Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 62 : Sosok Tersembunyi


__ADS_3

Di kamar mandi itu aku hanya bisa diam pasrah saat Sella menggosok punggungku, dia hanya mengenakan handuk untuk menyelimuti dirinya.


"Apa nyaman tuan?"


"Ah, iya."


Jika aku menolaknya dia akan menggigitku atau semacamnya, betapa mengerikannya sosok pelayan itu.


"Tuan memang memiliki tubuh yang kekar, bagian bawah Anda juga cukup besar."


"Bisakah kau tidak menyebutkan hal-hal sensitif seperti itu, kini aku tidak bisa menikah."


"Jangan khawatir, tuan bisa menikahi kami semua."


Yang dimaksud Sella tentu saja pelayan lainnya juga.


Dari awal aku memang sudah terjebak bersama mereka sejak awal. Sella kemudian membasuhku lalu berkata.


"Sekarang giliranku, apa tuan mau menggosok punggungku?"


"Kau lakukan saja sendiri, aku akan langsung berendam."


"Baiklah."


Aku menyandarkan punggungku di sisi bak mandi selagi mengangkat kedua tanganku untuk memperhatikan kesepuluh cincin yang ada di jariku. Cincin ini memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan jika seseorang memilikinya, dia bisa saja menguasai dunia dengan mudah.


Berhubung aku yang memilikinya aku tidak memiliki keinginan seperti itu, yang kuinginkan hanyalah hidup damai dan tenang sepanjang waktu.


Sella yang sudah selesai duduk di depanku seolah itu hal biasa.


"Sepertinya ada sesuatu yang menusuk pantatku."


"Menyingkirlah dariku."


"Ditolak."

__ADS_1


Aku benar-benar frustasi olehnya.


"Ngomong-ngomong tuan, soal ibukota kerajaan itu? Memangnya siapa yang telah meratakannya hingga seperti itu?"


"Entahlah, saat aku dan Grabiela sampai, tidak ada siapapun di sana... kemungkinan besar sosok pahlawan atau raja iblis yang melakukannya."


"Ada pahlawan kelima?"


"Dia pahlawan yang lebih dulu datang kemari, aku tidak tahu seperti apa? Tapi dia masih hidup di dunia ini."


"Kemungkinan dia abadi."


"Mungkin saja," balasku singkat.


Jika dia memang pahlawan dari masa lalu berarti dialah yang akan menjadi musuh alamiku atau paling tidak seseorang yang bisa membunuhku kelak, memikirkannya membuatku sedikit khawatir.


Ketika pikiranku dipenuhi hal seperti itu, ketukan di pintu menyandarkanku.


"Sarapannya sudah siap, kuharap kalian tidak terlalu lama bersenang-senang."


"Kalian melakukan itu."


Pintu terbuka menampilkan wajah Selly yang memerah, tentu saja tidak terjadi apapun di sini dan Sella telah berhasil menipu kembarannya hingga terduduk lemas.


"Kita harus melakukannya bertiga."


"Pergi sono," teriakku.


Pelayanku ini memang seenaknya saja.


Seusai sarapan, aku, Selly maupun Sella pergi ke sebuah padang rumput luas di mana sekelilingnya di lingkari oleh pagar kayu, menurut kepala desa tadinya ada sekitar 200 ekor sapi yang mendiami tempat ini yang mana menjadi lahan penghasilan dari desa namun, hanya dalam beberapa bulan kini hanya 20 ekor saja.


Para penduduk sudah berusaha mencari pelakunya akan tetapi hal itu berakhir sia-sia, bahkan petualang yang mereka sewa turut menghilang juga.


"Menurut Selly siapa yang mencuri para sapi?"

__ADS_1


"Mungkin pria penyuka dada, karena tidak bisa menggepre wanita dia memilih sapi."


"Kalian berhentilah bermain-main.. cepat awasi sekeliling."


"Baik," keduanya mengatakan hal di waktu bersamaan.


Kami masuk ke dalam pagar dan Selly mulai menghitung setiap sapi sedangkan Sella bermain-main dengan salah satu sapi dengan rumput.


"Delapan belas.... sembilan belas, loh. Cuma ada sembilan belas tuan."


"Apa seseorang mencurinya tadi malam."


"Kyaaaa..."


Sesuatu menarik Selly ke udara lalu lenyap begitu saja.


"Selly menghilang," teriak Sella.


"Bukan menghilang, sesuatu barusan memakannya."


"Apa?"


Tiba-tiba saja Selly muncul di tanah dengan lendir membasahi seluruh tubuhnya, yang bisa dilakukannya hanyalah menangis.


"Apa ini? Ini sangat lengket."


Aku merangkul Selly dan meminta Sella untuk mengikutiku mundur ke belakang.


"Tuan, tolong cepat nikahi aku."


"Berisik, tenanglah sedikit."


Sella mengambil sebuah krikil lalu melemparnya ke depan sampai sosok yang menyerang Selly terlihat.


Itu adalah seekor Bunglon raksasa dengan mata yang selalu berputar ke segala arah.

__ADS_1


__ADS_2