aku melirik ke arah keempat rekanku, sama sepertiku mereka juga dihadang oleh dua orang rekan Miguel.


Aku berguling ke samping saat pedang di ayunkan kembali. Itu menciptakan ledakan besar saat menghantam tanah tempatku sebelumnya berdiri.


Aku bertanya ke arahnya.


"Apa yang sebenarnya kalian inginkan?"


"Orang di sana itu, Michella Arpologi... dia adalah Arch Priest bukan."


"Tidak, dia hanya gadis biasa."


Aku segera membantahnya.


"Menurut informasi yang kudapat dialah orang yang memiliki sihir suci terkuat, semua Arch Priest yang kami tangkap telah memberikan kekuatannya padanya."


Jadi begitu.


"Sebenarnya untuk apa kalian membutuhkan sihir suci?"

__ADS_1


"Tuanku Raja Dunia Holdan membutuhkannya untuk menyempurnakan sihirnya... ah, kurasa aku terlalu banyak bicara, sekarang matilah."


Miguel mengayunkan pedangnya hingga aku terlempar jauh menabrak reruntuhan, puing-puing berjatuhan dan di sana kulihat Michella yang pingsan telah di bawa oleh dua pria rekan Miguel.


Selly dan Sella tampak terbaring di tanah sementara Akane masih berdiri dengan luka di sekujur tubuhnya.


Orang-orang ini lebih kuat dari bawahan Raja Dunia Apocalipse.


"Kalau begitu kami permisi, selamat tinggal."


Mereka semua menghilang dengan sihir teleportasi. Aku benar-benar tak berdaya jalan satu-satunya kami harus segera pergi ke menara di dasar laut itu.


Akane membantuku untuk membalut seluruh luka di tubuhku, Selly dan Sella tersenyum ragu.


"Yah, aku ceroboh barusan... lain kali akan kuhajar mereka."


"Aku juga."


"Sudah selesai."


"Terima kasih Akane."


"Kau benar-benar babak belur, sebaiknya kau beristirahat dulu."


"Sudah tidak ada waktu lagi kita harus pergi ke menara itu."


Aku mengenakan pakaianku kembali sebelum berjalan pergi, dari sini aku menyewa perahu ke tengah laut. Bisa kulihat ujung menara yang muncul dari dalam sana.


"Jadi di sana kah."

__ADS_1


Ada dinding tak terlihat yang melindungi wilayah ini, aku menyerahkan semuanya pada Selly dan Sella.


Keduanya melompat dari atas perahu sembari meninju dinding ini sebelum mendarat kembali.


"Bagaimana?"


"Cara biasa tidak akan bisa menghancurkannya kami akan mencoba sekali lagi, Selly kita lakukan itu."


"Baik."


Keduanya melompat ke atas langit, Selly menggunakan tangan Sella sebagai pijakan untuk menambahkan ke tinggiannya hingga bersamaan itu 20 lingkaran sihir muncul.


Beberapa lagi diciptakan oleh Sella.


"Sekarang?"


"Rasakan ini, jurus pamungkasku."


Selly menciptakan bola kecil yang dia lemparkan ke lingkaran tersebut, setiap bola itu melewati lingkaran sihir kecepatannya bertambah 2 kali lipat.


Itu meluncur lalu menghancurkan dinding pelindung dengan dentuman keras yang mampu mencipta hembusan dahsyat serta gelombang air.


Seharusnya dari awal mereka menggunakan jurus barusan untuk menghajar musuh. Untuk sekarang mari abaikan itu.


Selly dan Sella kembali mendarat ke kapal dan kami berhasil mendekati menara tersebut.


"Dari sini aku dan Akane yang masuk, kalian tunggu di sini dan lindungi perahunya."


Mereka berdua memberikan hormat ke arahku.

__ADS_1


"Laksanakan."


Mereka selalu saja bermain-main.


__ADS_2