Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 451 : Kota Pertama


__ADS_3

Seperti yang dikatakan pria yang kami temui, kota benar-benar seperti telah terkena bencana. Setiap bangunannya tampak tidak utuh lagi entah bagian atap ataupun sebelah bangunannya ditutup oleh tenda agar masih bisa dihuni kembali.


Di antara puing-puing itu orang-orang berusaha terus mempertahankan tempat tinggalnya, salah satu orang mendekatiku. Jika aku memiliki kekuatan Dewa seperti dulu hal seperti ini bukanlah masalah untukku.


Memikirkan hal itu tidak akan merubah apapun.


Jika ada sesuatu yang bisa kulakukan aku pasti akan melakukannya walaupun itu hanya sebatas hal kecil.


"Apa anda dari luar kota?"


"Kami petualang, kami memikirkan untuk mencari tempat yang bisa kami gunakan untuk bermalam."


"Aah, begitukah? Sayang sekali tidak ada tempat yang nyaman untuk dipakai menginap, tapi kalian bisa tinggal di manapun yang kalian sukai... aku walikota di kota ini."


Kami juga memperkenalkan diri, seperti yang dikatakan dua istriku mereka tidak mengenali Selly ataupun Sella.


"Aku masih harus mengecek keadaan penduduk yang lain, jika kau membutuhkan apapun bisa berkoordinasi denganku nanti."


"Tentu."


Kami memilih sebuah tempat di sebelah orang-orang yang terluka, karena sudah di sini aku juga harus membantu.

__ADS_1


Kukumpulkan beberapa tanaman herbal yang bisa kugunakan, dengan menumbuk mereka bersamaan menciptakan salep anti luka yang cukup sederhana akan tetapi sangat membantu.


"Oleskan di bagian lukamu, yang lain juga bisa membuatnya sendiri dengan bahan ini."


"Kami mengerti."


Hidup dalam kurung waktu lama membuatmu memiliki banyak keterampilan.


"Sesuai yang diharapkan dari suamiku, beliau sangat hebat."


"Benar yang dikatakan Selly, suami kita yang terbaik."


"Dibanding memujiku, bantulah sedikit napa," kataku lemas.


"Hanya ini yang kami miliki, terimalah."


"Terima kasih, ngomong-ngomong apa yang membuat kota ini jadi seperti ini?"


"Makhluk bencana... kurasa salah satu dari raja dunia menggunakannya sebagai alat berperang."


"Raja dunia?"

__ADS_1


"Mereka adalah seorang raja yang bertujuan untuk menaklukkan wilayah lain, jumlahnya cuma empat orang tapi mereka sangat kuat hingga masing-masing wilayah bisa ditaklukkan, mungkin ke depannya di benua ini hanya akan ada empat kerajaan saja."


Menginvasi wilayah adalah sesuatu yang dilarang, aku mungkin harus melakukan sesuatu tentang ini semua.


Selagi menatap api unggun Selly dan Sella menyandarkan kepala mereka di bahuku, tujuan keduanya adalah pergi ke install yang merupakan kampung halaman mereka sebelum mengubah dunia ini menjadi lebih baik sebagai penebusan dosa. Sayangnya situasi yang terjadi lebih parah dari yang diduga karena itu selagi berjalan ke Install kami akan membantu orang-orang yang kami lewati.


Aku menidurkan dua istriku di alas tikar yang tersedia lalu menutup keduanya dengan selimut hangat.


Bulan tampak bersinar terang hingga aku bisa mengatakan bahwa itu sangat dekat, dibarengi bintang-bintang yang bersinar aku menemukan sesuatu melintas di langit.


Apa mungkin barusan hanya perasaanku saja? Tanpa memikirkannya lagi aku menutup mataku hingga tertidur, di pagi harinya orang-orang menemukan bahwa sebagian keluarganya menghilang.


"Anakku."


"Ibu."


Jangan bilang malam tadi.


Aku melirik ke belakang untuk memastikan keberadaan istriku dan mereka ternyata menghilang juga, dibanding itu yang membuatku terkejut adalah sosok walikota yang tewas dengan sebuah pedang menembus jantungnya.


"Sial.... aku lengah."

__ADS_1


Aku melihat ke arah tangan kanannya yang menunjuk daerah pengunungan, di sana ada sebuah rumah besar yang ditinggalkan, dengan kata lain mereka dibawa ke sana.


__ADS_2