Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 98 : Ruang Rapat


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak aku tiba di ibukota Artana, aku bisa saja menggunakan sihir dari cincinku untuk membuat aku bisa bolak-balik ke rumah hanya saja aku memilih untuk tetap seperti ini dalam beberapa minggu.


Aku memiliki delapan istri sekarang yang sedang sibuk menentukan jadwal mereka sebagai ibu rumah tangga, tentu saja Ariel ada di alam Dewi jadi dia tidak ikut bergabung dengan hal semacam itu.


Aku membuka jendela kamar penginapan di mana orang-orang terlihat mulai beraktivitas biasanya, sehari sebelumnya aku sudah meminta ketiga pelayanku untuk mencari kandidat mereka sebagai pemimpin dari negara ini dan aku sangat mengandalkan mereka yang sangat bekerja keras, berbeda terbalik dengan Rusina yang masih terbaring di atas ranjang dengan posisi berantakan.


Rusina adalah seekor rubah betina yang telah menjelajahi dunia selama 1000 tahun, kemampuannya dalam menilai seseorang tidak bisa diragukan lagi, di samping itu tidak ada yang baik darinya.


Syukurlah penginapan ini memiliki dua ranjang terpisah.


Setelah bersiap-siap aku dan Rusina mengunjungi sebuah tempat khusus yang dijadikan sebagai ruangan rapat. Terdapat sebuah meja persegi panjang yang masing-masing diisi oleh para bangsawan, dari bangsawan terendah sampai bangsawan tertinggi.


Kebanyakan mereka telah memberikan nama untuk calon raja dan semuanya termasuk keluarga mereka sendiri, aku memang tidak bisa menolaknya meski begitu soal pemimpin semuanya jatuh atas keputusanku.


Entah itu berasal dari bangsawan atau rakyat jelata jika seseorang itu orang yang tepat aku tidak keberatan memilihnya.

__ADS_1


Dalam rapat ini aku akan memberikan beberapa ujian yang harus dilakukan.


Selain pengetahuan umum aku juga menguji dari segi kekuatan, akan lebih baik jika seseorang memiliki keduanya akan tetapi memiliki satu juga sudah cukup, untuk mencari kandidat pemimpin aku akan membuat sebuah akademi kerajaan yang nantinya diisi oleh para calon kandidat.


Semua bangsawan tampak puas dengan apa yang kuusulkan, menilai seseorang tidak bisa dilakukan dengan cepat perlu tahapan dalam hal itu.


Salah satu orang mengangkat tangannya, dia berasal dari bangsawan Duke.


"Lalu siapa yang akan mengawasi mereka?"


Sepertinya semua orang di sini tampak terkejut, mereka pasti ingin menggunakan kekuasaannya tapi sayangnya aku seorang Dewa kalian mau mencoba membodohiku Hah? kataku dalam hati.


Selama ini para perdana menteri yang bertugas menjalankan kerajaan dan sekarang sudah tugasku untuk mengabulkan permintaan mereka.


"Selain kedua aspek yang kukatakan barusan, kita juga akan menilai rasa keadilan, kebaikan serta hal baik yang ditemukan dari manusia, jika seseorang terlihat berbuat jahat dia akan langsung dikeluarkan dari akademi, jadi peringatkan anak-anak kalian soal ini, lebih baik lulus meski tidak terpilih dibanding dikeluarkan," kataku tersenyum senang sementara mereka semua mengelap keringat dingin yang mengucur di wajah mereka.

__ADS_1


Mereka adalah para bangsawan walau anak mereka tidak terpilih itu tidak akan merubah posisi mereka di kerajaan, berbeda terbalik dengan orang-orang yang berasal dari rakyat jelata.


Kalau bisa aku ingin sosok yang memimpin negara ini berasal dari rakyat jelata, agar mereka lebih peduli pada orang yang memiliki nasib yang sama.


"Rapat sudah selesai, untuk informasi selanjutnya akan diberitahukan nanti, mari pergi Rusina."


"Baik."


Di lorong yang sepi itu aku bertanya pada Rusina.


"Bagaimana?"


"Dari ekpresi dan tingkah laku mereka ada beberapa bangsawan yang tidak menyetujui rencanamu, aku yakin mereka akan berbuat sesuatu padamu nanti."


"Sudah kuduga, bangsawan itu selalu memiliki ego tinggi aku ingin merubah itu sebisaku agar mereka lebih peduli kepada rakyatnya.... Untuk sekarang mari berburu para bangsawan korupsi."

__ADS_1


"Ini pasti menarik."


__ADS_2