Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 253 : Raja Naga Kehancuran


__ADS_3

Aku dan Hesna hanya menatap Bellatrix yang terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dia sudah memakan makanan untuk jatah 30 orang dan sekarang masih terus makan tanpa henti.


"Kau ini terlihat sangat kelaparan," kata Hesna mendesah pelan.


"Aku selama ini hanya makan sedikit, kau tahu?"


"Jadi kenapa kau begitu terobsesi mengalahkan Hesna?"


"Tentu saja, demi menjadi naga terkuat dan diakui sebagai ratu naga.. dulu hanya Hesna yang mampu bertarung dengan Raja Naga Kehancuran Tiamat, bukan?"


"Naga kehancuran?" aku mengulang perkataan itu selagi melirik ke arah Hesna yang menggaruk pipinya ragu.


"Sebenarnya aku tidak bisa bertarung seimbang dengannya, sebelum kami bertarung tiba-tiba saja naga kehancuran menghilang ke dalam lubang aneh."


Lubang aneh? Mungkinkah itu sebuah lubang dimensi.


"Heeehh, jadi bukan kau yang mengalahkannya?" teriak Bellatrix tak percaya sebelum melanjutkan dengan pertanyaan kembali.


"Bukannya kau menantangnya?"


"Itu karena dia membekukan wilayahku jauh sebelum pahlawan itu muncul "


Walau terkejut, Bellatrix tak henti mengunyah makanannya.


Sekarang giliranku bertanya pada Bellatrix.


"Kenapa kau begitu yakin bahwa Hesna yang mengalahkannya?"

__ADS_1


"Itu karena aku melihat Tiamat di kota Aldios, dia berubah jadi batu dengan tombak raksasa menebusnya."


Aku beralih ke arah Hesna


"Apa kau tahu sesuatu tentang itu?"


"Tidak sama sekali, lagipula aku bukan pengguna senjata."


Bagiku ini tidak normal, seperti saat Hesna bertarung dengan Tiamat, dia tiba-tiba saja dipindahkan ke dalam lubang dimensi dan tahu-tahu muncul di kota Aldios dengan tombak menembus tubuhnya.


Bisa dikatakan bahwa tombak itu yang membuatnya membatu?


"Ada apa suamiku?"


"Aku ingin memeriksanya, ada kemungkinan seseorang membunuh naga kehancuran setelah memasukannya ke dimensi lain atau mungkin Tiamat dikirim ke kota itu untuk mengamuk di sana namun seseorang membunuhnya dengan tombak."


"Jika kau mau, aku bisa mengantarmu hanya saja bagaimana soal urusanku dengan Hesna?"


Hesna mendesah pelan.


"Aku ini bukan lagi seorang ratu, aku hanya seorang istri dari suami yang memiliki banyak istri dan seorang ibu dari seorang putri."


"Lalu siapa yang memerintah naga jika ratunya tidak ada?"


"Tentu saja suamiku? Dia adalah Lord Kazuya."


Aku masih tidak terbiasa dengan nama itu.

__ADS_1


"Ah, aku hanya harus mengalahkanmu dan menjadi ratu kan?"


Orang ini benar-benar keras kepala.


"Kenapa kau menjadi terobsesi begitu, menjadi pemimpin bukan hanya ditentukan dari kekuatannya mereka harus bisa menjadi bijaksana, ramah dan mendedikasikan hidupnya demi kebaikan banyak orang... aku tidak bisa menjadikanmu ratu tapi aku bisa menjadikanmu sebagai kepala desa, di desa naga."


Hesna menganggukkan kepalanya setuju.


"Apa itu artinya aku bisa memimpin ras naga di bawah perintahmu."


"Itu benar, aku hanya memerintahkan hal mudah seperti menjaga kedamaian dan bagaimana kehidupan kalian di sana, tentu saja kau juga harus memberikan laporan secara rutin ke desa pusat."


"Itu mudah... tapi ngomong-ngomong satu hal yang ingin kutanyakan, apa itu kepala desa?" katanya selagi memiringkan kepala.


Orang ini sudah tidak tertolong lagi.


Untuk malam ini dia bisa tidur di masion ini, baru keesokan paginya aku naik ke atas punggung Bellatrix dalam wujud naganya.


Dia bisa terbang sangat tinggi bahkan berada di atas awan.


"Kau yakin kita terbang setinggi ini, kita mungkin tidak bisa melihat jalannya?"


"Aku suka terbang tinggi, aku pikir nanti juga sampai."


Aku meragukannya, aku meminta Bellatrix turun untuk memastikannya, dan dugaanku benar, kami malah ada di atas laut.


"Aaare.... aku ternyata salah tee-he."

__ADS_1


Bolehkah aku tenggelamkan naga ini ke laut saja?


__ADS_2