Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 293 : Kedatangan Para Pasukan Kerajaan


__ADS_3

"Jika begitu aku akan membuat pelindung untuk desa ini."


"Tunggu aku."


Clara pergi lalu disusul Pireta.


Dengan kekuatan Clara tempat ini akan terlindungi yang menjadi masalah adalah jumlah monster yang kami hadapi itu cukup banyak, jika tidak ada yang menahan di luar Clara tidak akan sanggup menahan serangan tersebut dan pelindungnya akan hancur seiring waktu.


Berbeda dengan di tempat sebelumnya tidak ada benteng besar yang bisa melindungi desa ini.


Selagi memikirkan itu aku berbaring di ranjangku, semua orang pasti akan berfikir jika aku akan tidur dengan tiga pelayanku... dan mereka benar.


"Rin aku minta pelembab wajahmu."


"Jangan memakainya terlalu banyak."


"Aku akan berhati-hati, bagaimana dengan Gabriela."


"Aku punya sendiri."


"Harusnya aku membeli juga tadi saat di kota."


Kehidupan yang menyenangkan seperti ini sangat diimpikan banyak orang.


Pagi berikutnya di luar guild aku sedang meregangkan otot-ototku dengan gerakan senam sederhana.


Arthur muncul di sampingku selagi meniru apa yang kulakukan.


"Bagaimana cara mengalahkan naga itu?"


"Tidak ada cara apapun, kita hanya akan menghabisi mereka semua... yah, aku pikir kelompok dari kerajaan akan melakukan sesuatu, mereka selalu memiliki rencana."


Aku membentangkan tanganku selagi berteriak.

__ADS_1


"Kedamaian."


Hingga orang-orang yang lewat hanya memandangku kasihan lalu pergi begitu saja.


"Oi aku masih waras."


"Salahmu sendiri yang berteriak pagi-pagi begini."


Aku tersenyum masam lalu melanjutkan.


"Kulihat kau mengambil pedang Excalibur."


"Aah, aku perlu sesuatu yang kuat untuk kugunakan... kalau tidak keberatan aku akan pergi berburu monster, apa kau mau ikut?"


"Hari ini aku nganggur, mari pergi sebelum pelayanku bangun."


"Aktivitas malam yang mengerikan," jawab Arthur datar.


"Memegangi dada mereka bukan kejahatan."


Di luar desa aku dan Arthur menumbangkan beberapa monster berbentuk bunga yang bisa berjalan dan memakan makhluk hidup, mereka kerap masuk ke kedalaman penduduk untuk memakan hewan ternak dan kami harus mengalahkan mereka semua.


Clara mengeluarkan dua buah bom asap pelumpuh untuk menghadapi satu monster dan di saat yang sama pukulan Luis merobek bunga tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Sementara di tempat lain Arthur berteriak setelah memotong tubuh monster itu jadi dua bagian, dan Pireta menyembuhkan kelelahan kami dengan sihirnya.


"Kami tertolong."


Sudah sejak lama aku tidak merasakan hidup sebagai petualang sesungguhnya seperti mereka. Yang kuingat bagaimana aku harus terus menjalani pertarungan yang menyulitkan.


Setelah selesai kami kembali ke guild dan menghabiskan uang yang kami dapatkan dengan makanan enak, tak lama kemudian para pasukan dari kerajaan yang dipimpin oleh Calistha bermunculan dengan sihir teleportasi lalu mengambil tempat mereka di sini.


"Tolong minumannya."

__ADS_1


"Kita kedatangan banyak pelanggan Paula."


"Aah, aku akan menuliskan pesanannya, kau bertugas di dapur."


"Baik."


Sepertinya aku harus membantu mereka, pelayanku baru turun dari kamar atas dan aku segera menyuruh mereka sebagai pramusaji.


"Heh, padahal kami baru bangun?"


"Aku akan melakukan hal seperti malam kemarin pada kalian jika mau membantu."


"Laksanakan."


Arthur, Clara, Luis dan Pireta hanya menghembuskan nafas panjang melirik ke arahku.


"Apa yang kalian pikirkan."


"Kami cuma berfikir, cepat mati sana."


Karena aku abadi hal itu tak akan terjadi.


Aku melipat lengan bajuku untuk mulai memasak.


"Semua pelanggan hanya meminta membuat makanan apa saja yang terasa lezat."


"Kalau begitu aku akan tunjukkan skill memasakku."


Aku membelah daging ikan menjadi dua bagian lalu membersihkannya sebelum menjatuhkannya ke dalam minyak panas, di belakangku Mion juga membuat sesuatu dengan olahan daging.


"Kenapa mereka semua datang kemari."


"Entahlah, ini aneh..."

__ADS_1


Dalang dari semua ini hanya pura-pura tidak tahu selagi terus menggoreng ikan, saat para prajurit kembali ke ibukota tempat ini akan jauh lebih ramai sebagai guild sekaligus restoran.


__ADS_2