
Dua minggu berlalu semenjak party Arthur tinggal di desa Bougenville, mereka telah banyak mengembangkan berbagai hal yang bisa membantu penduduk, selain membuat perkebunan di luar desa, beberapa penduduk juga akhirnya bisa menanam beberapa tanaman di depan rumah mereka.
Semua itu merupakan pembelajaran yang mereka dapatkan di Akademi, bagaimanapun mereka adalah kandidat dari raja ratu yang di rekomendasikan oleh pelayan Kazuya.
Hal bertarung, bercocok tanam, sopan santun serta etika dalam bisnis mereka bisa melakukannya tanpa terkendala.
Dan kini tibalah mereka untuk menjual barang seperti obat-obatan serta pakaian yang dibuat penduduk di sini, dua orang yang bertugas melakukannya adalah Arthur dan Clara, sementara Luis dan Pireta menjaga desa selagi keduanya pergi.
Sekitar tiga kereta disiapkan membentuk sebuah karavan kecil, yang biasa digunakan oleh pedagang.
"Kalau begitu kami pergi."
"Berhati-hatilah," perkataan Paula mengantarkan rombongan melewati padang rumput serta beberapa hutan hingga sampailah mereka di kota yang disebut sebagai Benteng Besar Ivielda.
Serangan monster beberapa kali terjadi di sini, alih-alih benteng tersebut hancur seiring lama benteng itu malah semakin kokoh dengan ketinggian lebih dari 70 meter, bahkan jika ada ras Titan di dunia ini, Arthur tidak yakin seseorang bisa menembusnya.
Alasannya sederhana, tembok itu terbuat dari besi dengan campuran berbagai komponen sebagai penguat, bagi Clara dia tahu benar bagaimana tembok itu dibuat.
"Bagaimana menurutmu Clara?"
"Semua campuran di sana dibuat dengan baik, jika bukan seorang ahli Alkimia hal seperti ini tidak akan bisa dibuat... tapi bagiku ini terlalu berlebihan seolah mereka sedang mencoba bertahan dari sesuatu yang sangat kuat."
"Jika aku menyimpulkan bahwa musuh yang mereka lawan tingginya hampir sekitar 65 meteran."
__ADS_1
"Benar sekali, biasanya orang membuat tembok setinggi dengan apa yang mereka lawan."
Kusir yang bertugas membawa kereta berkata ke arah keduanya.
"Kita sudah sampai."
"Aah, biar aku urus."
Arthur keluar dari kereta lalu berbicara dengan penjaga, mereka memang berniat menjual barang, meski begitu mereka masih belum terdaftar di guild pedagang karena itu, negosiasi harus bisa dilakukan dengan sebaik mungkin.
"Heh, begitukah... kalian dari desa Bougenville."
"Kami mencoba untuk bertahan hidup dengan menjual produk kami, rencananya ketika di dalam kami akan mendaftarkan karavan ini sebagai pedagang resmi, jadi saya mohon untuk mengizinkan kami masuk untuk kali ini saja."
"Bagaimana, ini juga sulit bagi kami, kau tahu, biasanya kau harus memiliki izin untuk menjual sesuatu di tempat asing."
Sebelumnya orang akan mengirimkan surat permohonan (sementara) pada guild pedagang sampai menunggu kertas balasan, baru mereka bisa diizinkan masuk ke dalam kota untuk mendaftar.
"Aturan di sini terlalu ketat," pikir Arthur dalam hati.
Dalam kondisi mendesak begini mereka belum tahu kapan surat balasan itu akan sampai atau mungkin lebih buruk dari itu, sama sekali tidak ada. Jika begitu desa tidak akan bertahan tanpa uang.
"Bagaimana jika begini, kami berniat menjual barang dagangan kami di kota, jika kalian mengizinkan kami masuk kami akan membayar biasa sekitar 20 persen dari total pendapatan kami sebagai konfensasi hari ini, lagipula lain kali kami pasti sudah tergabung dengan guild pedagang."
__ADS_1
Arthur berhenti sejenak lalu melanjutkan.
"Bukannya jumlah pedagang semakin menurun," ini hanya tebakan yang bisa diambil dari pengamatan Arthur, dengan aktivitas monster yang belebih maka pedagang cenderung tidak akan mengambil resiko terlalu banyak berpergian ke kota lain.
Jika Arthur seorang pedagang tersohor dia pasti tidak akan pergi ke Benteng Ivielda yang jauh dari ibukota.
Wajah penjaga terlihat kesulitan hingga akhirnya pergi untuk bertanya pada atasannya, tak lama kemudian seorang pria dengan seragam khusus mendatanginya.
Pria itu memiliki rambut dan jenggot yang sudah memutih dengan pedang tersarung baik di pinggangnya.
"Namaku Ladolfo Eginhardt, sebagai kepala penjaga di benteng ini, aku menerima tawaranmu, sudah sejak lama aku tidak bertemu dengan seorang pedagang muda yang menarik."
Dia mengulurkan tangan ke arah Arthur yang diterima baik olehnya.
"Arthur Cronicle, seorang petualang sekaligus pedagang, meskipun soal pedagang belum resmi."
Ladolfo tertawa keras.
"Urusan seperti itu sangat mudah," Ladolfo meminta penjaga membawa sebuah surat penting.
"Berikan ini pada seseorang di guild pedagang maka kalian akan disambut baik oleh mereka."
"Terima kasih, lain kali mari minum teh bersama."
__ADS_1
"Tentu saja, kau bisa mengundangku kapan saja."
Dengan mudah akhirnya mereka bisa memasuki benteng.